MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 20 Maret 2021 06:51
Gadis 17 Tahun ini Sudah 15 Kali Curi Motor, Gemetar Kala Pertama Beraksi
MASIH PELAJAR: AKN (kerudung hitam) di Mapolresta Banjarmasin, kemarin. Yang mengkhawatirkan, status AKN ternyata masih pelajar SMA.

BANJARMASIN - Gadis 17 tahun ini memang mencengangkan dalam artian negatif. Dia sudah 15 kali beraksi bersama sindikat curanmor asal Pemurus Luar. Tujuh kali menjadi eksekutor lapangan.

"Saya lupa, di mana pertama kali memulainya," ujarnya kemarin (19/3) di sel Mapolresta Banjarmasin.

Tapi ia masih ingat, bagaimana tubuhnya gemetaran saat mencuri motor pertamanya. Tapi ia tenang karena tiga rekannya selalu menjaganya.

"Yang mengajari membobol kunci si Madi (Rahmadi adalah kakak Findi, saudara ipar AKN)," sebutnya.

Awalnya cuma diajak jalan-jalan oleh iparnya. Ternyata kebablasan. Pada mulanya, perannya cuma sebagai pemantau situasi di sekitar target curian.

"Diajak jalan, ternyata mencuri motor. Saya perlu uang juga. Akhirnya ketagihan. Jadi memang tak dipaksa ikut sindikat ini," akunya.

Berapa yang ia peroleh? Sebenarnya tak sepadan dengan risiko hukumnya. "Dikasih bagian Rp100 ribu sampai Rp150 ribu," sebutnya.

Yang sangat disayangkan, AKN masih berstatus pelajar. Dia terdaftar di sebuah SMA di Banjarmasin.

Maka diingatkan soal sekolahnya, AKN pun termenung. "Pastilah menyesal," tutupnya.

AKN dan kawanannya diburu Satreskrim Polresta Banjarmasin sejak enam bulan lalu.

Kasus ini terungkap, saat Doyok, anggota sindikat ini tertangkap di Jalan Beruntung Jaya pada 8 Maret lalu. Ketika diinterogasi, Doyok menyebut nama tiga rekannya.

"Awalnya, AKN inilah yang kami buru. Dia terekam CCTV saat mencuri motor di sebuah halaman parkir musala," ungkap Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi.

Sindikat ini masih satu keluarga. Semuanya tinggal di Kelurahan Pemurus Luar Kecamatan Banjarmasin Selatan.

"Masih pengembangan kasus, mencari barang bukti yang mereka pasarkan ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan," tambah Alfian.

Pengakuan lain dari Findi, mereka beraksi berdasarkan pesanan penadah. "Sesuai pesanan saja. Misal diminta Yamaha Jupiter, ya itu yang kami cari. Misalkan maunya matic, ya kami cari matic," bebernya.

Findi menyebutkan sebuah nama kecamatan di HSS yang kerap memesan barang curian mereka. "Pemesannya warga pedalaman," tukasnya. (lan/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers