MANAGED BY:
JUMAT
07 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Jumat, 02 April 2021 14:41
Evaluasi dan Pengembangan Belajar Siswa
Penulis: Risma Anggriani S.Pd

Lalu bagaimana jika siswa mendapatkan nilai ulangan yang jelek atau rendah? Jika nilai ujian siswa rendah maka itu berarti siswa tidak memahami dan menguasai materi pelajaran yang telah diberikan dengan baik. Kenapa bisa terjadi hal demikian?
Ada beberapa faktor yang perlu dilihat untuk mengetahui penyebab kekurangberhasilan siswa dalam belajar. Pertama, apakah cara pengajaran bapak/ibu guru sehingga siswa tidak bisa menerima dengan baik. Bisa saja siswa merasa guru terlalu cepat dalam menjelaskan materi pelajaran sehingga siswa tersebut tidak bisa mengikutinya. Oleh karena itu, sebagai siswa hendaknya bisa saja menyampaikan secara terbuka kepada guru tentang kesulitan menangkap apa yang telah disampaikan. Komunikasi siswa dengan guru harus terjadi dengan lancar.

Kedua, kurangnya fasilitas yang menunjang kegiatan belajar di sekolah sehingga sulit untuk memahami materi pelajaran atau faktor lain. Untuk itu perlu kiranya ada komunikasi dua arah antara guru dan siswa untuk menjembatani faktor-faktor yang menghambat proses belajar. Kemukakan dengan terbuka dan santun apa saja yang membuat siswa kurang bisa memahami apa yang disampaikan oleh guru.

Ketiga, metode belajar yang kurang tepat. Di dalam proses penguasaan materi mungkin perlu dievaluasi apakah cara belajar siswa sudah tepat atau belum. Ada sebagian siswa yang memiliki kebiasaan belajar dadakan beberapa saat sebelum mengikuti ulangan, atau yang sering disebut belajar SKS/Sistem Kebut Semalam. Tentu saja cara belajar seperti ini tidak akan memberikan hasil yang maksimal karena kapasitas otak kita terbatas dan tidak memungkinkan untuk menerima informasi yang banyak dalam waktu yang sempit. Selain itu, persiapan belajar yang kurang optimal akan membuat siswa gugup dan mudah terpecah konsentrasinya. Sulit bukan?

Berikut Tips menghindari kejenuhan dalam belajar, di antaranya pelajari materi pelajaran dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Sebentar – sebentar tetapi lebih sering dilakukan mungkin akan menghindarkan dari rasa jenuh. Jangan terlalu memaksakan diri untuk terus belajar. Berhentilah sejenak jika rasa bosan mulai menghinggapi. Lakukan variasi cara belajar, terkadang dengan membaca, diskusi, membuat ringkasan diselingi jalan-jalan di sekitar ruang, atau banyak cara lainnya. Pilihlah tempat yang luas dan memiliki sudut pandang yang banyak sehingga jika mulai bosan akan bisa berpindah tempat. Pilih tempat yang membuat merasa nyaman sehingga betah untuk belajar. Merubah suasana mungkin juga akan membuang rasa jenuh. Menghidupkan musik kesukaan, membuka jendela kamar akan menimbulkan suasana baru bagi.

Kurangnya motivasi untuk bersungguh-sungguh dalam belajar merupakan faktor yang paling besar yang menentukan keberhasilan siswa dalam belajar untuk memperoleh prestasi terbaik. Motivasi yang kuat inilah yang akan menghasilkan semangat untuk meraih kesuksesan dalam belajar. Meskipun siswa memiliki fasilitas yang lengkap dan waktu luang yang banyak, tanpa adanya motivasi untuk belajar maka semua itu tidak berarti apa – apa karena siswa tidak memiliki semangat untuk belajar.

Namun sebaliknya, ketika siswa memiliki motivasi belajar yang kuat, maka keterbatasan sarana dan waktu luang yang sempit akan teratasi dengan adanya semangat untuk berusaha belajar dalam keadaan dan kondisi apapun. Oleh karena itu, perlu kiranya untuk menumbuhkan motivasi belajar yang kuat sehingga siswa terus bersemangat untuk selalu belajar dan mencetak prestasi sebaik mungkin. (*)

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers