MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Jumat, 02 April 2021 15:11
Banua Inflasi Lagi

BANJARBARU - Usai dihajar inflasi 0,53 persen pada Februari 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel mencatat Maret ini inflasi kembali bergolak sebesar 0,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK), 107, 24.

Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada beberapa indeks kelompok pengeluaran. "Ada tiga kelompok yang mengalami kenaikan harga tertinggi," katanya melalui Kanal Youtube BPS Kalsel.

Dirincikannya, tiga kelompok tersebut yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,67 persen. Kemudian, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,09 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga, 0,04 persen.

Dia mengungkapkan, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi terbesar pada Maret lantaran dua subkelompoknya mengalami kenaikan. Yakni, subkelompok makanan sebesar 0,81 persen dan subkelompok tembakau sebesar 0,02 persen.

"Dengan naiknya kedua subkelompoknya, maka kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,19 persen," ungkapnya.

Selain ada yang naik, Edy menyampaikan pada bulan Maret juga ada kelompok yang mengalami penurunan indeks harga. Di antaranya, kelompok perumahan, air, listrik , gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,47 persen. Lalu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,28 persen; dan kelompok kesehatan, 0,03 persen.

"Sementara kelompok pendidikan serta kelompok informasi, telekomunikasi dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks harga dibandingkan Februari 2021," ucapnya.

Jika berbicara komoditas, dia menuturkan, jenis yang paling banyak mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi tertinggi di Kalsel adalah bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, ikan peda dan ikan kembung.

"Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi, antara lain, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, ikan nila, telur ayam ras dan bayam," tuturnya.

Secara terpisah, menanggapi data BPS Kalsel, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani menjelaskan, terjadinya inflasi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Namun dengan memperhatikan kondisi saat ini, menurutnya inflasi terjadi lantaran ekonomi Kalsel sudah mulai bergerak positif.

"Dengan demikian daya beli masyarakat secara perlahan sudah mulai membaik, karena aktivitas ekonomi dari berbagai sektor. Seperti perhotelan, pasar, kafe, tempat wisata dan lain-lain mulai buka. Meski harus menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:00

Ingin Buka, Museum Tunggu Izin

BANJARBARU - Hampir dua tahun sudah Museum Lambung Mangkurat di…

Jumat, 17 September 2021 21:01
PLN Kalselteng

PLN Kalselteng Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Kalteng

PALANGKA RAYA - Tidak hanya fokus melakukan memulihkan pasokan listrik,…

Jumat, 17 September 2021 13:32

Belum Pasti Kapan Bioskop Buka

BANJARBARU - Mulai kemarin (16/9) bioskop di seluruh Indonesia dibuka…

Kamis, 16 September 2021 18:58

Pelaku Usaha Minta Jangan Diketati Lagi

BANJARMASIN - Turunnya level PPKM di Banjarmasin dan Banjarbaru disambut…

Kamis, 16 September 2021 15:39

Ada Wacana Kenaikan Tarif Air Leding, PDAM: Pemprov Lebih Tahu

BANJARMASIN – Wacana kenaikan tarif air leding menghebohkan media sosial.…

Kamis, 16 September 2021 15:34

Harga Elpiji Ingin Dinaikkan, Momennya yang Tidak Tepat

BANJARMASIN – Usulan Hiswana Migas Kalsel untuk menaikkan harga eceran…

Rabu, 15 September 2021 09:44

Pandemi, Baayun Maulid di Masjid Banua Halat Kembali Ditiadakan

RANTAU – Pelaksanaan Baayun Maulid belum bisa di gelar pada…

Selasa, 14 September 2021 17:46

Ternyata Bukan Cuma Isu, Hiswana Minta HET Gas 3 Kg Dinaikkan

BANJARMASIN - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Kalsel…

Selasa, 14 September 2021 16:21

Kumuh, Los Ikan Pasar Keramat Barabai Ditinggal Pedagang

BARABAI – Setelah diterjang banjir, tak ada upaya serius Pemerintah…

Selasa, 14 September 2021 15:46

PPKM Picu Deflasi

BANJARBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, telah merilis Indeks…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers