MANAGED BY:
JUMAT
07 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Selasa, 06 April 2021 12:24
Potensi Penerimaan ASN 2021 Kurangi Pengangguran Terdidik
Penulis: Farida Amina, M.Si

Dari jumlah pengangguran terbuka sekitar 103,6 ribu orang itu, sebagian besar berpendidikan SMA ke atas, dengan jumlah sekitar 58 ribu orang atau 56,18 persen. Besarnya jumlah pengangguran tingkat pendidikan menengah ke atas tersebut menjadikan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat.

Bukanlah hal yang mengherankan ketika ada pembukaan lapangan pekerjaan berupa CPNS langsung menghebohkan para penganggur, dan sekaligus pekerja yang menginginkan status pekerja tetap. Hal ini tentunya dipengaruhi juga dengan kondisi pasar kerja nasional, di mana masih ditemui pekerjaan yang bersifat kontrak dan outsourcing. Kondisi perekonomian yang tidak stabil akibat pandemi Covid-19 ini membuat pekerjaan di sektor swasta menjadi tidak aman dengan adanya ancaman PHK atau tidak adanya perpanjangan kontrak.

Mereka yang menjadi pelamar, selain menginginkan jenis pekerjaan tetap, juga ingin mendapatkan pensiun dan gaji yang pasti. PNS sebagai salah satu profesi yang memberikan hal tersebut masih menyihir berbagai lapisan masyarakat untuk tetap berusaha menjadi PNS, meskipun berkali-kali mengikuti tes. Menjadi PNS masih menjadi sesuatu yang prestisius dalam kelas sosial yang melekat dan belum hilang, walaupun saat ini pemerintah telah melakukan reformasi birokrasi.

Meski tahun ini terdapat formasi baru yang lebih mendominasi, yaitu sebagai PPPK, tidak mengurangi minat masyarakat untuk mendaftar. Baik PNS maupun PPPK memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Misalnya saja untuk PNS memiliki jaminan pensiun, sementara PPPK tidak. Sebaliknya, untuk usia maksimal menjadi PPPK mencapai 1 tahun sebelum batas usia pensiun pada jabatan yang dilamar. Sedangkan usia pendaftar CPNS maksimum hanya sampai usia 35 tahun. Selain itu, jika memenuhi persyaratan yang ditentukan, PPPK dapat mengisi posisi yang diinginkan tanpa perlu meniti karier dari bawah. Dengan begitu, pemerintah bisa merekrut langsung tenaga-tenaga profesional yang dibutuhkan dan memposisikannya pada jabatan strategis.

Sudah barang tentu ratusan ribu orang yang memburu nasib untuk menjadi aparatur sipil negara ini, tidak akan mungkin diterima semuanya. Jika diasumsikan usulan formasi Kalsel disetujui yaitu sebanyak 2.612 formasi, lantas 55 ribu lebih lainnya akan bekerja sebagai apa? Kondisi ini tentu menjadi pemikiran kita bersama terutama pemerintah, bagaimana cara mengatasi agar penganggur terdidik tersebut mendapat peluang pekerjaan sesuai dengan bidang keilmuan dan keterampilannya. Mencermati problem pencari kerja terdidik ini, sumber penyebabnya adalah kesalahan pendidikan.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers