MANAGED BY:
MINGGU
11 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Selasa, 06 April 2021 13:15
Sebelum Dilarang, Mulai Mudik Duluan
MULAI RAMAI: Suasana Bandara Internasional Syamsudin Noor, kemarin. Terlihat mulai ramai karena masyarakat mulai mudik duluan, sebelum larangan diberlakukan. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO,

BANJARBARU - Masyarakat nampaknya tidak hilang akal untuk bisa bertemu keluarga di kampung. Ketika pemerintah mengumumkan pada 6 sampai 17 Mei 2021 nanti mudik Lebaran dilarang, ternyata sudah ada yang duluan pulang kampung demi menghindari waktu larangan tersebut.

Informasi itu disampaikan Area Manager Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama. Dia mengatakan, sejumlah masyarakat diketahui mudik duluan lantaran ada banyak calon penumpang yang mengajukan perubahan jadwal. Dari sebelumnya mendekati Lebaran, menjadi bulan ini.

"Karena mereka khawatir mudik dilarang sehubungan sudah beredar informasi tersebut, padahal sampai saat ini pemerintah belum mengeluarkan surat resmi terkait mudik tahun 2021," katanya, kemarin.

Selain banyaknya penumpang yang mengubah jadwal penerbangan lebih awal, dia mengungkapkan, bulan ini jumlah penumpang Lion Air di Bandara Syamsudin Noor juga meningkat signifikan.

"Saat ini Lion Air rata-rata melayani sekitar 1.484 penumpang sehari. Padahal bulan sebelumnya cuma 400 sampai 500. Ini kemungkinan karena ada yang mudik duluan tadi," ungkapnya.

Stakeholder Relation Manager, Bandara Intermasional Syamsudin Noor Ahmad Zulfian Noor membenarkan jika jumlah penumpang pada bulan ini mengalami peningkatan.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers