MANAGED BY:
KAMIS
02 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 08 April 2021 14:01
Mengamuk dan Menghabisi Dua Nyawa, Sahraji Juga Pernah Dirawat karena Gangguan Jiwa

Kasus Mengamuk Dengan Sajam Juga Terjadi di Kotabaru

SEPI: Rumah Sahraji di Desa Sungai Jaranaih, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Hulu Sungai Tengah terlihat sepi kemarin. | FOTO: JAMALUDIN/RADAR BANJARMASIN

BARABAI- Para tetangga tak ada yang menduga jika Sahraji (28) tega menghabisi nyawa orang. Di tangan pria yang diduga mengidap gangguan jiwa itu, seorang kakek berusia 82 tahun dan seorang bocah berusia 3 tahun tewas. Dia juga melukai seorang petani secara brutal.

Dalam kesehariannya Sahraji dikenal warga sebagai sosok yang baik. Memang pada tahun 2017 silam Sahraji sempat dirawat di poli kejiwaan Pembalah Batung Amuntai selama tiga hari. Namun setelah itu dipulangkan dan menjalani rawat jalan.

"Saya yang dulu mengantarkan Sahraji ke rumah sakit. Saya juga yang menunggu dia, jadi setelah keluar RS, Sahraji harus rutin minum obat dari dokter. Tapi sejak awal 2020 sepertinya obat itu sudah tidak diminum lagi," kata mantan Pembakal Desa Sungai Jaranaih Khairunisa.

Pembakal Nisa (sapaan akrabnya) tidak mengetahui persis kenapa Sahraji berhenti mengkonsumsi obat. Sebab setelah dipulangkan dari rumah sakit dia tidak terlalu memantau. "Jadi gejalanya tahun 2017 itu Sahraji sering ngomong sendiri makanya kita bawa ke RS poli jiwa di Amuntai," bebernya.

Setelah keluar dari rumah sakit pun Sahraji tidak mengeluarkan gejala yang aneh. Dalam kesehariannya layaknya warga biasa. Bahkan dia bekerja sebagai buruh tani dan memiliki usaha kecil penggilingan tepung beras di rumahnya. "Dia gak pernah mengamuk selama ini. Kami juga kaget dia bisa senekat itu," lanjut pembakal.

Bahkan Sahraji diketahui sering ikut majelis taklim ceramah agama islam di desanya yakni Desa Sungai Jaranih RT 3 Kecamatan Labuan Amas Selatan setiap malam Jumat. "Tidak pernah tidak hadir," tegas Nisa yang juga sering ikut majelis bersama Sahraji.

Sahraji sendiri diketahui memiliki satu orang anak perempuan berusia 5 tahun. Anak ini buah hati dari istrinya yang bernama Mualimah. Namun sejak akhir tahun 2020 kehidupan rumah tangga mereka mengalami keretakan.

Buntutnya sang istri pergi meninggalkan Sahraji dan anak semata wayangnya. "Jadi dia tinggal berdua dengan anaknya sejak ditinggal istri," kata tetangga yang namanya enggan diwartakan.

Sebelum peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Selasa (6/4) sekira pukul 16.00 Wita itu, Sahraji masih mengantar anaknya sekolah di Taman Kanak-kanak kemudian membantu kedua orang tuanya untuk menjemur gabah di depan rumahnya. Rumah Sahraji dan kedua orangtuanya saling berhadapan."Nah setelah itu sorenya dia pergi membawa parang yang memang biasanya dibawa untuk bertani," kisahnya.

Tak ada yang menyangka jika perginya Sahraji menuju Desa Batu Harang Kecamatan Haruyan untuk menjalankan aksinya mengamuk dan melukai warga di sana."Kami juga kaget kenapa sampai begitu," tandasnya.

Dari pantauan wartawan kemarin suasana rumah Sahraji di Desa Sungai Jaranih RT 3 masih sepi dan tertutup. Sedangkan di depan rumah orang tuanya nampak terlihat aktivitas warga menjemur gabah.

Kasus pembunuhan dan penganiayaan ini sekarang sudah ditangani oleh Polres Hulu Sungai Tengah. Kasat Reskrim Polres HST AKP Dany Sulistiono mengatakan jika Sahraji sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Pasalnya 338 KUHP serta pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak dan pasal 351 KUHP," katanya kemarin.

Tersangka sekarang mendekam di sel Polres HST. Kasat mengungkapkan Sahraji sudah menjalani interogasi. Namun pada saat pemeriksaan dia tidak banyak bicara. "Diintrogasi sudah, tapi diperiksa sebagai tersangka belum. Pas diintrogasi baik-baik saja. Kalau ditanya saya gak ingat saya gak ingat," kata Kasat Reskrim.

Sejauh ini pihaknya terus berupaya menggali informasi dari tersangka. "Entah beneran gak ingat karena faktor kejiwaan atau tidak, kita akan periksa. Saat ini penyidikan masih berjalan," bebernya.

Kasus pria mengamuk dengan senjata tajam juga terjadi di Kotabaru, kemarin. Seorang pria dilaporkan mengamuk dengan senjata tajam jenis samurai di Desa Tegal Rejo Kecamatan Kelumpang Hilir Rabu (7/4). Warga yang ketakutan kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kelumpang Hilir.

Begitu ditangkap, pemuda bernama Kevin (22) tahun itu ternyata telah membuang samurainya. Namun setelah dilakukan pencarian akhirnya anggota Polsek Kelumpang Hilir, menemukannya.

"Yang bersangkutan mengaku senjata tajam tersebut memang miliknya yang tadinya buat mengamuk atau bikin rusuh (onar) di warung," ucap Nur Alam, Kapolsek Kelumpang Hilir.

Setelah diselidiki, Kevin mengamuk dalam pengaruh minuman keras. Dia kemudian digelandang ke Mapolsek. (mal/mr-155/by/ran)


BACA JUGA

Rabu, 01 Desember 2021 16:11

Jangan Kaget, Lampu Merah di Simpang Empat Batulicin Mati

BATULICIN - Bagi Anda yang melintas pusat kota Simpang Empat,…

Rabu, 01 Desember 2021 12:17

Puluhan Obat yang Diduga Mengandung Narkotika Dimusnahkan

PARINGIN – Pemusnahan barang bukti narkotika dan obat-obatan terlarang, dilakukan…

Rabu, 01 Desember 2021 07:01

SLB Tepis Anggapan Sumbangan Konsumsi

BANJARBARU - Kepala SLB-C Negeri Pembina Rosita Sari bersama Wakesek…

Rabu, 01 Desember 2021 06:51

Konsinyasi Bermodal Berkas Fotokopi, Pembebasan Lahan Jembatan HKSN 1 Digugat

Pemilik lahan yang menolak ganti rugi pembebasan untuk pembangunan Jembatan…

Rabu, 01 Desember 2021 06:40

Giliran Sekretaris Dinkes Diperiksa Soal Iuran HKN

BANJARMASIN - Kemarin (30/11), giliran Sekretaris Dinas Kesehatan Banjarmasin, Dwi…

Selasa, 30 November 2021 15:38

Banjir di Tabalong Menuju Kawasan Batas Amuntai

TANJUNG – Kondisi banjir akibat luapan air sungai di Tabalong…

Selasa, 30 November 2021 15:36

Penggerebekan Rumah Sewaan di Karangan Putih Membuahkan Dua Pelaku Sabu

TANJUNG – Kepala Satuan (Kasat) Resnarkoba Polres Tabalong, Iptu Sutargo…

Selasa, 30 November 2021 13:55

Sabu 17,25 Gram Dimusnahkan di Hadapan Pelaku

TANJUNG – Sebanyak 17,25 gram sabu-sabu dimusnahkan dengan cara diblender…

Selasa, 30 November 2021 11:44

Banjir Bocil HSU 'Himung' Bermain Air

AMUNTAI - Jalan Ahmad Yani di depan Kantor Bupati Kabupaten…

Selasa, 30 November 2021 08:46

Nama Kajari HSU Dicatut

AMUNTAI - Aparat kejaksaan menyampaikan informasi kepada pejabat, pegawai kepala…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers