MANAGED BY:
MINGGU
11 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

PROKALTORIAL

Kamis, 08 April 2021 14:02
Kesederhanaan Paman Birin Sang Pengemban Amanah
TURUN LANGSUNG: Kesederhanaan Paman Birin dibuktikan turun langsung ke lapangan.

PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Sebagian orang tidak bisa melihat sisi lain seorang Sahbirin Noor, mereka hanya melihat Sahbirin Noor atau sapaan akrabnya Paman Birin sosok yang tidak bersahaja dan eksklusif. Padahal Sahbirin Noor adalah orang yang suka keterbukaan dan kesederhanaan.

Mungkin sudah banyak yang melihat Sahbirin Noor atau Paman Birin, langsung turun ke parit bergabung dengan warga bersih-bersih, menyapu masjid, turun ke sawah menanam padi. Tapi entah bagaimana apa yang dilakukan itu selalu diisukan miring. Berat memang, menunjukkan sesuatu yang baik karna sesuatu yang baik itu belum tentu dinilai baik bagi orang lain. Selama ini banyak orang selalu mencari kesalahan Sahbirin Noor tapi sayang mereka tidak menemukan kecuali melempar isu-isu yang memperburuk citra Sahbirin Noor.

Sahbirin Noor lahir di Banjarmasin tanggal 12 November 1967, sekolah di Madrasah Ibtidaiyah TPI Budi Mulia Sungai Jingah Banjarmasin, SMP Negeri 10 Banjarmasin, dan pendidikan SI diperoleh dari Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari daan S2 di Universitas Putra Bangsa kota Surabaya.

Sahbirin Noor terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkal Provinsi Kalimantan Selatan dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Kantor DPP Golkar Jakarta tahun 2017. Saat itu dia menyampaikan bahwa dia dan kader Golkar akan bergerak bersama-sama memajukan Kalimantan Selatan. Tanggal 17 Juli 2020 Sahbirin Noor kembali terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Selatan.

Setelah menang pilkada Gubernur Kalimantan Selatan tahun 2015, berpasangan dengan Rudy Resnawan, Sahbirin kembali mencalonkan diri pada pilkada Gubernur Kalimatan Selatan tahun 2020. Pilkada tanggal 9 Desember 2020 sampai saat ini belum ada pemenangnya, karena lawan politiknya Denny-Difri mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi mengenai perselisihan suara sebanyak 8.127 suara dan perolehan suara Sahbirin-muhidin. Denny-Difri mendapatkan suara 843.695 (49.76 persen) Sahbirin-Muhidin 851.822 (50,24 persen). Setelah diperkarakan di Mahkamah Konstitusi, MK akhirnya memutuskan bahwa beberapa TPS harus diulang pencoblosannya melalui Pemilihan Suara Ulang (PSU).

Keputusan itu disambut dengan Salat hajat oleh Paman Birin, sambil menyiapkan strategi untuk kembali merebut hati rakyat dalam pemilihan PSU pada 9 Juni 2021. Menurut Paman Birin, hasil keputusan MK harus disambut sebagai bagian dari kemajuan demokrasi Indonesia dan mempersiapkan diri berkompotisi dengan Denny Indrayana mendapatkan kursi kepemimpin Kalimantan Selatan.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 02 Oktober 2015 08:50

Peserta Duta Lingkungan Melonjak

<p><strong>BANJARMASIN</strong> &ndash; Isu-isu lingkungan ternyata masih cukup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers