MANAGED BY:
SELASA
18 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Sabtu, 10 April 2021 11:35
Fatherless Mengancam Kita
Penulis: Zulkifli Rahman

PROKAL.CO,

Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak (paternal involvement) merupakan salah satu faktor penting dalam proses tumbuh kembang anak. Hasil penelitian para ahli psikologi menunjukkan bahwa anak-anak yang ayahnya terlibat secara positif dalam pengasuhan, akan terlihat lebih cerdas secara moral dan emosi pada saat mereka tumbuh dewasa.

========================
Oleh: Zulkifli Rahman
Kepala SDN Takulat, Tabalong
========================

Dikatakan Sundari (2013) dalam sebuah prosiding seminar National Parenting di Indonesia, bahwa banyak anak-anak di Indonesia yang mengalami fatherless atau tumbuh tanpa pendampingan seorang ayah. Adanya wacana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diungkapkan gubernur Anies Baswedan untuk memberikan cuti bagi ayah yang istrinya akan melahirkan merupakan sebuah ide yang bagus.

Kebijakan cuti melahirkan di negeri ini hanya berlaku bagi kaum hawa. Tujuan utama dari pemberian cuti kepada ayah tentulah untuk melibatkan peran serta ayah terhadap perkembangan anaknya. Seorang ayah akan merasakan bagaimana susahnya mengasuh anak, sehingga akan menyadarkan akan pentingnya anak bagi keluarga.

Edward Elmer Smith psikolog Amerika menyebut Fatherless adalah hilangnya peran ayah di rumah baik fisik maupun psikologisnya. Indonesia termasuk Negara ketiga Fatherless Country adalah negara dengan peran ayah yang minim. Elly Risman dari tahun 2008-2010, studi di 33 provinsi di Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia salah satu negara paling “yatim” di dunia. Waktu anak bertemu ayahnya hanya 65 menit perhari.

Penelitian dari The University of New Jersey anak yang banyak berinteraksi dengan ayahnya memiliki IQ lebih tinggi dibanding anak yang tak cukup berinteraksi dengan sang ayah. Apabila seorang anak sama sekali tidak merasakan peran dari seorang ayah, maka dia akan merasa kesulitan untuk melakukan adaptasi baik di sekolah, lingkungan sosial atau pun dalam perubahan yang lain. Hasil reset tersebut menunjukan bahwa enam puluh tiga persen anak yang tak pernah mengenal ayahnya akan mengalami masalah psikologis seperti gelisah, tidak memiliki pendirian, fobia, dan depresi.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 18 Mei 2021 12:36

Membumikan Konsep Belajar Ki Hajar Dewantara

Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 2 Mei…

Senin, 17 Mei 2021 10:54

Data yang Lebih Baik Melalui Sensus Pertanian

Sensus Penduduk 2020 telah selesai dimana kegiatan tersebut menjelaskan bahwa…

Selasa, 11 Mei 2021 11:20

Ini Lebaran atau Sempitan?

Jika Anda mudah tersinggung dan tidak terlatih berpikir untuk mempertimbangkan…

Selasa, 11 Mei 2021 11:08

Arti Maaf

Sebentar lagi Idul Fitri. Tanpa baju baru, THR atau mudik,…

Senin, 10 Mei 2021 12:48

Putusnya Ukhuwah Islamiyah

Abdullah bin Umar r.a menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:…

Jumat, 07 Mei 2021 15:56

Tidak Mudik Merupakan Kebaikan

Pemerintah telah menetapkan tanggal 6-17 Mei 2021 sebagai larangan mudik.…

Kamis, 06 Mei 2021 10:54

Dalam Sepi

PEMERINTAH melarang mudik. Secara resmi, Idul Fitri 2020 dan 2021…

Rabu, 05 Mei 2021 12:49

Ridho dengan Ketetapan Allah

Imam Al Ghazali, dalam Ihya Ulumiddin, juz 4 hal 350…

Rabu, 05 Mei 2021 10:16

Mudik: Perjalanan Kembali Kepada Allah

Mulai tanggal 6-17 April 2021, pemerintah melarang melakukan mudik. Tidak…

Selasa, 04 Mei 2021 10:32

Merdeka Belajar di Era Revolusi Industri 4.0

Apa yang anda rasakan pada kehidupan kita saat ini? Samakah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers