MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Selasa, 13 April 2021 12:00
Aliansi Pekerja Buruh Banua Tuntut THR Dibayar Penuh
Koordinator Aliansi Buruh Banua, Yoeyoen Indharto (tengah)

BANJARMASIN - Aliansi Pekerja Buruh Banua (PBB) Kalsel menggelar aksi. Namun tidak turun ke jalan, mereka hanya melaksanakan audiensi dengan dewan. Tuntutannya sama, agar pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dibayar penuh pengusaha.

“Kita meminta agar pengusaha bisa membayarkan THR secara penuh kepada pekerja atau buruh,” kata Koordinator Aliansi Buruh Banua, Yoeyoen Indharto kepada wartawan, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Kalsel, Senin (12/4).

Bahkan, edaran yang diterima kalangan pekerja menyebutkan, perusahaan yang tidak mampu membayar THR harus melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja setempat dan menyampaikan hasil audit akuntan publik dalam dua tahun terakhir yang menunjukan perusahaan mengalami kerugian.

“Kalau tidak melaporkan. Artinya tidak ada alasan pengusaha untuk mencicil THR bagi pekerja,” tegas Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel itu.

THR yang dibayarkan kepada pekerja ini akan memberikan dampak pada pergerakan ekonomi, khususnya meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Lebaran Idul Fitri. “Tanpa THR, tentu pekerja dan buruh sedikit memiliki daya beli,” tambahnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel M Lutfi Syaifuddin mendukung tuntutan buruh. Menurutnya, tidak ada alasan bagi perusahaan yang mampu untuk memberikan THR dengan cara dicicil. “Kita minta Asosiasi Pengusaha Indonesia bisa membayarkan THR secara penuh, karena ini merupakan hak pekerja atau buruh,” ucapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel H Siswansyah mengatakan, jumlah perusahaan yang melaporkan tidak mampu membayarkan THR pada 2020 lalu sangat kecil, hanya sekitar lima persen. Jika memang belum mampu, bisa dilakukan secara mencicil dan melaporkan audit dari akuntan publik. “Jadi tidak ada alasan untuk menghindar dari kewajiban membayar THR bagi pekerjanya,” pungkas Siswansyah. (gmp/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:00

Ingin Buka, Museum Tunggu Izin

BANJARBARU - Hampir dua tahun sudah Museum Lambung Mangkurat di…

Jumat, 17 September 2021 21:01
PLN Kalselteng

PLN Kalselteng Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Kalteng

PALANGKA RAYA - Tidak hanya fokus melakukan memulihkan pasokan listrik,…

Jumat, 17 September 2021 13:32

Belum Pasti Kapan Bioskop Buka

BANJARBARU - Mulai kemarin (16/9) bioskop di seluruh Indonesia dibuka…

Kamis, 16 September 2021 18:58

Pelaku Usaha Minta Jangan Diketati Lagi

BANJARMASIN - Turunnya level PPKM di Banjarmasin dan Banjarbaru disambut…

Kamis, 16 September 2021 15:39

Ada Wacana Kenaikan Tarif Air Leding, PDAM: Pemprov Lebih Tahu

BANJARMASIN – Wacana kenaikan tarif air leding menghebohkan media sosial.…

Kamis, 16 September 2021 15:34

Harga Elpiji Ingin Dinaikkan, Momennya yang Tidak Tepat

BANJARMASIN – Usulan Hiswana Migas Kalsel untuk menaikkan harga eceran…

Rabu, 15 September 2021 09:44

Pandemi, Baayun Maulid di Masjid Banua Halat Kembali Ditiadakan

RANTAU – Pelaksanaan Baayun Maulid belum bisa di gelar pada…

Selasa, 14 September 2021 17:46

Ternyata Bukan Cuma Isu, Hiswana Minta HET Gas 3 Kg Dinaikkan

BANJARMASIN - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Kalsel…

Selasa, 14 September 2021 16:21

Kumuh, Los Ikan Pasar Keramat Barabai Ditinggal Pedagang

BARABAI – Setelah diterjang banjir, tak ada upaya serius Pemerintah…

Selasa, 14 September 2021 15:46

PPKM Picu Deflasi

BANJARBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, telah merilis Indeks…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers