MANAGED BY:
SELASA
18 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 19 April 2021 14:27
Semakin Pembatasan, Kok Kasus Makin Melonjak, Pakar: Apa Ada yang Salah?
SWAB: Seorang pengunjung kafe di Banjarbaru di-swab di tempat. Sejak pembatasan Januari lalu, kasus Covid-19 di Kalsel justru melonjak tajam. | FOTO: DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO,

BANJARMASIN - Sampai Sabtu (17/4) tadi, angka kasus Covid-19 di Kalsel terus meroket. Penambahan kasus di hari itu sebanyak 156 orang dan menjadikan total kasus di Kalsel mencapai 31.407 orang. 

Dari catatan Anggota Tim Ahli Satgas Covid-19 Kalsel Hidayatullah Muttaqin, sepanjang 15 hari pertama bulan April, penduduk Kalsel yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 3.214 orang. Jumlah ini lebih besar 541 kasus jika dibandingkan dengan situasi pada 1-15 Maret sebelumnya. “Kecepatan kasus di Kalsel semakin tinggi, ini harus menjadi perhatian warga,” ujarnya mewanti-wanti.

Paruh pertama bulan April ini tidak menunjukkan penurunan penularan. Bahkan kecepatan penularan semakin kencang dengan dibuktikan terjadi sebanyak 210 kasus positif per hari. Kasus ini, lebih tinggi dibandingkan kecepatan bulan Maret dengan laju sebesar 195 kasus per hari.

Memasuki bulan Ramadan yang tingginya aktivitas ibadah di tempat ibadah, dia juga mengingatkan perlu kewaspadan tinggi bagi masyarakat. Menurutnya, dimana ada sekelompok orang atau masyarakat berkumpul, di situ ada potensi penularan. “Jangan lalai dalam menerapkan protokol kesehatan yang dapat memicu pemaparan virus Corona terhadap jemaah dalam jumlah masif. Sangat rawan,” pesannya.

Menghindari penularan, takmir masjid sebutnya, perlu memastikan seluruh jemaah mengenakan masker, jika ada yang tidak membawa harus disediakan masker gratis. “Harus tegas, jamaah dapat dilarang masuk jika tidak mau mengenakan masker,” ucapnya.

Masih rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat di Kalsel dalam menerapkan prokes, ditambah pola sikap tidak percaya dengan Covid-19, termasuk rasa bosan karena kelamaan pandemi, menjadi faktor yang dapat mendorong pengabaian protokol kesehatan dalam melaksanaan ibadah Ramadan. “Faktor seperti ini yang menjadi kasus penularan meroket,” terangnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 18 Mei 2021 13:36

Dinkes Setop Vaksin AstraZeneca, BPOM Rekom Menghentikan karena Temuan Kasus Kematian

Sebanyak 120 vial vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 yang ada di…

Selasa, 18 Mei 2021 13:07

Banjir Mulai Surut, Kerugian Warga Besar

BATULICIN - Banjir yang melanda Desa Sungai Bulan dan Sungai…

Selasa, 18 Mei 2021 13:05

Kuota PPPK HST Dikurangi Pusat

BARABAI- Kuota penerimaan formasi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK)…

Selasa, 18 Mei 2021 13:04

Tanggulangi Bencana Banjir, Anggaran Disiapkan

BANJARMASIN – Banjir yang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten…

Selasa, 18 Mei 2021 13:02

Kalau ASN Tak Masuk, Biarlah Jadi Urusan Atasan

  BANJARMASIN - Pelaksana harian (Plh) Sekdako Banjarmasin, Mukhyar menggelar…

Selasa, 18 Mei 2021 12:56

Usai Vaksinasi Tenaga Kependidikan,100 Sekolah Piloting Banjarbaru Berpeluang PTM

BANJARBARU - Kemungkinan pembelajaran tatap muka (PTM) sekolah di Kota…

Selasa, 18 Mei 2021 09:51
PARLEMENTARIA

Pemanfaatan Eks Pasar Bauntung Harus Direncanakan Matang

BANJARBARU - Pasar Bauntung Banjarbaru kini sudah direlokasi ke Jalan…

Selasa, 18 Mei 2021 09:49
Pemkab Tanah Laut

Tim Gabungan Dapati Pengunjung di Objek Wisata

PELAIHARI – Setelah melakukan  pemantauan ke objek-objek wisata Satuan Polisi…

Selasa, 18 Mei 2021 09:48
Pemkab Tanah Laut

Dispora Kirim Putra Putri Terbaik Tala

PELAIHARI – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tanah Laut lepas…

Selasa, 18 Mei 2021 09:47
Pemkab Tanah Laut

PMII Galang Dana untuk Satui

PELAIHARI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers