MANAGED BY:
SELASA
15 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Jumat, 07 Mei 2021 15:56
Tidak Mudik Merupakan Kebaikan
Penulis: Masroliyan Nor

PROKAL.CO,

Pemerintah telah menetapkan tanggal 6-17 Mei 2021 sebagai larangan mudik. Larangan itu berlaku bagi semua warga di Kalimantan Selatan, dan juga bagi ASN, pegawai BUMN/BUMD, anggota TNI/Polri dan lainnya. Setiap kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dijaga oleh aparat gabungan polisi, TNI dan Satpol PP. Setiap pemudik yang melintasi check-point di daerah yang dilaluinya akan diperiksa. Apabila tidak bisa menunjukkan surat swab antigen, maka pemudik disuruh putar balik. Jika pemudik tetap ngotot, maka akan dilakukan tes swab antigen di tempat check-point tersebut.

=============================
Oleh: Masroliyan Nor, S.Pd.I, M.Pd
Kamad MAS Ainul Amin Balangan
=============================

Pemerintah Provinsi Kalsel telah memberikan 5000 dosis antigen yang dibagikan di posko-posko yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi para pemudik yang ngotot mau melanjutkan perjalanan mudiknya. Apabila dalam tes swab antigennya positif, maka pemudik tidak diizinkan meneruskan perjalanannya dan dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk dikarantina, baik karantina ditempat tertentu maupun mandiri.

Dalam melakukan larangan mudik ini, petugas tetap menjalankannya secara persuasif. Tidak ada pemberlakuan sangsi fisik. Semua dilakukan dengan humanis tanpa kekerasan. Untuk itu, diperlukan kerja sama semua pihak, agar larangan mudik ini bisa berjalan dengan baik, damai dan aman. Kalau ada larangan mudik, hendaklah kita taati bersama. Jangan sampai pemudik memaksakan dirinya untuk tetap mudik. Sehingga terjadi ketegangan yang berdampak adu fisik dengan petugas. Untuk kebaikan kita semua, hendaklah kita taati aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Sehingga sebaran covid-19 tidak semakin bertambah lagi.

Akhir-akhir ini, di media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Instagram dan lainnya beredar tulisan status yang cukup provokatif. Tulisan itu kurang lebih berbunyi “Corona tahun depan belum tentu hilang, tapi orang tua kita tahun depan belum tentu ada”.

Tulisan itu sebenarnya sederhana saja. Maknanya juga sangat baik. Sekilas bagi yang membaca tulisan itu akan membenarkannya. Sebab, tidak ada orang yang bisa memprediksi kapan pandemi covid-19 ini berakhir. Begitu juga dengan umur manusia, siapapun tidak ada yang tahu berakhirnya. Hidup dan mati manusia ditentukan oleh Allah Swt. Untuk itu, perbuatan baik jangan sampai tertunda. Selama bisa dilakukan saat ini, maka lakukanlah. Siapa tahu, setelah melakukannya azal datang menjemput.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers