MANAGED BY:
JUMAT
24 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 17 Mei 2021 13:01
Di Banua, Angka Pengangguran Mulai Turun
Ilustrasi pengangguran

BANJARBARU - Semoga ini jadi pertanda kebangkitan dunia usaha Banua. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel mencatat, angka pengangguran periode Agustus 2020 - Februari 2021 mengalami penurunan.

Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, pada Agustus 2020 jumlah pengangguran di Banua mencapai 103.648 orang, sedangkan Februari 2021 turun menjadi 95.001. "Jadi ada penurunan sekitar 8.647 orang," katanya melalui Kanal Youtube BPS Kalsel, baru-baru tadi.

Dia mengungkapkan, pengangguran yang mereka catat merupakan masyarakat yang masuk dalam penduduk usia kerja berusia di atas 15 tahun. "Karena usia ini memiliki potensi untuk masuk ke pasar kerja," ungkapnya.

Ditambahkannya, penduduk usia kerja di Kalsel dalam setahun terakhir mengalami kenaikan: dari 3,13 juta orang pada Februari 2020, menjadi 3,18 juta di Februari 2021. "Penduduk usia kerja cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Kalsel," tambahnya.

Terkait turunnya angka pengangguran di Banua, Edy menyampaikan, ini dikarenakan semua lapangan pekerjaan mengalami kenaikan dalam menyerap tenaga kerja. "Kecuali sektor pertanian, perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi yang mengalami penurunan," ucapnya.

Sektor pertanian sendiri kata dia, saat ini masih menjadi lapangan pekerjaan yang memiliki distribusi tenaga kerja terbesar. "Pada Februari 2021 ada 30,64 persen penduduk Kalsel yang bekerja di sektor pertanian. Turun dibandingkan Agustus 2021 yang mencapai 33,33 persen," katanya.

Sedangkan, perdagangan, rumah makan dan akomodasi menurut Edy, menjadi sektor terbesar kedua dalam menyerap tenaga kerja. Februari 2021, ada 26,61 persen penduduk Banua bekerja di sektor ini. Sedangkan Agustus 2020 sebanyak 26,65 persen.

Ihwal lapangan kerja yang mengalami kenaikan dalam menyerap tenaga kerja, dia menyebut, salah satunya sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan. "Sektor ini Agustus 2020 cuma menyerap 15,65 persen tenaga kerja. Pada Februari 2021 mampu menyerap 17,43 persen tenaga kerja," sebutnya.

Sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi juga mengalami kenaikan penyerapan tenaga kerja: dari 4,60 persen menjadi 4,87 persen. "Sektor industri juga naik, dari 8,79 persen pada Agustus 2020, menjadi 8,89 persen pada Februari 2021," ucap Edy.

Meski sejumlah sektor lapangan pekerjaan mengalami peningkatan dalam menyerap tenaga kerja, menurutnya bukan berarti pandemi Covid-19 sudah tidak mempengaruhi dunia usaha. "Karena saat ini masih ada 248 ribu penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19," ujarnya.

Dia menambahkan, karena Covid-19 dari 248 ribu penduduk tersebut, 12 ribu di antaranya menjadi pengangguran; 15,6 ribu tidak dapat bekerja; 210 ribu bekerja dengan pengurangan jam kerja dan 9,5 ribu sisanya menjadi bukan angkatan kerja.

Secara terpisah, Pengamat Ekonomi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Syahrituah Siregar menyampaikan, pemerintah harus mengantisipasi banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan lantaran Covid-19. Kalau tidak bakal terjadi bahaya sosial ekonomi.

"Di mana akan banyak orang kelaparan dan angka kriminalitas meningkat, karena banyak PHK tapi tidak ada sumber pekerjaan baru. Mudah-mudahan itu tidak sampai terjadi," katanya.

Menurutnya, agar hal itu tidak terjadi pemerintah bersama pihak terkait harus punya solusi. Salah satunya ialah menyediakan sumber penerimaan dan pekerjaan baru untuk para karyawan yang kena PHK.

"Perlu ada jaring pengaman sosial, proyek padat karya infrastruktur pedesaan dan jalur inovasi bisnis di masa physical distancing untuk menjadi sumber penerimaan dan pekerjaan baru," ujarnya.

Di samping itu, dia menjelaskan, semua pemegang kebijakan. Baik pebisnis maupun pemerintah juga harus berhitung ketahanan finansialnya, untuk melihat bisa bertahan berapa lama. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 23 September 2021 16:27

Rantau Baru, Proyek Ambisius Kabupaten Tapin

Dulunya hanya area persawahan, sekarang disulap menjadi ikon dan etalase…

Kamis, 23 September 2021 16:14

Objek Wisata Segera Dibuka Bertahap, Ibnu Sina ingin Semuanya Siap

BANJARMASIN - Kabar gembira untuk pelaku usaha wisata di Banjarmasin.…

Kamis, 23 September 2021 12:34

Pengelola Wisata Keberatan Raperda Pajak HST

BARABAI - Pengelola wisata di Hulu Sungai Tengah (HST) keberatan…

Selasa, 21 September 2021 13:56

Ditegur Satpol PP, Izin Caviar pun Disoal

BANJARMASIN – Pengelola tempat hiburan malam (THM) yang melabrak PPKM…

Senin, 20 September 2021 13:46

Hiswana Usul Naikkan Gas 3kg, Pakar: Pemprov Harus Melihat Keadaan

BANJARMASIN – Pakar ekonomi Gusti Suryasari Rahmatiilah merespons usulan Hiswana…

Sabtu, 18 September 2021 19:00

Ingin Buka, Museum Tunggu Izin

BANJARBARU - Hampir dua tahun sudah Museum Lambung Mangkurat di…

Jumat, 17 September 2021 21:01
PLN Kalselteng

PLN Kalselteng Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Kalteng

PALANGKA RAYA - Tidak hanya fokus melakukan memulihkan pasokan listrik,…

Jumat, 17 September 2021 13:32

Belum Pasti Kapan Bioskop Buka

BANJARBARU - Mulai kemarin (16/9) bioskop di seluruh Indonesia dibuka…

Kamis, 16 September 2021 18:58

Pelaku Usaha Minta Jangan Diketati Lagi

BANJARMASIN - Turunnya level PPKM di Banjarmasin dan Banjarbaru disambut…

Kamis, 16 September 2021 15:39

Ada Wacana Kenaikan Tarif Air Leding, PDAM: Pemprov Lebih Tahu

BANJARMASIN – Wacana kenaikan tarif air leding menghebohkan media sosial.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers