MANAGED BY:
SELASA
15 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 18 Mei 2021 13:04
Tanggulangi Bencana Banjir, Anggaran Disiapkan
BANJIR: Bencana banjri yang kerap melanda beberapa daerah, termasuk musibah di dua kecamatan di Tanah Bumbu.

PROKAL.CO,

BANJARMASIN – Banjir yang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) membuat prihatin banyak pihak, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Anggota Komisi I Fahrani menyarankan kepada Pemprov Kalsel untuk segera melakukan sejumlah langkah. Jangan sampai persoalan bencana alam ini terus terulang, tanpa ada antisipasi yang dilakukan.
“Meminta pemprov Kalsel untuk menambah anggaran untuk mitigasi bencana. Kedua, pemprov melakukan penelitian melihat daerah mana saja yang memiliki lahan kritis, dan ketiga pemberian sanksi terhadap perusahaan-perusahan yang nakal tidak melakukan reklamasi lahan tambang,” kata politikus PDIP, Senin (17/5).
Sebab menurut Fahrani, dari anggaran Rp10,8 miliar di dinas BPBD Kalsel tidak ada anggaran khusus untuk penanganan bencana banjir. Padahal, Kalsel sangat berpotensi terhadap bencana banjir. Penanganan bencana banjir yang terjadi di awal tahun 2021, dana yang digunakan adalah dana tanggap darurat yang nilainya hanya Rp3,2 miliar. tentu itu tidak cukup.
Belum lagi, ditambah minimnya sarana dan prasarana penanggulangan banjir, seperti perahu karet untuk evakuasi korban banjir. Kemudian, sumber daya manusia (SDM) yang minim, sehingga rasanya Kalsel belum siap melakukan penanganan bencana banjir.
“Karena, pascabanjir lalu, kita terkejut karena di BPBD ternyata anggarannya sangat kecil dan tidak mencukupi, termasuk dari segi SDM,” ujarnya.
Fahrani juga mnyarankan, agar pemprov membentuk tim ahli untuk melakukan kajian, di mana saja titik-titik banjir, bencana longsor, kebakaran hutan dan lahan dan sebagainya. Kemudian menindak perusahaan-perusahaan tambang yang nakal tidak melakukan reklamasi pasca penambangan. Jangan sampai mereka bisa meninggalkan begitu saja, karena yang dirugikan adalah daerah.
“Tidak perlu kantor besar cukup Unit Pelaksana Teknis (UPT) di tiap titik, sehingga kalau ada bencana bisa cepat menangani,” jelasnya. (gmp)


BACA JUGA

Senin, 14 Juni 2021 15:43

Jemaah Kalsel Enggan Tarik Dana Haji, Daftar Tunggu Haji Menjadi 34 Tahun

BANJARMASIN - Tertundanya keberangkatan haji tahun ini berdampak dengan masa…

Senin, 14 Juni 2021 15:42

Jelang Tahun Ajaran Baru, Vaksinasi Guru Masih Rendah

BANJARBARU - Memulai tahun ajaran baru 2021-2022 bulan Juli nanti,…

Senin, 14 Juni 2021 13:30

Bantuan Bedah Rumah Bisa Dibatalkan

BANJARMASIN - Dinas Sosial Banjarmasin memastikan, tahun ini program rehab…

Senin, 14 Juni 2021 13:26

Bahu Jalan Terlalu Curam, Banyak Pemotor Melawan Arus

BANJARMASIN - Perbaikan Jalan Cemara Ujung dan Jalan Tembus Perumnas…

Senin, 14 Juni 2021 13:24

Antisipasi Pohon Tumbang

BANJARMASIN - Hujan deras disertai angin kencang dan petir yang…

Senin, 14 Juni 2021 13:20

Jawab Tuntutan Buruh, Disnaker: Yang Tersisa Tinggal Masalah Internal

BANJARMASIN - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, Siswansyah…

Senin, 14 Juni 2021 13:05

Waspada Cuaca Ekstrem Intai Banua

BANJARBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat menganalisis…

Senin, 14 Juni 2021 12:58

Beton Jadi Ulin, Syukuri Saja

MARABAHAN - APBD boleh terdampak pandemi, bukan berarti Jalan Kutabamara…

Senin, 14 Juni 2021 12:55

9 Kali Patungan, Demi Bangun Jembatan

BARABAI - Sudah sembilan kali jembatan darurat di Desa Alat…

Senin, 14 Juni 2021 12:53

Tidak Divaksin, Dilarang Mengajar

KANDANGAN – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan kembali dibuka di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers