MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 24 Mei 2021 09:08
Tunjangan Berkurang, ASN Perlu Adaptasi
Ilustrasi Tunjangan

PARINGIN – Belakangan, pengurangan tunjangan daerah atau Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), ramai menjadi perbincangan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Balangan.

Pengurangan TPP yang tertuang dalam Peraturan Bupati Balangan nomor 5 tahun 2021, tentang tambahan penghasilan pegawai aparatur sipil negara tersebut, terhitung sejak Maret 2021.

Salah seorang ASN mengaku, dua bulan terakhir dia cukup berat untuk beradaptasi dengan berkurangnya TPP, karena banyaknya pengeluaran, berbanding terbalik dengan pemasukan yang tiba-tiba berkurang.

“Kalau secara dampak ya, cukup besar bagi keuangan keluarga. Sangat perlu adaptasi. Daya beli pun mau tidak mau harus dikurangi. Terlebih bagi pegawai yang SK-nya ‘sekolah’, pasti hanya berharap dari TPP,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi terkait pengurangan TPP ini, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Balangan Tamrin menuturkan, pihaknya tidak menyebutnya sebagai pengurangan melainkan penyesuaian anggaran.

Dijelaskannya, secara umum kondisi fiskal negara mulai tahun 2020 sampai sekarang masih berjuang untuk bisa pulih kembali. Guncangan itu, kata dia, tentu berdampak terhadap rencana penyaluran pemerintah pusat ke daerah. Anggaran yang sudah diputuskan pun terkoreksi. Terdapat beberapa perubahan dari yang sudah disampaikan.

“Jadi, anggaran kita di 2021 lumayan terkoreksi dari apa yang kita asumsikan,” ungkapnya.
Tamrin membeberkan, pagu anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) merupakan pendapatan paling besar bagi Kabupaten Balangan. DBH yang dipatok di angka Rp312 miliar lebih, terkoreksi hingga Rp86 miliar lebih menjadi Rp226 miliar. Kemudian untuk Dana Alokasi Umum (DAU) yang estimasi penganggarannya Rp356 miliar, terkoreksi mencapai Rp11 miliar menjadi Rp346 miliar.

“Dari dua sumber pendapatan ini, kata dia, kalau dikumulatifkan maka koreksinya mencapai Rp97 miliar lebih. Itu pun kalau penyaluran 100 persen. Karena setiap tahunnya itu biasanya paling tinggi penyaluran hanya 80 persen. Kalau penyaluran 80 persen, maka anggaran Pemkab Balangan terkoreksinya sekitar Rp146 miliar.

“Dari koreksi ini lah, maka kita harus melakukan efisiensi dalam penggunaan anggaran. Ini baru asumsi dana transfer, belum lagi pendapatan daerah yang pasti juga akan terkoreksi. Bukan cuma kita, semua daerah juga mengalami hal yang sama dan harus melakukan efisiensi,” terangnya.

Untuk mengantisipasinya, lanjut Tamrin, Pemerintah Daerah pun akan melakukan langkah-langkah untuk efisiensi, seperti menekan realisasi termasuk penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Kalau dulu, katanya, Kabupaten Balangan memiliki kemampuan untuk bisa berbelanja tambahan. Tapi hari ini pendapatan kecil, sehingga tidak bisa lagi melakukan itu. Tahun lalu, dengan APBD Rp1,4 T masih bisa mendanai untuk tambahan penghasilan. Hari ini memang dalam anggaran Rp1,1 T yang realnya setelah terkoreksi hanya sekitar Rp900 miliar. Maka secara logika harus dilakukan penyesuaian.

“Masa pendapatan kecil tapi pengeluaran besar. Yang jelas menyesuaikan dengan pendapatan daerah. Ini sudah menjadi hukum ekonomi, pendapatan besar belanja besar, pendapatan kecil kita akan melakukan koreksi belanja. Penyesuaian TPP sendiri sudah sudah direncanakan setelah mendapatkan PMK akhir tahun 2020 lalu,” ujarnya. (why/ema)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 14:03

Suplai Normal, Harga Gas 3 Kg Eceran Malah Mahal, Tanggungjawab Siapa ?

BANJARMASIN - Harga gas elpiji 3 kilogram di eceran masih…

Senin, 18 Oktober 2021 06:25

Kemeja Thrift Shop Masih Digemari

BANJARMASIN - Thrift shop menjadi kian ramai belakangan ini. Terutama…

Senin, 18 Oktober 2021 06:22

Raup Jutaan Perbulan dari Copotan Onderdil Kendaraan

BANJARMASIN - Bisnis otomotif bukan sekadar jual beli motor atau…

Senin, 18 Oktober 2021 06:17

Potensi Industri Halal Sangat Besar

BANJARBARU - Besarnya jumlah konsumen produk halal di Indonesia dapat…

Senin, 18 Oktober 2021 06:14

Waspada..! Jangan Tertipu Pinjaman Koperasi

BANJARBARU - Layanan pinjaman online (pinjol) ilegal semakin mengkhawatirkan. Terbaru,…

Senin, 18 Oktober 2021 06:08

Pertalite Sering Kosong di SPBU Banjarbaru

BANJARBARU - Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite akhir-akhir ini…

Minggu, 17 Oktober 2021 08:01

Dongkrak Literasi Perbankan Syariah, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Bersama Awak Media

BANJARBARU - PT Bank Syariah Indonesia Regional Banjarmasin, Rabu (13/10)…

Sabtu, 16 Oktober 2021 06:54

Kominfo Dorong Peralihan ke TV Digital di Provinsi Bali

BALI - Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar koordinasi dengan Dinas…

Jumat, 15 Oktober 2021 07:19

Jasa Kontruksi juga Dapat Insentif PPh Final

BANJARBARU - Salah satu insentif pajak yang diberikan oleh pemerintah…

Jumat, 15 Oktober 2021 07:18

OJK Dorong Bank Kalsel Percepat Isi Kekosongan Dirut

BANJARMASIN - Posisi Direktur Utama Bank Kalsel masih kosong sejak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers