MANAGED BY:
SELASA
26 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 12 Juli 2016 10:25
Ayahnya Dituduh Menjual Tanah Masjid, Sang Anak Bacok si Penuduh
DENDAM - Bana (duduk) pembacok pengurus masjid di Alalak Utara.

BANJARMASIN - Tak terima sang ayah dituduh menjual tanah masjid, sang anak bernama Sabana alias Bana (21),  warga Alalak Utara RT 11 Banjarmasin Utara membacok pengurus masjid, Rabu (6/7) 20.30 Wita.

Korban Suharto (42) mengalami luka bacokan senjata tajam (Sajam) jenis parang yang di layangkan Bana dan membuat dirinya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ansari Saleh. Peristiwa tersebut ini  membuat warga di kawasan Alalak Utara heboh.

Ketika disambangi Mapolsekta Banjarmasin Utara, kemarin (11/7) pagi,  Bana terlihat santai dengan mengenakan kaos tahanan berwarna orange. Menurut keteranganya, ia melakukan perbuatan itu lantaran sakit hati ayahnya,   seorang kaum masjid dituding oleh Suharto menjual tanah masjid, padahal sebenarnya itu bukan tanah masjid,  melainkan milik orang tuanya.

“Saya sakit hati ayah dituduh menjual tanah masjid dan uang kas masjid dari hasil penjualan tanah, dan dia diberhentikan menjadi kaum. Setelah itu muncul rasa dendam dan ingin membuat perhitungan kepada Suharto,” akunya dengan nada masih emosi.

Niat Bana tersampaikan saat berjalan di samping masjid,  dia berpapasan dengan Suharto usai salat isya di masjid tersebut. Seketika itu Bana langsung menyerang dengan senjata tajam yang sudah dibawanya.

“Saya tidak tahu lagi berapa kali saya bacok, yang pastinya saya dendam dan bikin ia jera dan setelah itu saya lari,” ujarnya.

Kapolsek Banjarmasin Utara AKP Andik Eko Siswanto melalui Kasi Humas Aiptu Agus Sugiarto membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku penganiayaan tersebut setelah korbannya melapor.

Diketahui pihaknya, motif  dari penganiayaan tersebut lantaran pelaku sakit hati kepada korban, karena ayahnya diberhentikan dan dituduh menyelewengkan dana masjid.

Namun permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan, akan tetapi pelaku sudah tersulut dendam.

“Ayah pelaku diberhentikan sebagai kaum masjid  sudah didasari rapat dan musyawarah pengurus serta warga setempat.

Bahkan masalah itu sudah dilakukan mediasi, tapi pelaku tidak mengetahui hal itu. Ia justru mengamuk dan membabi buta menganiaya korban meluapkan dendamnya,” jelas Aiptu Agus, seraya menyebut bahwa pelaku terancam hukuman 7 tahun penjara.(lan)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers