MANAGED BY:
KAMIS
23 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Kamis, 27 Mei 2021 13:13
Pendidik Wajib Melek IT
Penulis: Yunita Rahmiati

Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang belum mereda sampai hari ini, memaksa dunia pendidikan melaksanakan pembelajaran Daring (dalam jaringan). Walaupun sudah berjalan sejak Maret 2020, kegiatan belajar mengajar secara daring (online) ini berjalan tidak sesuai harapan. Artinya, masih ditemukan banyak kendala dari berbagai sisi, di antaranya ketidaksiapan guru, siswa dan orang tua, serta sarana yang dibutuhkan untuk pembelajaran daring tersebut.

==========================
Oleh: Hj Yunita Rahmiati, S. Pd
Guru SDN Takulat Kecamatan Kelua, Tabalong
==========================

Sistem pembelajaran daring merupakan suatu hal baru bagi kebanyakan guru, siswa dan orang tua. Pembelajaran secara konvensional (tatap muka.red) yang selama ini dilakukan, sudah dianggap yang paling nyaman. Tetapi dengan munculnya Covid-19, mau tak mau sistem pembelajaran konvensional dipaksa berubah.

Jika sebelum pandemi, pembelajaran dilakukan dengan tatap muka di ruang kelas, maka di masa pandemi pembelajaran mesti dilakukan secara daring tanpa bertatap muka secara langsung. Selain berpisah secara fisik, pembelajaran membutuhkan pengetahuan, serta kemampuan tentang internet dan teknologi informasi, serta komunikasi yang baik.

Bagi guru, mereka harus mendesain ulang pembelajaran, materi, dan evaluasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan mesti mampu belajar dan beradaptasi dengan teknologi tersebut, menyiapkan fasilitas pembelajaran seperti komputer, laptop, notebook, atau handphone.

Guru dituntut mampu menyiapkan desain pembelajaran dan materi yang cocok disajikan secara online, serta mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk melaksanakannya.

Mungkin bagi sebagian guru, tidak kesulitan menggunakan internet dalam pembelajaran daring. Tetapi bagi guru yang sudah “berumur” banyak yang gaptek (gagap teknologi) akan menjadi masalah. Walaupun mereka sudah memiliki telepon genggam pintar (smartphone), notebook atau laptop, namun belum pernah memanfaatkannya untuk pembelajaran daring.

Kondisi seperti itulah yang kemudian memunculkan masalah baru. Berhubung pembelajaran secara daring sudah menjadi tuntutan dan kebutuhan di masa pandemi Covid-19, guru mesti memaksakan diri mereka untuk belajar dan memahami teknologi informasi.

Penguasaan teknologi informasi kini sudah menjadi kewajiban bagi guru. Sebab, mereka dihadapkan dengan tantangan baru yang mau tidak mau mesti mereka jalani. Dengan berbagai cara, guru berusaha belajar memahami dan menguasai teknologi informasi, serta mengimplementasikannya dalam pembelajaran daring. Baik belajar secara mandiri atau belajar secara berkelompok di sekolah masing-masing.

Setelah menguasai dan mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran daring, mereka baru merasakan betapa dimudahkan dalam berbagai hal yang terkait dengan pembelajaran daring.

Guru yang selama ini kurang peduli terhadap pemanfaatan teknologi informasi untuk kegiatan proses belajar mengajar, sekarang sudah bisa merasakan sendiri manfaatnya. Ternyata dengan menggunakan teknologi, mereka sangat dimudahkan dalam melaksanakan pembelajaran. 

Teknologi informasi bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi sekarang proses belajar mengajar menjadi semakin mudah dan fleksibel. Artinya, di satu sisi pandemi Covid-19 memang menimbulkan efek negatif, tetapi di sisi lain juga mampu memberikan efek positif bagi dunia pendidikan.

Karena itu, jangan hanya dilihat dari sisi negatifnya saja. Pasti ada hikmah di balik musibah ini. Terbukti, setelah adanya wabah pandemi Covid-19, dunia pendidikan mengalami banyak kemajuan, terutama literasi di bidang teknologi.

Hal ini sesuai pesan yang disampaikan Ketua PGRI Kalimantan Selatan M Hatta, bahwa guru harus memiliki literasi teknologi informasi untuk pembelajaran daring dengan cara rajin mengikuti kegiatan seminar secara virtual (online).

Sekolah harus menyesuaikan dengan wabah tersebut. Dengan mendorong guru lebih kreatif dan mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam pendidikan, serta memfasilitasinya di sekolah. Sehingga cara belajar mengajar, cara pandang guru terhadap penggunaan teknologi informasi juga berubah. Guru yang dulunya tidak peduli, sekarang menjadi menguasai teknologi informasi. (*)


BACA JUGA

Kamis, 16 September 2021 15:58

Mitigasi

DI SETIAP persimpangan lampu merah di Banjarmasin, ada saja yang…

Sabtu, 11 September 2021 22:50

Yang Keliru dari Pesan Pandemi Kita

Yang paling rawan dalam penanganan pandemi di Indonesia adalah kemalasan…

Kamis, 09 September 2021 12:13

Terdengar Fals

TANGGAL 3 September kemarin, Virgiawan Listanto genap berumur 60 tahun.…

Selasa, 07 September 2021 13:25

Militer dalam Pandemi

Dari semua aspek terkait pandemi, keterlibatan polisi dan tentara dalam…

Kamis, 02 September 2021 17:06

Jam Malam

Jam malam membuat Banjarmasin pada pukul 10 sudah seperti lewat…

Senin, 30 Agustus 2021 12:48

Rahasia Ventilasi

Amang Madi, penjaga malam di lingkungan kafe mendatangi saya malam…

Sabtu, 28 Agustus 2021 11:12
The PPKM Story

Kuliah Online Bikin Bosan

Saya Ari Aditya Aryadi. Warga Banjarmasin yang kini sedang menempuh…

Sabtu, 28 Agustus 2021 09:23

Bukan Tukang Bubur

SEKITAR tahun 2015, Jawa Pos menurunkan rubrik anyar: Indonesia di…

Jumat, 27 Agustus 2021 17:34
PPKM STORY

Kecewa Tak Bisa Masuk Mall

Saya Sri Suhartini. Rabu Sore kemarin, saya ke mall sekeluarga.…

Rabu, 25 Agustus 2021 13:39
PPKM STORY

Bikin Spot Wisata Pribadi Selama PPKM

Nama saya Narwanto. Selain sebagai pedagang produk eceran di Banjarbaru,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers