MANAGED BY:
SELASA
15 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Rabu, 02 Juni 2021 11:14
Ajari Anak dengan Hati
Penulis: Rozaqiyah Husaeni

PROKAL.CO,

Anak stres? Orang tua pun stres? Sementara zona belajar tatap muka yang kondusif belumlah terealisasi. Akankah sekolah menggunakan belajar tatap muka atau tetap dari rumah saja? Sedangkan orang tua sudah mulai merasa kepayahan dan anak sering mendapatkan tekanan ketika harus menyelesaikan berbagai tugas. Beban kehidupan mereka makin berat saat menjadi guru dadakan tanpa modal keilmuan sedikit pun.

==========================
Oleh: Rozaqiyah Husaeni, S. Pd
Guru SDN Sungai Lembu
==========================

Anak usia sekolah dasar mungkin sebagian sudah terbiasa memegang handphone, tetapi kalau dikaitkan dengan pelajaran. Apakah anak mampu mandiri belajar sendiri? Sedangkan anak usia sekolah menengah saja kadang masih perlu bimbingan dan kontrol yang ketat. Bila terlalu sering menggunakan handphone bermain akan membuat anak tak tertarik lagi dengan belajar. Jika direnungkan dalam-dalam, mungkin hanya hitungan jari saja anak yang mampu belajar mandiri dengan androidnya. Belajar dengan sungguh- sungguh dan penuh tanggung jawab terhadap tugar BDR yang diberikan.

Memang tidaklah mudah membimbing anak belajar di rumah dengan jangka waktu yang lama dan monoton tanpa bekal keilmuan. Banyaknya aktivitas dan pekerjaan orang tua di rumah kadang membuat kurang sabar dalam mendampingi anak dalam belajar. Apalagi jika di hati sudah menolak dan beranggapan bahwa belajar dan pendidikan adalah tanggung jawab sekolah. Begitu juga si anak yang tiap hari bersama orang tuanya, kadang membuat enggan, bosan, dan bahkan tak menghiraukan ucapan mereka. Karena yang sering terdengar hanya perintah dan bukan bimbingan.

Sebenarnya ada sesuatu yang bisa menjadi penghubung komunikasi antara anak dan orang tua selama BDR yaitu hati yang berkaitan erat dengan bahasa cinta anak. Menurut Dr. Chapman ada lima komponen bahasa cinta yang yang bisa diterapkan.

Pertama dengan sentuhan (physical touch) yang bisa dipenuhi dengan membelai kepalanya, memeluk, mencium, membelai pipi, duduk berdekatan, menggendong, atau menggandeng sehingga merasa disayangi.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers