MANAGED BY:
KAMIS
23 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 02 Juni 2021 11:46
Keindahan Duluan, Keamanan Belakangan, Bangunan di Banjarmasin pun Semakin Mudah Ambles
AMBLES: Bangunan rumah milik Hamsiah warga Jalan Cempaka Sari IV RT 47, Banjarmasin Barat yang ambles beberapa waktu lalu. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Dua bulan terakhir, dua kali bangunan ambles di Banjarmasin. Pertama rumah di Jalan Cempaka Sari IV RT 47, Banjarmasin Barat dan kedua sebuah ruko tiga lantai yang berada di Jalan Pramuka, Banjarmasin Timur. Apa yang membuat rumah-rumah di kota Banjarmasin ini runtuh?

----

Untuk meneliti itu, Radar Banjarmasin mendatangi pemilik rumah di Jalan Cempaka Sari IV. Hamsiah, pemilik rumah yang runtuh mengatakan, rumah tersebut baru dibangunnya pada tahun 2010 silam. Sebelum itu, dia telah membangun fondasi terlebih dahulu.

"Sebelum dibangun, fondasinya dulu yang dipasang, lama sekali, baru sekitar 2010 dibangun, maklum dananya enggak ada," ujarnya.

Semula kata nenek 68 tahun ini, dia hendak hendak membangun rumah dari bahan kayu. Belakangan dia berubah pikiran. Sekitar setahun proses penggarapannya, rumah akhirnya rampung kemudian disewakan.

Setelah beberapa tahun disewa, si penyewa bercerita bangunannya mengalami retak. Juga pernah ada bunyi mencurigakan di bagian lantai, namun karena kurang tahu penyebabnya, Hamsiah mengaku tidak dapat berbuat banyak. Sampai akhirnya, peristiwa itu terjadi.

"Beruntung tidak ada korban, seluruh harta benda penyewa Alhamdulillah selamat," katanya.

Kedua peristiwa tersebut sempat mengejutkan masyarakat dan menjadi perhatian pengamat konstruksi dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Dr Eng Akbar Rahman.

Dia mengatakan penyebab suatu bangunan roboh atau ambles ada beberapa hal. Yang palings sering di Banjarmasin adalah fondasi tak sesuai dengan beban yang disanggah. Penambahan beban ini dilakukan setelah bangunan selesai dikerjakan.

Selain itu, kondisi tanah di Kalsel termasuk Banjarmasin mayoritas lahan Gambut atau rawa. Daya dukung tanah terhadap bangunan harus benar-benar diperhitungkan. "Karena ketika keliru pada perencanaan fondasi, otomatis bisa menyebabkan bangunan turun bahkan ambles, jadi harus matang perencanaannya," kata Akbar, Senin (30/5).

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membangun suatu bangunan adalah konstruksinya. Apakah menggunakan kayu atau beton. Adapula yang mengkombinasikan antara kayu dan beton.

Sementara dua jenis konstruksi ini berbeda. Kayu lebih ringan sedangkan beton lebih berat. Jika digabungkan, mungkin pada awalnya kuat, namun jika pemilik rumah melakukan penambahan, itu bisa membahayakan.

"Yang harus diperhatikan ketika membangun bangunan adalah jenis fondasi, beban bangunan yang akan dibangun, kondisi tanah dan material bangunan yang akan digunakan," saran jebolan Saga University Jepang ini.

Bangunan rumah tinggal, tiang pancang biasanya menggunakan kayu galam. Panjangnya sekitar 6 meter. bangunan ruko pancangan fondasi menggunakan galam dengan panjang 12-15 meter sedangkan bangunan tinggi seperti kantor harus menggunakan pancangan beton.

Dengan pancangan pondasi tersebut, keamanan bangunan akan lebih terjamin. Namun menurutnya, kebanyakan masyarakat kurang memahami itu. Suatu bangunan apalagi bangunan rumah tinggal, yang dilihat mayoritas adalah estetikanya.

"Indikator utama sebuah bangunan itu, aman, kenyamanan dan keindahan, disini terbalik, faktor keindahan yang lebih dulu keamanan belakangan," ujarnya.

Meski demikian, dia mengatakan peristiwa bangunan ambles tidak bisa selalu menyalahkan masyarakat. Menurutnya, yang harus diperbaiki adalah regulasi.

Sebelum membangun suatu bangunan, sebenarnya ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Nah, pemerintah daerah harusnya bisa mengecek ke lokasi bangunan tersebut. Pemerintah bisa menggerakkan perangkat pemerintahan paling bawah, misalnya RT untuk melaporkan secara berjenjang, ke kelurahan, kecamatan sampai ke dinas yang berwenang.

"Ini harus dibenahi, ada regulasi yang harus diperhatikan, karena kejadian ini berulang-ulang artinya tidak ada kontrol,"simpulnya. (gmp/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 22 September 2021 14:08

Beasiswa Beres Asalkan Dicium? Ada Dugaan Pelecehan Mahasiswi Uniska

  Tak semua korban pelecehan seksual mau membuka diri. Maka…

Rabu, 22 September 2021 13:47

Indikator Berganti Tanpa Dikabari, Masuk Level 4 Karena Vaksinasi Masih Rendah

BANJARMASIN - Rendahnya angka vaksinasi Covid-19 di Banjarmasin dan Banjarbaru…

Rabu, 22 September 2021 13:44

Demi Atmosfer Ilmiah Kampus, ULM Bakal Bangun Lab Senilai 50 Miliar

BANJARMASIN - Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin berusia 63 tahun kemarin.…

Rabu, 22 September 2021 13:42

Harus Belanja, Jangan Sampai Ada Dana Mengendap

BANJARMASIN - Menggerakkan sektor ekonomi di tengah pandemi, Presiden Joko…

Rabu, 22 September 2021 13:03

Banjarmasin Masuk Level 4, Nasib PTM Ditentukan Sepekan Lagi

BANJARMASIN - Pemerintah pusat mengumumkan, Banjarmasin termasuk kota di luar…

Rabu, 22 September 2021 10:56

6 Orang Lapor Swab Antigen Positif, Sudah 117 yang Tak Ikut SKD di HSS

KANDANGAN – Selalu saja ada peserta yang tidak ikut ujian…

Rabu, 22 September 2021 10:55

Jalan Raya Sungai Buluh Rusak Lagi, Makin Bahaya karena Tak Ada Rambu Peringatan

BARABAI - Kondisi jalan raya di Sungai Buluh, Kecamatan Labuan…

Rabu, 22 September 2021 10:51

Indikator PPKM Ditambah Lagi, Wali Kota pun Bingung

BANJARBARU - Lagi, Kota Banjarbaru diberi harapan palsu (PHP) oleh…

Rabu, 22 September 2021 10:46

Karhutla di Jalur A Yani Arah Pelaihari: 300 Meter Lagi Sampai Rumah Warga

BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah…

Rabu, 22 September 2021 08:51
Pemkab Tanah Laut

10 Penyuluh KB Tala Terima Penghargaan dari Presiden

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut HM Sukamta menyerahkan secara simbolis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers