MANAGED BY:
JUMAT
15 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 13 Juli 2016 12:48
Usai Memenuhi Panggilan Kejati, Ibnu Sina Bilang Tidak Fiktif
MASIH TENANG - Walikota Banjarmasin Ibnu Sina keluar dari ruang pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Kalsel, kemarin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Kalsel, kemarin (12/7). Ibnu diperiksa terkait dugaan perjalanan dinas fiktif di DPRD Provinsi Kalsel pada tahun 2015 silam.

Ini merupakan panggilan kedua. Panggilan pertama, akhir Juni lalu tidak dihadiri Ibnu karena sedang berada di Thailand. Politisi PKS itu ikut diperiksa karena sebelum memimpin Pemko Banjarmasin, ia anggota dewan terpilih dua periode.

Ibnu tiba di gedung Kejati di Jalan DI Panjaitan pada pukul 09.20 Wita. Mengenakan kemeja sasirangan warna merah dan hijau, ia ditemani kuasa hukum pemko, Kabag Hukum Setdako Banjarmasin, Lukman Fadlun. Keduanya langsung buru-buru memasuki ruang Tipidsus.

Pemeriksaan berlangsung selama tiga jam. Ia baru bisa diwawancarai saat jeda istirahat siang. Ibnu ikut salat zuhur berjamaah di Masjid Alkautsar, masjid di komplek perkantoran Kejati. Keluar dari ruang pemeriksaan, ia terus menebar senyum. "Ayo kawan-kawan, kita salat dulu," sapanya pada awak media.

Jawaban Ibnu tak jauh berbeda dengan Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah yang lebih dulu diperiksa Kejati pada akhir Juni kemarin. Pada tahun 2015, keduanya mengaku sudah jarang ke DPRD karena kesibukan mempersiapkan ikut Pilkada. "Sekitar delapan bulan saya tidak lagi di dewan," ujarnya.

Namun, ia mengakui pada Januari sampai April 2015 masih mengikuti serangkaian perjalanan dinas. Ditanya kemana saja, jawabnya sudah lupa. Pastinya, jika ke Jakarta, Ibnu mengaku lebih senang menumpang tidur di apartemen milik seorang rekan politisi.

Meski menginap di tempat keluarga atau kawan, anggota dewan tetap menerima uang penginapan. Tapi besarannya hanya 30 persen dari anggaran yang disediakan. "30 persen itu sudah diatur Permendagri. Insha Allah tidak fiktif. Kalau tidak berangkat, saya tidak berani mengambil," tegasnya.

Soal detil pemeriksaan, pertanyaan penyidik kebanyakan berkisar pada mekanisme dan kronologi perjalanan dinas. Masih umum dan belum menukik pada dugaan korupsi. "Kalau pun akhirnya saya terkait dengan dugaan korupsi, saya berhak mengklarifikasi. Buka-bukaan begini lebih bagus," tandasnya.

Selain Ibnu, kemarin Kejati juga memanggil lima anggota DPRD aktif. Kebetulan, kelimanya dari Fraksi PPP. "Mereka adalah Ansor Ramadlan, Habib Ali Khaidir Alkaff, Iskandar Zulkarnain, Ismail Hidayat, dan Suwardi Sarlan," sebut Kasi Penkum Kejati, Ubaydillah.

Beberapa tampak malu-malu saat disorot kamera wartawan. Mereka diperiksa terpisah di ruang Satgasus. Salah seorangnya, Suwardi memberi jawaban senada dengan Ibnu. Daftar pertanyaan penyelidikan masih terkesan meraba-raba. "Normatif saja. Tidak ada yang menyinggung soal joki-jokian atau perjalanan dinas fiktif," tukasnya.

Yang menarik, Kepala Kejati Kalsel, Norfarida secara khusus menjenguk Ibnu. Ia berada di ruangan pemeriksaan selama lima menit. "Pemeriksaan biasa-biasa saja. Masih klarifikasi," ujarnya.

Ditanya berapa perkiraan kerugian negara dari kasus ini, Norfarida menegaskan penyelidikan belum sampai pada taraf tersebut. "Belum. Aduh, sabar sedikit kenapa sih," jawabnya. (fud/gmp) 


BACA JUGA

Kamis, 14 November 2019 12:20

Jalan Belum Siap, Bandara Baru Gagal Dibuka

BANJARBARU - Harapan masyarakat untuk bisa menikmati terminal baru Bandara…

Kamis, 14 November 2019 12:14

Aditya-Iwan Telat Serahkan Berkas

BANJARMASIN - Batas pengembalian berkas pendaftaran bakal calon gubernur dan…

Kamis, 14 November 2019 12:09

CPNS 2019: Penjaga Tahanan Kebanjiran Pelamar, Tenaga Teknis Paling Diminati

BANJARBARU - Hari ke-3 pendaftaran CPNS, Rabu (13/11) sudah banyak…

Kamis, 14 November 2019 11:53

Kelola Hutan, Dishut Ingin Berguru ke Finlandia Lagi

BANJARBARU - Dalam waktu dekat, jajaran Dinas Kehutanan Kalsel akan…

Kamis, 14 November 2019 11:49

Kader PKS di Banua Pindah ke Gelora, Partai Baru Bentukan Fahri Hamzah dan Anis Matta

BANJARMASIN - Kaderkader PKS di Kotabaru pindah haluan ke Partai…

Kamis, 14 November 2019 11:43

Lagi Acara di Jakarta, Kepala Bakeuda Kalsel Meninggal Dunia

BANJARMASIN - Kabar duka menyelimuti jajaran Pemerintahan Provinsi (Kalsel). Kepala…

Kamis, 14 November 2019 11:37

Akhirnya, Nenek Sabariah Dibantu

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Banjarmasin menyambangi Sabariah, kemarin (13/11).…

Kamis, 14 November 2019 11:28

Empat Nama Mendaftar di PKB

BANJARMASIN - Partai Kebangkitan Bangsa tak mau ketinggalan menghadapi Pilwali…

Kamis, 14 November 2019 11:16

Pasca Aksi Bom Bunuh Diri di Medan, Mapolres Banjarmasin Dijaga Ketat

BANJARMASIN - Seusai aksi bom bunuh diri di markas Polrestabes…

Kamis, 14 November 2019 11:11

Polres HST Perketat Pengamanan

BARABAI – Setelah adanya dugaan aksi bom bunuh diri yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*