MANAGED BY:
MINGGU
17 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 11 Juni 2021 13:37
Gepeng Bikin Dinsos Kewalahan, Psikolog: Ini Berawal dari Kemalasan
MASALAH SOSIAL: Pengemis menggendong anaknya di perempatan Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah, pekan lalu. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Serbuan gelandangan dan pengemis membuat Dinas Sosial Banjarmasin kewalahan. Tim khusus segera dibentuk.

---

BANJARMASIN - Di setiap perempatan dan pertigaan jalan Kota Seribu Sungai, selalu ada gepeng. Fakta itu rupanya mengganggu Kepala Dinsos Banjarmasin, Iwan Ristianto.

Dia kini intens berembuk dengan Satpol PP. Idenya, harus ada tim khusus untuk menangani masalah sosial ini.

"Tugasnya monitoring di lapangan. Lalu, merespons aduan masyarakat," ujarnya kemarin (10/6).

"Siapa pegawai yang bisa dan mau, silakan. Kami akan siapkan sarananya. Tentang anggaran, itu soal kesekian saja," tegas Iwan.

Sasarannya bukan hanya gepeng. Tapi juga anjal (anak jalanan) dan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa).

"Saya tak ingin sarana ala kadarnya, nanti malah menjadi masalah baru. Jangan sampai niatnya baik malah dilihat masyarakat tidak baik," tambahnya.

Iwan menjamin, bukan hanya eksekusi, tim juga akan menangani pembinaan. Contoh, bila yang diamankan ternyata ODGJ, maka akan dirujuk ke Rumah Sakit Sambang Lihum, langsung didampingi tim.

Selama ini, gepeng hanya ditangani dengan razia dan razia melulu. Akhirnya, masalahnya tak selesai-selesai.

Sepengetahuannya, mereka yang tertangkap dan dibawa ke rumah singgah Dinsos, ternyata mayoritas sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahtetaan Sosial (DTKS). Artinya, sebagai warga miskin, rata-rata mereka sudah dibantu pemerintah.

Ditanya tentang contoh pembinaan, Iwan menyebutkan, salah satunya adalah pelatihan kewirausahaan. Ini sudah lama ia rencanakan, tapi tertunda akibat pandemi.

Tantangannya jelas besar. Terkadang, bantuan apapun yang diberikan, kembali lagi kepada yang dibantu, mau berubah atau tidak.

"Tinggal yang bersangkutan, mau atau tidak. Punya semangat untuk maju atau tidak. Karena bekerja dipandang lebih susah ketimbang meminta-minta. Jadi menanganinya harus pelan-pelan," tutupnya.

Berawal dari Kemalasan

Bagi dosen di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Dyta Setiawati Hariyono, masalah gepeng berawal dari masalah mental.

Yakni kemalasan, ingin hidup enak, tapi tak mau capek-capek bekerja.

Maka, solusinya tak cukup dengan merazia. Tapi juga perlu ada pemberian latihan kerja, plus pendampingan. "Itulah yang belum optimal dari pemerintah," ujarnya kemarin (10/6).

Dijabarkannya, malas adalah ciri mental yang tidak sehat. Sebaliknya, yang sehat selalu menyimpan motivasi untuk memperbaiki hidupnya.

Imbasnya, tak merasa masalah dengan penghasilan yang rendah tak menentu.

Persoalannya tentu bukan sekadar mengemis di jalan. Kemalasan juga akan mengundang masalah sosial lain. Seperti perilaku yang cenderung melawan aturan dan norma yang berlaku di tengah masyarakatnya.

"Hidup gepeng yang cenderung bebas, tak disiplin waktu dan semaunya, membuat mentalitasnya semakin buruk. Mereka merasa nyaman dengan cara hidup bergantung dari belas kasihan orang lain," tambahnya.

Semakin miris bila gaya hidup malas itu ditiru anak-anak. Maka jangan heran bila menemui gepeng komplet satu keluarga.

"Ditambah latar belakang pendidikan yang rendah, semakin membuat gepeng kesulitan dalam menembus persaingan kerja," tutup Dyta. (war/jy/fud)


BACA JUGA

Minggu, 17 Oktober 2021 12:57

STC dan PWI Gelar UKW Angkatan XIII

BANJARMASIN - Sebagai organisasi profesi wartawan yang memiliki banyak anggota…

Sabtu, 16 Oktober 2021 15:31

Gara-gara Bandara, Salah Level PPKM

BANJARMASIN - Perubahan berkali-kali status PPKM di Kota Banjarmasin ditengarai…

Sabtu, 16 Oktober 2021 15:29

Bando Segera Dieksekusi, Ahmad Muzaiyin: Tunggu Penunjukan Pihak Ketiga

BANJARMASIN - Meski proses eksekusi puing baliho bando yang masih…

Sabtu, 16 Oktober 2021 14:27

[BANUA PEDIA] Fakta Menarik dari Masjid Syuhada Balangan: Markas Pejuang Melawan Belanda

Masjid Syuhada yang berada di Desa Hujan Mas Kecamatan Paringin…

Sabtu, 16 Oktober 2021 14:17

Ada yang Mau ? Pemkab Tanah Bumbu Lelang Ratusan Kendaraan

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Pengelolaan Keuangan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 14:16

Pengurus BPKRMI Kepayang Tanah Bumbu Dilantik

BATULICIN – Pengurus DPK BKPRMI Kecamatan Teluk Kepayang dilantik di…

Sabtu, 16 Oktober 2021 14:14

Tutup Gelaran Open Tournament Futsal Dengan Laga Eksebisi

PELAIHARI - Laga eksebisi mewarnai penutupan Open Tournament Futsal Tanah…

Sabtu, 16 Oktober 2021 14:13

Pemkab Tala Kembali Gelar Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW

PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) menggelar Peringatan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 14:09

Tenang, Jembatan Basit Hanya Ditutup Saat Diresmikan

BANJARMASIN - Jembatan Sungai Alalak bakal diresmikan Presiden Joko Widodo…

Sabtu, 16 Oktober 2021 14:07

Siapkan Uang Banyak, Biaya Umrah Bakal Naik

BANJARMASIN - Meski sudah ada lampu hijau dari Kerajaan Arab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers