MANAGED BY:
SELASA
27 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

PROKALTORIAL

Sabtu, 12 Juni 2021 10:35
PT PLN (Persero)
Tingkatkan Keandalan Listrik, PLN Terjunkan 831 Personil Gelar Gerakan Akselerasi Eksekusi Serentak
CALHAJ: Umat Islam harus bersabar. Tahun ini, ibadah haji kembali tertunda. Foto diambil di Banjarbaru, jauh sebelum pandemi. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO,

BANJARBARU - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN Kalselteng) terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan keamanan dan keandalan pasokan listrik di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Melalui Gerakan Akselerasi Eksekusi Serentak (GAES), tindakan preventif maintenance dengan melakukan perabasan dan penebangan pohon yang terkena atau berpotensi mengganggu jaringan listrik serta melakukan inspeksi peralatan jaringan listrik menjadi fokus utama dalam kegiatan ini.

Kegiatan yang dilakukan mulai tanggal 8 Juni 2021 sampai dengan 10 Juni 2021 ini dilakukan serentak dengan melibatkan 831 personil, yang terdiri dari 185 Tim Pelayanan Teknik, 4 Regu Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Sentuh langsung dan 2 Regu PDKB berjarak dengan target inspeksi jaringan listrik sepanjang 4.491 Kilometer Sirkuit (KMS), serta target perabasan pohon terhadap jaringan sebanyak 8.811 titik Pohon yang berpotensi menyebabkan gangguan.

Tidak dipungkiri, gangguan listrik paling banyak disebabkan oleh pohon tumbang, serta patahan cabang dan ranting yang menimpa jaringan akibat tiupan angin kencang, terutama saat musim hujan. Selain itu gangguan akibat cuaca ekstrim, pekerjaan bangunan, peralatan jaringan, gardu listrik dan komponen kelistrikan lainnya, serta faktor force majeur.

“Faktor dominan penyebab listrik padam adalah akibat pohon tumbang, patahan cabang dan ranting yang mengenai jaringan, serta gangguan cuaca ekstrim hujan berpetir,” ujar General Manager PLN Kalselteng Tonny Bellamy, Jumat (11/6) sore.

Tonny menjelaskan jarak aman antara pohon dan jaringan PLN minimal radius tiga meter, sehingga apabila dahan atau ranting pohon terlalu dekat harus dilakukan pemotongan dan perabasan, demi keamanan jaringan listrik.

“Pohon yang sudah mendekati jaringan listrik radius tiga meter harus dipotong, kami berpesan kepada masyarakat mengizinkan petugas kami melakukan perabasan dan penebangan pohon kayu yang berpotensi mengenai jaringan, karena ini terkait untuk kepentingan kita bersama,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 02 Oktober 2015 08:50

Peserta Duta Lingkungan Melonjak

<p><strong>BANJARMASIN</strong> &ndash; Isu-isu lingkungan ternyata masih cukup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers