MANAGED BY:
MINGGU
17 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Senin, 14 Juni 2021 13:29
34 Tokoh Dianugerahi Gelar Agung
SUGUHAN SENI: Dibuka dengan tarian tradisional, milad Kesultanan Banjar digelar dengan peserta terbatas untuk menjaga protokol kesehatan selama pandemi. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Milad 516 Kesultanan Banjar digelar sederhana, kemarin (13/6). Sebanyak 32 tokoh di Kalsel dianugerahi penghargaan gelar agung dalam acara yang digelar secara terbatas di Hotel Rattan In tersebut.

Penerima gelar datang dari kalangan beragam. Dari alim ulama (tuan guru besar), akademisi (cendikia), pegiat dan pemerhati seni budaya (astaprana), kuliner (astakona), lingkungan (puspawana) hingga kedaruratan dan penanggulangan kebencanaan (jagabana).

Gelar keagungan disematkan langsung oleh Sultan Banjar, Sultan H Khairul Saleh Al-Mu'tashim Billah.

Dengan adanya penghargaan berupa penyematan gelar agung tersebut, sultan berharap bisa menumbuhkan semangat serta menjadi contoh bagi masyarakat Kalsel.

"Insyaallah mereka yang menerima gelar kehormatan dan keagungan ini adalah mereka yang mendedikasikan dirinya untuk masyarakat, bangsa dan negara," ungkapnya.

Ditekankannya, milad yang digelar menjadi pelestarian adat dan budaya di Kesultanan Banjar.

Ditambahkannya, perayaan milad juga menjadi tonggak kebangkitan kesultanan dan diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat adat Banjar. Termasuk dalam upaya membentengi diri dari budaya negatif.

Sementara itu, peraih gelar agung cendikia, Mansyur mengatakan, kebangkitan Kesultanan Banjar tak hanya sebagai simbol budaya dan kebanggaan Urang Banjar di tanah perantauan. Tapi juga mengemban misi melestarikan nilai-nilai luhur Budaya Banjar pada era kekinian.

"Melestarikan tradisi nenek moyang yang sudah ada sejak berdirinya Kesultanan Banjar dan diwariskan ke masa sekarang," jelas sejarawan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tersebut.

Tentu, budaya Banjar tak bisa terlepas dari ajaran Islam. Maka dengan mengedepankan kebersamaan dan toleransi, bisa menjadi tameng untuk generasi muda.

Bagaimana rasanya meraih gelar tersebut? Mansyur merasa ini menjadi motivasi tersendiri. Memberikan inspirasi lewat bidang yang digelutinya.

"Tentu bukan hanya ide dan pikiran, tapi perbuatan atau tingkah laku, serta artefak dalam konsek sejarah maupun peninggalannya, dari masa lalu hingga kini," tutupnya. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers