MANAGED BY:
MINGGU
17 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 21 Juni 2021 16:37
Risiko Mengejar Sensasi, Bocah Penantang Bahaya di Sungai Martapura
ANAK SUNGAI: Anak-anak dari kampung Pasar Lama terjun dan bercebur ke Sungai Martapura, kemarin (20/6). Kalau tak di Jembatan 9 November, mereka berkumpul di Jembatan Dewi. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Bertengger di pagar Jembatan 9 November, Pasar lama, segerombolan bocah bertelanjang dada terjun ke Sungai Martapura.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin --

KEMARIN (20/6) siang, arus sungai tampak deras. Tapi anak-anak itu malah berenang ke sana kemari sambil cekikikan.

Sesekali mereka mengadang kelotok yang melintas. Kemudian bergelantungan di buritan atau sisi kiri dan kanan perahu.

Mereka baru melepaskan pegangan tangan apabila motoris sudah menegur atau memaki.

Selanjutnya, dengan susah payah mereka kembali berenang menuju kolong jembatan. Lalu memanjati tiang-tiang jembatan untuk persiapan penerjunan berikutnya.

Ketika disapa, tatapan mata mereka tampak nyalang. Rupanya penulis disangka aparat yang hendak menegur. "Abang polisi ya," tanya seorang bocah.

Namanya Dipa. Lengannya bersedekap, tampak sedang menahan dingin. Karena kelamaan berendam di air, jari-jemarinya tampak pucat dan mengkerut.

Setelah menjelaskan maksud wawancara, Dipa pun menjadi santai. Sebelum bercebur, ia sempat meminta dipotret.

Meski terlihat mengasyikkan, anak-anak ini sedang memainkan permainan berbahaya.

Pertama, melihat tingginya jembatan, apabila mendarat di atas permukaan sungai dengan posisi yang keliru, tubuh bisa mendapat cedera.

Paling fatal, tenggelam dan hanyut terbawa derasnya arus sungai.

Kedua, di buritan kelotok ada baling-baling mesin yang bisa mengoyak tubuh mereka.

Anak-anak ini mengetahui betul kedua risiko tersebut. Tapi mereka tak lantas berhenti.

Ada lima bocah yang bermain di sana. Kelimanya tinggal di Kelurahan Pasar Lama Kecamatan Banjarmasin Tengah. Mereka adalah Dipa, Sahrul, Fadhil, Ardi dan Iki.

Nama bocah yang disebut terakhir adalah yang termuda. Usianya sembilan tahun. Tapi soal nyali, bocah yang satu ini tak bisa dianggap remeh. Ia terjun ke sungai dengan gaya salto.

Salah seorang bocah lainnya, Sahrul mengungkapkan ada sensasi mengasyikkan ketika mereka menceburkan diri ke sungai dari tempat yang cukup tinggi.

"Sensasinya seperti melayang. Asyik dan bikin ketagihan," ungkap Sahrul.

Diceritakannya, mereka sudah biasa mandi di sungai. Biasanya dimulai dari jam 12 siang sampai mendekati magrib.

Selain Pasar Lama, tempat favorit lainnya adalah Jembatan Dewi di Jalan Ahmad Yani kilometer 1.

Paling ramai pada akhir pekan. Anak-anak dari kampung lain biasanya bergabung.

"Kawan-kawan saya di Sungai miai, Sungai Mesa, Masjid Jami dan Kampung Gedang juga ikut," sebutnya.

Ditanya apakah ia tak khawatir celaka, Sahrul tersenyum. "Kalau mati kan dikubur," ujarnya tergelak. Entah mengapa ia tertawa, karena jelas itu tidak lucu.

Sedangkan Fadhil, dengan bangga memperlihatkan sejumlah kulit jarinya yang koyak. Akibat nekat mengadang dan bergelantungan di badan kelotok.

"Ini luka yang sudah kering. Kalau ini bekas yang sehari sebelumnya," jelasnya.

Masih dengan pertanyaan yang sama, jawaban Fadhil lebih rasional. "Agar aman, kalau capek harus istirahat. Jangan memaksa berenang. Jangan nekat," jelasnya.

"Anak-anak di sini rata-rata pandai berenang. Jadi aman," jaminnya.

Atraksi anak-anak ini kerap ditonton warga sekitar. Salah satunya Rahman.

Ia mengaku pernah melihat perenang yang terserempet kelotok, atau terbentur sampah sungai ketika bercebur. "Yang berbahaya sampah kayu atau bambu yang mengapung di sungai," beber warga Kampung Sasirangan itu.

Rahman mengaku pernah mewanti-wanti anak-anak itu agar berenang sewajarnya saja.

"Tapi, namanya juga anak-anak... Nanti kalau sudah bosan juga berhenti sendiri," tutupnya.

Sudah Empat Kasus Tenggelam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin mencatat, sejak Januari hingga pertengahan Juni ini, sedikitnya ada empat kasus tenggelam di Sungai Martapura.

Belum termasuk temuan-temuan jenazah yang mengapung di sungai.

"Empat kasus itu hanya laporan kecelakaan di sungai," kata anggota tim evakuasi BPBD, M Hanafi, kemarin (20/6).

Selama bekerja di BPBD, seingatnya, kebanyakan korban tenggelam adalah anak kecil. Maka ia meminta para orang tua untuk lebih tegas dalam mengawasi anaknya ketika bermain di sungai.

Diingatkannya, ketika sedang pasang, arus Sungai Martapura tak bisa diremehkan.

"Di sungai besar ada semacam pusaran air. Biasanya ini yang berbahaya. Perenang bisa tersedot," jelasnya.

Bukan hanya anak kecil, Hanafi juga meminta pekerja di sungai, contoh motoris kelotok untuk selalu mengenakan life jacket.

"Berjaga-jaga dari insiden yang tak diinginkan," pesannya. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Oktober 2021 15:26

Dari Banjar Mural Festival 2021; Menggantung Harapan di Dinding Beton

Di depan penonton, sosok seniman perempuan itu tampil mengumbar senyum.…

Rabu, 13 Oktober 2021 16:13

Noer Arief, Imam Masjid yang Sukses Bisnis Budidaya Lebah Kelulut

Selalu ada jalan untuk usaha apapun. Intinya kegigihan dan ketelatenan.…

Rabu, 13 Oktober 2021 15:56

Baru Kulit, Belum Menyentuh Isi

Parang Bungkul dan Lais adalah nama senjata tajam yang populer…

Selasa, 12 Oktober 2021 14:52

Si Pencabut 40 Nyawa

Parang tua itu tampak berkarat dimakan usia. Dipajang tanpa gagang…

Jumat, 08 Oktober 2021 15:16

Dulu Kandang Itik, Sekarang Tempat Lahirnya Hafiz Quran

Pondok Pesantren (Ponpes) Dhiyaul Ulum berdiri tahun 2019. Di lokasi…

Jumat, 08 Oktober 2021 13:56

Beda Anak Dulu dan Sekarang

Usianya sudah 66 tahun. Tetap setia mengajar anak kampung mengaji.…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:37

Nasib Guru Pendidikan Agama Islam yang Terancam Tak Diperpanjang Kontraknya

Memakai seragam hitam putih dan peci hitam, Fahriadi berjalan pelan…

Kamis, 30 September 2021 09:59

Kala Ilung Tutup Semua Rawa di Paminggir, Penumpang Sampai Terpaksa Bermalam di Kapal

Kecamatan Paminggir hanya bisa diakses dengan angkutan sungai. Nah bagaimana…

Rabu, 29 September 2021 12:48

Berpenghasilan Rp600ribu Perbulan Untuk Biaya Sekolah

Mungkin Nurman bisa menjadi inspirasi pelajar lain. Memanfaatkan lingkungan sekitar,…

Senin, 27 September 2021 13:11

Geliat Bisnis Benda Pusaka di Banjarmasin, Disukai Tak Sekadar karena Hikmah

Sejak dahulu, lumrah mengaitkan benda pusaka dengan hikmah. Seiring waktu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers