MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Selasa, 22 Juni 2021 15:24
Pandemi, Data Keluarga Miskin di Sini Bertambah
PERLU PERHATIAN: Seorang ibu dan anaknya beristirahat di samping gerobak yang menemani perjalanan mereka. Potret salah satu kehidupan keluarga yang terlihat di sekitar Jln A Yani, Kota Banjarbaru. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

BANJARBARU - Masih berkutat dengan pandemi. Rupanya tak sedikit warga di Banjarbaru yang mengusulkan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai keluarga miskin dan rentan miskin.

Menurut data dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarbaru, bahwa selama pandemi merebak. Banyak warga yang ingin didaftarkan masuk ke DTKS dengan target bisa mendapat bantuan sosial.

"Boleh dikatakan begitu, karena ada beberapa masyarakat yang dulu (sebelum pandemi) tidak terdaftar sebagai DTKS dan kini mendaftar minta dimasukkan," kata Kepala Dinsos Banjarbaru, Rokhyat Riyadi.

Dari data di sistem DTKS pusat, Kota Banjarbaru kata Rokhyat tercatat ada kurang lebih 12.825 rumah tangga yang masuk DTKS. Angka ini bertambah sekitar 2000 rumah tangga dibanding sebelum pandemi.

"Itu data tahun 2020 karena tahun 2021 belum ada. Jika dibanding tahun 2019 itu jumlahnya 10.853 rumah tangga, jadi selama pandemi memang banyak yang mengajukan masuk DTKS," katanya.

Terkait jumlah persentase DTKS terbanyak di Banjarbaru. Dari data tersebut Rokhyat mengatakan bahwa kelurahan Sungai Tiung dan Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka masih yang terbanyak.

"Selain kelurahan Sungai Tiung dan Kelurahan Cempaka, kelurahan Landasan Ulin Timur Kecamatan Landasan Ulin juga terbanyak, ini berdasarkan data di pusat," ujarnya.

Terkait penentuan DTKS ini, Rokhyat menjelaskan bahwa pihaknya hanya terlibat dalam mengusulkan. Yang mana proses validasi sampai menentukan ada di level pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial RI.

"Benar kita hanya mengusulkan ke pusat, nanti untuk keputusannya ada di pusat apakah mereka masuk atau tidak untuk mendapat bantuan. Termasuk indikator kriterianya juga dari pusat," jelasnya.

Adapun biasanya kata Rokhyat bahwa salah satu indikator utama biasanya dilihat dari penghasilan harian atau profesi dari pendaftar DTKS. Yang mana memang diakuinya bahwa selama pandemi ada banyak masyarakat kehilangan pekerjaannya.

Kemudian, selain ada bantuan sosial dari pusat melalui Kementerian Sosial. Secara mandiri, Pemko Banjarbaru katanya juga punya program bantuan sosial untuk sejumlah kalangan.

"Di tahun 2021 ini kita ada beberapa program yang tidak tumpang tindih dengan program pusat. Misalnya ada memberikan makanan kepada lansia terlantar atau tidak produktif serta juga kepada penyandang disalibitas berat," pungkasnya. (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers