MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 22 Juni 2021 15:40
Meski Masih Pandemi, Banyak Sekolah yang Ingin Segera Lakukan Pembelajaran Tatap Muka
SIAP TATAP MUKA: Tes potensi akademik di Universitas Lambung Mangkurat belum lama tadi. | FOTO: IST

BANJARMASIN - Persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SMA/SMK dan SLB dimatangkan oleh Pemprov Kalsel. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel berencana menggelar rapat koordinasi bersama Satgas Covid-19 dan Pj Gubernur Kalsel untuk membahas hal ini. Pasalnya semakin banyak sekolah yang menginginkan sekolah digelar normal atau kembali tatap muka.

Kepala Disdikbud Kalsel, M Yusuf Effendi mengatakan, rakor pembahasan terkait PTM rencananya dilaksanakan pada Kamis (24/6) nanti. "Nanti akan dibahas bagaimana kesiapan sekolah dan terkait kondisi Kalsel apakah memungkinkan menggelar PTM atau tidak," katanya.

Dia mengungkapkan, apa pun hasil rakor nanti pada dasarnya keputusan akhir ada di tangan Pj Gubernur Kalsel. "Kalau pun nanti kami sepakat PTM dilaksanakan, tapi Pak Gubernur tidak berkenan maka PTM ditunda dulu," ungkapnya.

Yang terpenting menurutnya, persiapan belajar tatap muka terus dilakukan. Sehingga ketika sekolah siap dan kondisi mendukung, PTM dapat langsung dilakukan. "Sambil kita menunggu laporan kesiapan PTM dari sekolah," ujarnya.

Yusuf menyebut dari 354 SMA/SMK dan SLB sudah ada sekitar 226 sekolah yang menyerahkan laporan kesiapan melaksanakan PTM. "Jadi 70 persen sekolah yang sudah melapor," sebutnya.

Dia menuturkan, awalnya cuma 78 sekolah yang melaporkan kesiapan PTM. Namun setelah pihaknya mengimbau, satuan pendidikan tidak diperkenankan melaksanakan PTM apabila tidak menyerahkan laporan, semakin banyak sekolah yang menyampaikan kesiapan. "Dari 78 sekolah, berkembang jadi 100. Lalu 200 sekolah, sekarang 226," tuturnya.

Disampaikan Yusuf, bahan laporan yang diserahkan satuan pendidikan berisikan tentang syarat-syarat pelaksanaan PTM. "Seperti persetujuan orang tua, kesiapan protokol kesehatan dan keterangan dari Satgas Covid-19 mengenai posisi sekolah berada dalam zona apa," tuturnya.

Dia menegaskan, sekolah yang mau melaksanakan belajar tatap muka harus melihat zonasi pemukiman siswa, guru dan tenaga pendidiknya. Kalau berada di zona hijau dan kuning maka sekolah diperkenankan buka. "Tapi kalau zona merah dan orange, sekolah tidak dibolehkan buka," tegasnya.

Sementara itu, Ahli Epidemiologi dr IBG Dharma Putra menyarankan agar pemerintah menunda dulu menggelar PTM. Karena risiko Covid-19 terhadap anak saat ini tengah meninggi. "Hentikan sekolah tatap muka dan diulangi dengan lebih baik, melalui strategi uji coba yang ketat. Pelan, pasti dan mantap," sarannya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 8 Juni 2021, tercatat 229.079 anak Indonesia yang terinfeksi dan 620 orang di antaranya meninggal dunia.

Jika berdasarkan umur, 0-5 tahun dengan kasus 52.482 dan meninggal 292 orang. Kemudian 6-18 tahun dengan kasus 176.597 dan meninggal 328 orang.

Data nasional saat ini proporsi kasus konfirmasi positif Covid-19 pada anak usia 0-18 tahun 12,5 persen. Artinya, 1 dari 8 kasus konfirmasi itu adalah anak dengan 50 persen kasus kematian Covid-19 anak adalah balita.

Menurut Dharma, meningginya risiko Covid-19 pada anak dikarenakan kesiapan infrastruktur, alat serta obat-obatan. "Saat ini saja 1 dari 8 kasus adalah kasus anak, dengan angka kematian di tingkat nasional berkisar 3 sampai 5 persen," pungkasnya.

ULM Akan Gelar Perkuliahan Tatap Muka

SEMENTARA ITU, penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sudah tuntas. Pada 9 Agustus mendatang, dijadwalkan mereka akan mulai masuk perkuliahan.

Wakil Rektor I ULM Bidang Akademik, Aminuddin Prahatama Putra menerangkan, pihaknya sudah menyiapkan jika perkuliahan dilakukan tatap muka. Salah satunya kesiapan adalah menggelar vaksinasi secara masif kepada dosen dan tenaga lain. “Kami sudah siap, terlebih sudah 50 persen lebih vaksinasi dilaksanakan,” terangnya kemarin.

Tak hanya kesiapan SDM, dia menambahkan meski dilakukan metode perkuliahan tatap muka, juga diatur akan lebih banyak kegiatan di luar ruangan. “Perkuliahan nantinya secara hybrid, hanya 50 persen tatap muka,” bebernya.

Di saat kasus pandemi yang saat ini masih tinggi, tentu penerapan protokol kesehatan menjadi hal utama ketika melakukan perkuliahan tatap muka. Soal ini, ULM terang Amin, pihaknya akan berkonsultasi dulu dengan Satgas Covid Provinsi dan Kota Banjarmasin serta Banjarbaru. Maklum, kampus ULM ada di dua kota ini.

“Pada intinya, meski kami yakin bisa menggelar perkuliahan tatap muka, tapi kami tetap meminta rekomendasi dari Satgas Covid-19,” imbuhnya.

Khusus mahasiswa baru saja, di ULM jumlahnya mencapai 6.126 orang. Belum lagi mahasiswa lama yang dipastikan akan mengikuti perkuliahan tatap muka. Amin menambahkan, bagi mahasiswa baru tetap akan dilakukan perkenalan kampus. Jadwalnya pada 9 Agustus mendatang.

Melihat jumlah sebanyak itu, apakah akan digelar pengenalan kampus? Amin menerangkan, pengenalan kampus tetap akan dilaksanakan. Namun tak semuanya tatap muka. “Tetap dilakukan. Tapi akan diatur agar tak terjadi kerumunan. Pembukaan pun hanya perwakilan mahasiswa baru,” terangnya.

Di setiap fakultas juga nantinya tambah Amin, agar penerapan protokol kesehatan berjalan maksimal, akan diminta membuat SOP perkualiahan demi menghindari penularan Covid-19. “Selain membatasi maksimal 50 persen peserta perkuliahan tatap muka. Para dosen pun akan diatur nantinya untuk membagi waktu perkuliahan,” tambahnya.

Di sisi lain, salah seorang mahasiswa Fisip ULM, Zainal mengaku sudah tak sabar ingin kuliah tatap muka. Terlebih sebutnya, vaksinasi sudah masif dilakukan. “Sudah sumpek di rumah. Perkuliahan secara online memang sudah menjadi keharusan, tetap saja dengan tatap muka akan lebih mudah dipahami,” tuturnya.

Meski takut terpapar Covid-19, dia yakin jika nanti pelaksanaan perkuliahan mengacu protokol kesehatan ketat, dia yakin akan tetap aman. “Tinggal bagaimana kesadaran diri masing-masing,” ujarnya. (ris/mof/by/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 18:56

Abdul Karim Resmi Dipecat dari KPU Banjar

BANJARMASIN - Abdul Karim Omar resmi dipecat sebagai Komisioner KPU…

Sabtu, 18 September 2021 18:49

Ratusan Sopir Bus Divaksin

BANJARBARU - Vaksinasi di Kalimantan Selatan mulai menyasar ke sejumlah…

Sabtu, 18 September 2021 18:12
Pemkab Tanah Bumbu

Penyegaran Kembali Dilakukan

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kembali melakukan penyegaran di…

Sabtu, 18 September 2021 17:48
Pemkab Tanah Bumbu

Posyandu Widuri Dinilai

BATULICIN – Posyandu Widuri Desa Ringkit, Kecamatan Kuranji, mewakili Kabupaten…

Sabtu, 18 September 2021 09:45
Pemkab Tanah Laut

3000 Vaksin Untuk Ponpes dan Madrasah Di Tanah Laut

PELAIHARI - Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mencapai herd…

Sabtu, 18 September 2021 09:40
Pemkab Tanah Laut

PKM Bumi Makmur Akan Menjadi PKM Rawat Inap

PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut sedang menyusun perencanaan…

Sabtu, 18 September 2021 09:38
Pemkab Tanah Laut

Tim Wastib Beraksi Lagi

PELAIHARI – Sempat berjalan lancar, keluhan akan kelangkaan Liquid Petroleum…

Jumat, 17 September 2021 18:43

Mesti Rampung Tahun ini, Jalan Mesjid Jami Bakal Dilebarkan Sampai 12 Meter

BANJARMASIN – Proyek pelebaran jalan di kawasan Masjid Jami Sungai…

Jumat, 17 September 2021 18:30

Banjarmasin Seleksi 1.516 Calon Guru PPPK, Jangan Tunggu Kesempatan Ketiga

BANJARMASIN – Sebanyak 1.851 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja…

Jumat, 17 September 2021 15:39

Yatim karena Covid-19 dapat Bantuan, Langsung dari Menteri Risma

BANJARMASIN – Anak-anak di Banjarmasin yang menjadi yatim setelah ditinggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers