MANAGED BY:
KAMIS
23 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 28 Juni 2021 12:41
Gelar Mimbar Bebas di Depan Kampus UIN, Mahasiswa: Aparat Kapan Belajar..?
SOLIDARITAS: Mahasiswa menunjukkan foto-foto pemukulan mahasiswa kepada pengendara yang melintas di depan kampus UIN. | FOTO: BEM UIN ANTASARI FOR RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, puluhan mahasiswa menggelar mimbar bebas.

Aksi pada Sabtu (26/6) sore di Jalan Ahmad Yani km 4,5 itu merupakan protes atas tindakan kekerasan oknum polisi terhadap massa #SaveKPK jilid II.

Berpakaian serba hitam, mahasiswa memegang poster-poster bergambar pendemo yang menjadi korban kekerasan.

Dalam orasinya, mahasiswa mengecam perilaku main pentung tersebut. Sembari menuntut agar para oknum ditindak tegas oleh institusinya.

Wakil Presiden Mahasiswa UIN Antasari, Arbani mengatakan, aparat seakan tak belajar dari masa lalu.

Mengingat ini bukan kericuhan pertama antara mahasiswa dan polisi. Kerap dikecam, ternyata masih berulang.

"Menjadi catatan buruk. Harus segera diperbaiki di internal kepolisian Kalsel," tegas Arbani.

Ditegaskannya, unjuk rasa adalah saluran aspirasi. Jadi polisi wajib melindungi, bukan menggebuki. "Karena polisi bukan preman yang digaji untuk memukuli rakyat," cecarnya.

Kamis (24/6) lalu, mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demo di Jalan Lambung Mangkurat, dekat DPRD Kalsel.

Mahasiswa yang hendak menduduki gedung parlemen, diadang barikade. Berawal dari aksi dorong, terjadi bentrokan.

Banyak mahasiswa yang pingsan dan terluka. Beberapa polisi juga dilaporkan terinjak dan cedera.

Arbani menimpakan beban keributan itu kepada Ketua DPRD Kalsel, Supian HK. Politikus Partai Golkar itu enggan menemui massa. Terlalu lama menunggu, massa kehilangan kesabaran.

"Dia penyebab bentrokan itu. Andaikan Ketua DPRD Kalsel mau bekerja sama, tak mungkin kami memaksa ingin masuk," sesalnya.

Dia juga menyayangkan ada beberapa oknum aparat yang bertindak berlebihan.

"Akhirnya, ada yang bertindak represif. Bukan hanya mahasiswa yang menjadi korban. Bahkan ada polisi yang kena pukul temannya sendiri," tutupnya.

Ketika malam tiba, seusai mimbar bebas, mahasiswa bersama-sam amenyalakan lilin.

Koordinator aksi, Fahrianor menyebut lilin itu simbol. Tanda berduka cita atas matinya nurani kepolisian yang menunjukkan sikap brutal terhadap pendemo.

Lilin juga sebagai tanda bahwa api gerakan di Kalsel masih menyala. Dan masih ada harapan perubahan bagi negeri yang dirundung banyak permasalahan.

Seperti hukum yang tumpul ke atas, resesi ekonomi, kriminalisasi aktivis, dan krisis integritas pemimpin. "Termasuk yang memainkan amanah jabatan untuk kepentingan pribadi dan golongan," kata Fahrianor.

Aksi itu merupakan pembelaan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kian dilemahkan. Dimulai sejak revisi Undang-Undang KPK dan skandal tes wawasan kebangsaan (TWK) yang berujung pada pemberhentian 51 pegawai KPK.

Mahasiswa Banua kemudian menulis petisi, meminta Presiden Joko Widodo memecat pimpinan lembaga antirasuah tersebut, Firli Bahuri. Dalam dua kali aksi, mahasiswa meminta DPRD Kalsel bersikap lebih tegas. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Rabu, 22 September 2021 14:08

Beasiswa Beres Asalkan Dicium? Ada Dugaan Pelecehan Mahasiswi Uniska

  Tak semua korban pelecehan seksual mau membuka diri. Maka…

Rabu, 22 September 2021 13:47

Indikator Berganti Tanpa Dikabari, Masuk Level 4 Karena Vaksinasi Masih Rendah

BANJARMASIN - Rendahnya angka vaksinasi Covid-19 di Banjarmasin dan Banjarbaru…

Rabu, 22 September 2021 13:44

Demi Atmosfer Ilmiah Kampus, ULM Bakal Bangun Lab Senilai 50 Miliar

BANJARMASIN - Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin berusia 63 tahun kemarin.…

Rabu, 22 September 2021 13:42

Harus Belanja, Jangan Sampai Ada Dana Mengendap

BANJARMASIN - Menggerakkan sektor ekonomi di tengah pandemi, Presiden Joko…

Rabu, 22 September 2021 13:03

Banjarmasin Masuk Level 4, Nasib PTM Ditentukan Sepekan Lagi

BANJARMASIN - Pemerintah pusat mengumumkan, Banjarmasin termasuk kota di luar…

Rabu, 22 September 2021 10:56

6 Orang Lapor Swab Antigen Positif, Sudah 117 yang Tak Ikut SKD di HSS

KANDANGAN – Selalu saja ada peserta yang tidak ikut ujian…

Rabu, 22 September 2021 10:55

Jalan Raya Sungai Buluh Rusak Lagi, Makin Bahaya karena Tak Ada Rambu Peringatan

BARABAI - Kondisi jalan raya di Sungai Buluh, Kecamatan Labuan…

Rabu, 22 September 2021 10:51

Indikator PPKM Ditambah Lagi, Wali Kota pun Bingung

BANJARBARU - Lagi, Kota Banjarbaru diberi harapan palsu (PHP) oleh…

Rabu, 22 September 2021 10:46

Karhutla di Jalur A Yani Arah Pelaihari: 300 Meter Lagi Sampai Rumah Warga

BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah…

Rabu, 22 September 2021 08:51
Pemkab Tanah Laut

10 Penyuluh KB Tala Terima Penghargaan dari Presiden

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut HM Sukamta menyerahkan secara simbolis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers