MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 28 Juni 2021 12:53
Siapa yang Semburannya Paling Kencang..? Begini Cara Relawan Damkar Menghabiskan Akhir Pekan
UNJUK GIGI: Sebenarnya, ini bukan tontonan semata. Ini pengecekan rutin untuk memastikan keandalan mesin pompa ketika menghadapi amuk kebakaran. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Raung mesin pompa terdengar nyaring. Air keluar deras dari selang pemadam. Menyembur jauh, hampir menyentuh bibir siring di seberang Sungai Martapura.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin --

Mesin pompa memerlukan pemanasan. Agar ketika dibutuhkan tak malah ngadat.

Di Siring Pierre Tendean kemarin (27/6) sore, puluhan armada relawan barisan pemadam kebakaran (BPK) merubung.

Masing-masing grup relawan 'penakluk api' itu mengeluarkan senjatanya: mesin pompa lengkap dengan selangnya.

Diletakkan di Dermaga Pasar Terapung, ketika mulai dihidupkan, mesin-mesin pompa beragam ukuran itu mulai meraung.

Dari mulut selang yang terpasang, air menyembur deras. Saking derasnya hampir menyentuh bibir siring di seberangnya.

Pengecekan ringan itu rutin. Biasanya pada akhir pekan. Dimulai sekira jam empat sore dan berhenti mendekati maghrib.

Sedikitnya ada lebih dari 20 armada yang berkumpul di situ. Tentub belum seberapa bila dibandingkan jumlah armada BPK yang mencapai ratusan.

Salah seorang relawan BPK, Rizal Baihaqi menjelaskan, selain di siring, ada juga yang berkumpul di Jalan Jafri Zamzam.

"Tapi yang paling ramai memang di sini," ujarnya. "Kalau tidak rutin dicek, khawatirnya ketika pas dibutuhkan malah kurang prima," tambah anggota BPK Gunsar (Gunung Sari) tersebut.

Senada dengan Ahmad Haikal, relawan dari BPK Star 10 asal Jalan Kelayan B.

Ada dua unit mesin berukuran besar yang dibawa kesatuannya. "Alhamdulillah, keduanya normal. Tak ada kendala," ucapnya seraya mengacungkan jempol.

Menurutnya, tak mudah untuk memiliki mesin pompa air. Harganya terbilang mahal dan mesti rajin-rajin dirawat.

Disebutkannya, satu unit pompa saja harganya mencapai Rp15 juta. Padahal mereka membeli mesin bekas yang sudah rusak.

"Belum termasuk biaya bahan bakar. Latihan atau pengecekan seperti ini, bisa menghabiskan 10 liter bensin yang dicampur oli samping," tambahnya.

Ditanya bagaimana performanya, ia menunjukkan daya semburnya. "Belum digas full lho," ujarnya terkekeh.

Ditanya kendala yang kerap dihadapi kesatuannya di lapangan, Haikal mengaku hanya kesulitan menjangkau lokasi kebakaran. Menurutnya, saat terjadi kebakaran, ada banyak masyarakat yang memilih untuk sekadar menonton.

Dan hal ini, tentu sedikit banyaknya menyulitkan gerak relawan BPK ketika ingin memadamkan api. Ia pun lantas berharap, masyarakat bisa mengerti dan memahami kondisi relawan BPK di lapangan.

"Selain itu, alhamdulillah tak ada kendala. Pun demikian dengan kendala teknis. Misalnya mesin malah macet, tak pernah kami temukan," tambahnya.

Di sisi lain di Dermaga Pasar Terapung, ada Alfin. Ia dari kesatuan BPK Hipsi Kampung Gedang, Gang Silaturahim.

Ia bersama belasan personelnya juga tampak sibuk mengecek mesin. Kepada penulis, dibeberkannya, selama bertugas ia belum pernah menemui kendala teknis. Lancar-lancar saja.

"Kalau pun ada kendala, hanya sulitnya menemukan titik air. Ketika datang, kita tidak tahu apakah dekat dengan sumber air atau tidak," jelasnya.

Terlepas itu, aksi relawan BPK itu mengundang perhatian pengunjung yang mampir di Siring Pierre Tendean. Tak sedikit dari pengunjung yang merekam aksi tersebut.

Bagi pengunjung, aksi para relawan BPK tersebut menjadi tontonan yang cukup mengasyikkan.

"Asyik mas. Unik," ucap Zulfadli. Warga Banjarbaru itu mengaku baru pertama kali melihat relawan BPK berkumpul untuk "unjuk gigi".

Senada dengan pengunjung lain, Mega. Warga Jalan Sultan Adam itu asyik merekam dengan kameranya. Bahkan, ia terpikir untuk membuat film dokumenter tentang kegigihan relawan BPK. "Sepertinya asyik kalau ada yang memfilmkannya," tutupnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…

Jumat, 03 September 2021 15:42

Kisah dari Tempat Pembuangan Akhir: Karena Tuhan Maha Adil

Gunungan sampah berarti gunungan rezeki. Hidung mereka sudah berhenti mengeluh.…

Selasa, 31 Agustus 2021 12:19

2.021 Nasi Bungkus Dimasak, PPKM yang Malah Disambut Gembira

PPKM yang satu ini memang beda. Singkatan dari Polisi, Pers…

Rabu, 18 Agustus 2021 08:26

Rayakan 17-an di Tengah PPKM, Remaja Kelayan: Tahun ini Lomba Bertahan Hidup

Kabar duka di tengah perayaan hari kemerdekaan. Data per tanggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers