MANAGED BY:
KAMIS
02 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Jumat, 02 Juli 2021 09:20
SKPP sebagai Aktivitas Literasi Demokrasi Kaum Muda
Penulis: Dahtiar

Perhelatan Pemilu Tahun 2019 dan Pilkada Tahun 2020 menyisakan beberapa catatan yang secara umum dari sisi pelaksanaan sudah baik, akan tetapi dari sisi kultur demokrasi masih dianggap kurang maksimal. Oleh karenanya dirasa perlu adanya partisipasi publik dalam pembenahannya baik berupa pendidikan pengawasan partisipatif, pendidikan politik atau pendidikan apapun terkait penguatan nilai-nilai demokrasi.

=========================
Oleh: DAHTIAR, SH., MH.
Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru
=========================

Bawaslu RI dalam hal ini melihat pentingnya kerelawanan dan kaderisasi pengawasan pemilu dengan melibatkan publik secara umum. Oleh karenanya pelibatan tersebut dalam wujud Pengawasan Partisipatif dirasa perlu dikonkretkan dengan sedikit intervensi, mengingat bahwa partisipasi publik dalam peristiwa politik, semisal terlibat dalam pengawasan pemilu tidak mungkin muncul dengan sendirinya.

Dalam mewujudkannya Bawaslu telah merumuskan program Pusat Pengawasan Pemilu Partisipatif berdasarkan arahan program RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024. RPJMN menargetkan kesuksesan Partisipasi Politik aktif dari warga negara Indonesia yang dicanangkan sejak tahun 2020.

Melalui gelaran Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) sebagai implementasi program Pusat Pengawasan Pemilu Partisipatif tersebut, Bawaslu berusaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis tentang pengawasan bagi kader-kader pengawas dan pemantau pemilu serta sarana berbagi pengetahuan dan keterampilan tentang partisipasi masyarakat. Dengan secara langsung maupun menggunakan teknologi informasi dan media sosial, SKPP menjadi jalan keluar penguatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu dan pilkada.

Bawaslu telah menentukan 304 Kabupaten/Kota yang menjadi daerah rekruitmen peserta yang secara selektif dapat mengikuti pendidikan ini dari tingkat dasar, menengah dan lanjut, yang dilaksanakan pada Juni - Oktober 2021.

Dalam Launching SKPP, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) tahun 2021 dilaksanakan di 100 kabupaten/kota yang telah ditetapkan. Hingga pendaftaran ditutup pada tanggal 28 Mei 2021, telah ada 22.567 pendaftar. Termasuk di Kalimantan Selatan, yang pelaksanaannya dibagi dalam 3 (tiga) zonasi. Zona 1 di Kabupaten Banjar (28-30 Juni 2021). Zona 2 di Kota Banjarbaru (1-3 Juli 2021) dan Zona 3 di Kabupaten Tabalong (Agustus 2021). Dengan kualifikasi peserta adalah berusia antara 17 hingga 30 tahun, tentu ini adalah gambaran peserta yang didominasi oleh kaum muda.

Afif menganalogikan pengawasan partisipatif pemilu dari masyarakat sebagai upaya mencegah timbulnya kebakaran akibat kemunculan titik api yang merupakan bentuk pelanggaran dalam pemilu. Menurutnya, SKPP merupakan upaya menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat agar menghindari munculnya titik api (pelanggaran) tersebut.

SKPP dinilai menjadi penting bagi Bawaslu sebagai bagian upaya membumikan ideologi pemilu berintegritas semakin tertancap di masyarakat. Sehingga jajaran Bawaslu diharapkan dapat mengikrarkan nilai perjuangan pengawasan partisipatif sebagai cita-cita meningkatkan kualitas demokrasi.

Penulis sangat mengapresiasi program Bawaslu ini dan menilai bahwa SKPP tersebut sebagai bagian dari aktivitas literasi demokrasi kaum muda, yang sudah seharusnya dijamah dan diperkuat perannya dalam demokrasi. Mengapa demikian? Karena kami melihat bahwa selama ini dalam praktik demokrasi “baca : politik” kaum muda hanya dilihat dalam perspektif sebagai angka yang dikonversikan menjadi suara oleh partai politik. Sehigga sudah selayaknya saat berbicara politik kaum muda, maka seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk memperkuat subtansi peran kaum muda dalam penataan demokrasi Indonesia saat ini dan kedepan.

Dan disini kita melihat Bawaslu memulainya dengan gerakan ataupun program yang mengarus utamakan kaderisasi tentu saja berorientasi pada kader yang diharapkan menjadi agen perubahan dan perpanjangan tangan Bawaslu dalam menggerakkan masyarakat untuk turut melakukan pengawasan partisipatif pemilu dan pilkada. Setidaknya Bawaslu menyadari bahwa pemilih muda ini merupakan investasi paling prospektif terutama dalam memperkuat transformasi Indonesia melalui mekanisme demokrasi electoral yang memberdayakan dan menggerakkan.

Tentu SKPP diharapkan menjadi ajang untuk mendorong kesadaran kaum muda (pemilih pemula, pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat) mengenai pentingnya pengawasan partisipatif. Dengan membentuk kader pengawas diharapkan bahwa SKPP dapat memberikan motivasi, literasi, keterampilan, dan pengalaman kepada peserta, khususnya pemilih pemula untuk mengawal proses pemilu yang dalam sepanjang sejarah banyak diwarnai kecurangan dan pelanggaran, menuju kearah yang lebih baik.

Bawaslu dalam menyiapkan kader pengawas pemilu, sedikitnya ada 10 topik besar pengayaan literasi yang akan disampaikan, di antaranya mengenai pembangunan karakter, dasar-dasar demokrasi, sistem pemilu dan kepartaian, lembaga penyelenggara pemilu, pengenalan dan fungsi Bawaslu, regulasi pemilu dan pilkada, kerawanan pemilu, hingga kecakapan dasar pengawas partisipatif dan pemantauan pemilu.

Dalam SKPP tersebut paling tidak ada dua basis yang dapat dilakukan oleh Bawaslu dalam pemberdayaan kaum muda. Pertama, memastikan kaum muda tidak apatis dan memiliki harapan akan politik melalui perbaikan penyelenggaraan pemilu. Caranya adalah dengan mendorong timbulnya bibit bibit pengawasan partisipatif.

Kedua, basis pengarusutamaan literasi demokrasi. Bawaslu memiliki tanggung jawab membuat pemilih muda melek politik dan berdaya. Caranya adalah dengan memberikan literasi pengawasan partisipatif secara berjenjang berupa program SKPP yang menjadi tiga cluster, yakni dasar, menengah dan atas. Sehingga pemilih muda yang terlibat didalamnya akan melek akan kebutuhan mendasar pemilih, mendapat informasi pemilu dan mengetahui mengapa harus berpartisipasi dalam urusan publik, hingga pada bagaimana mengkomunikasikan informasi yang berujung pada keintiman hubungan, egaliter dan berbasis komunitas (hubungan-pemberdayaan-pelayanan komunitas).

Dari uraian di atas, diharapkan SKPP sebagai bagian dari literasi demokrasi akan menjadi cetak biru dalam membentuk satu kaderisasi yang utuh dari ajakan menjadi bagian program pengawasan partisipatif, pelibatan dalam aktivitas pemilu yang bersih dan sehat, ataupun terbentuknya komunitas dan calon-calon insan pengawas pemilu kedepannya. Terakhir, kepada seluruh peserta yang terpilih kami mengucapkan selamat mengikuti SKPP, jadilah agen perubahan dan penggerak gerbong pengawasan pemilu. Salam Awas !!! *


BACA JUGA

Kamis, 02 Desember 2021 09:44

Rp29 Ribu

Di dalam bilik ATM, saya berseru mengucap tahmid, alhamdulillah! Saldo…

Kamis, 25 November 2021 12:57

Gara-Gara Kaus

KITA tak perlu khawatir kehabisan hari penting atau hari besar…

Kamis, 25 November 2021 11:32

"The Real Study" dalam Perspektif Agama Islam

Study atau belajar merupakan suatu kebutuhan, kewajiban dan hak setiap…

Kamis, 18 November 2021 12:02

Revolusi Beliau

Alam tak bisa bercanda. Kalau bisa, berarti selera humornya memang…

Kamis, 11 November 2021 07:30

Semangat Bela Negara dari Timur Indonesia

Oleh : Steve Rick Elson Mara, S.H., M.Han (Kader Intelektual…

Rabu, 10 November 2021 14:44

Mengelola Transformasi Papua: Belajar dari Masa Lalu, Menatap Masa Depan

- Oleh: Dr. Velix V. Wanggai, SIP., MPA (Staf Ahli Menteri…

Kamis, 21 Oktober 2021 10:28

Merapatkan Saf

Oleh Muhammad Syarafuddin DUA pekan terakhir, saya berkesempatan salat Jumat…

Kamis, 07 Oktober 2021 14:26

Arba Mustamir

Oleh Muhammad Syarafuddin ORANG Banjar menamai Rabu terakhir di bulan…

Rabu, 29 September 2021 12:37

Jembatan Basit

Pemerintah boleh berencana menamai jembatan alalak itu apa saja, tapi…

Selasa, 28 September 2021 06:45
Opini

Menumbuhkan Kesadaran Bela Negara bagi Generasi Millennial di Era Society 5.0

  Rifani Agnes Eka Wahyuni, S.IP., M. Han Dunia sedang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers