MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 03 Juli 2021 12:08
Laku Keras, Pedagang Tabung Oksigen Kewalahan
LARIS MANIS: Dua orang karyawan UD HMR memuat tabung oksigen untuk diantar ke rumah sakit di Pelaihari, Tanah Laut (Tala).

BANJARMASIN - Meski di Banjarmasin tak ada lonjakan pasien COVID-19, namun masyarakat banyak yang mencari pasokan tabung oksigen.

Para pedagang bahkan mulai kewalahan menghadapi permintaan masyarakat dan rumah sakit. Peningkatannya 3-6 kali lipat permintaan konsumen, tergantung ukuran tabung. Biasanya untuk ukuran tabung kecil setiap hari sekitar 10 tabung, sekarang mencapai 50-60 tabung.

"Permintaan tabung kecil sampai 300 persen, kalau tabung besar 600 persen," kata Pimpinan UD Harapan Makmur Raihan (HMR) Hendri Gunadi, Kamis (1/7) pagi.

Hendri mengatakan lonjakan permintaan sebenarnya sempat terjadi pada bulan Januari 2020. Itu berlangsung hingga Maret. Permintaan sempat melandai di bulan April, namun perlahan naik di pertengahan Mei hingga Juli. Bahkan karena makin tinggi, ia pun harus memutar otak untuk menyediakan stok lebih di gudang.

Biasanya usaha yang dirintis sejak tahun 2012 itu, ia selalu menyiapkan stok. Namun sekarang sulit, karena setiap hari selalu ada saja yang pesan. "Ini saja sudah banyak yang menghubungi minta dikirimkan," ujarnya.

Hendri pun berupaya membeli tabung oksigen. Tapi kebanyakan distributor di provinsi lain tampaknya juga mengalami hal serupa seperti dirinya. Mungkin lantaran pasien COVID-19 di sana mengalami lonjakan yang tajam."Dari Jawa malah mau beli ke Banjarmasin, bahkan mereka.berani bayar mahal," ungkapnya.

Kemana saja distribusi tabung oksigen yang dijualnya? Hendri menyebut diantaranya adalah rumah sakit, klinik dan perorangan. Lokasinya ada di Banjarmasin, Banjarbaru dan Tanah Laut (Tala). Semuanya rutin memesan ditempatnya.

Ukuran tabung gas yang dipesan rumah sakit maupun klinik mayoritas berukuran besar isi 6 kubik. Semula satu rumah sakit hanya memesan 20 tabung sekarang hingga 80 tabung.

Soal harga, ukuran 0,5 kubik dibandrol Rp60 ribu-Rp70 ribu per tabung. 1-2 kubik Rp100 ribu-Rp200 ribu per tabung sementara 6 kubik tergantung jarak dan jaminan. Jika ada jaminan dibandrol Rp200 ribu per tabung.

"Paling banyak yang membeli perorangan, kebanyakan lagi isolasi mandiri (Isoman)," ujarnya. (gmp/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers