MANAGED BY:
RABU
29 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 03 Juli 2021 12:18
Tak Terawat Hingga Kemalingan, Begini Nasib Museum Makam Raja Banjar
TERABAIKAN: Tampak atap museum yang sudah bolong di sana-sini. Pemko dan pemprov wajib memperhatikan museum di situs bersejarah Kesultanan Banjar ini. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Museum di kompleks Makam Sultan Suriansyah luput dari perhatian pemko. Tak terawat, sempat dibobol pencuri. Salah satu yang digondol adalah lukisan sang Raja Banjar.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin --

BANJARMASIN - Museum itu berada di sebelah kanan. Persis di samping pintu kompleks makam Raja Banjar di Jalan Kuin Utara, Banjarmasin Utara.

Bangunan dengan desain rumah Banjar itu didominasi warna hijau. Pondasi hingga bangunan utama terbuat dari ulin.

Sayang, kondisinya tampak berdebu. Di terasnya, tampak bercak tanah. Cat di pagar pun sudah terkelupas. Ketika penulis berkunjung Jumat (2/7), tak ada petugas yang berjaga. Yang ada hanya juru parkir. Keduanya pula yang menyilakan Radar Banjarmasin.

Memasuki dalam museum, kondisinya tak kalah memprihatinkan. Tak ada satu pun lampu menyala. Tapi siang itu cukup terang lantaran sinar matahari masuk melalui celah-celah atap yang bolong.

Bayangkan saja bila diguyur hujan, lantai ruangan bisa menjadi basah.

Di dalam museum, sejumlah benda koleksi tersimpan rapi di etalase kaca. Ada guci, pecahan keramik, senjata tradisional, manuskrip, dan berbagai macam kain manik-manik.

Sayang, tak ada keterangan tentang peninggalan siapa dan dari abad ke berapa barang-barang yang dipajang tersebut.

Pada dinding yang lain, dipajang foto-foto yang menampilkan pemugaran kompleks makam. Juga sejumlah lukisan dan ilustrasi raja-raja Banjar terdahulu. Rata-rata sudah pudar dimakan usia.

Tak ketinggalan, papan berisi silsilah Kesultanan Banjar.

Puas melihat koleksi museum, penulis mendatangi penjaga makam. Namanya Hamdani. Kemarin (2/7) siang, pria bersongkok tersebut tampak khusyuk mendoakan peziarah.

Dari penuturannya, diketahui bahwa sejak tahun 1984 atau sejak museum itu dibangun, tak pernah ada perbaikan. Kecuali saat museum kemalingan.

"Kalau saya tidak keliru, belum sampai setahun peristiwa kemalingan itu terjadi," ucapnya.

"Yang dicuri cukup banyak. Kebanyakan benda pusaka, keris dan lainnya," jelasnya.

Tapi Hamdani tak mengetahui persis kasusnya. Entah terjadi pada malam atau siang hari. Ia hanya mengetahui, dinding belakang museum rusak akibat dijebol.

Salah seorang zuriat serta pengurus makam lainnya, Syarifudin Nur mengisahkan, sebuah lukisan Sultan Suriansyah semasa muda, keris hingga tombak juga dicuri.

"Keris dan tombak yang dicuri itu bukan pusaka kerajaan. Tapi benda titipan warga setempat," ungkapnya melalui sambungan telepon.

Dinding yang jebol itu kemudian diperbaiki. Kunci-kuncinya juga diganti. Menurutnya, pencuri bisa leluasa, lantaran peronda malam lebih fokus menjaga makam dari perilaku nyeleneh. Seperti remaja mabuk yang pesta miras. "Jadi, penjaga makam pun tak mengetahui museum makam sudah dibobol," ujarnya.

Menghindari pencurian kembali terjadi, barang-barang penting di museum diamankan ke rumah para zuriat. Kalau museum sudah direhab, baru dikembalikan. Kembali ke juru kunci makam, Hamdani berencana untuk memperbaiki atap museum yang bolong-bolong tersebut. "Kalau menunggu bantuan pemerintah, saya rasa bakal lambat," tuntasnya.

Imbas Sengketa Kepengurusan Makam

Kondisi Museum Makam Sultan Suriansyah memantik keprihatinan berbagai pihak. Salah satunya sejarawan di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Mursalin.

Ia mengatakan, yang membuat tidak terurusnya bangunan museum lantaran masih adanya polemik. Saling klaim atas kepengurusan makam.

Padahal menurutnya, makam tersebut berpotensi menjadi cagar budaya level nasional. Mengingat ketokohan Sultan Suriansyah sebagai pendiri Kesultanan Banjar.

Kemudian, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarmasin itu juga prihatin mendengar adanya artefak yang dibawa pulang pengurus makam karena takut dicuri.

"Padahal banyak orang yang hendak melihat artefak peninggalan. Tapi apa lah daya, permasalahan yang terjadi di kompleks makam itu pelik," tambahnya. Karena itu, ia berharap pemko maupun pemprov bisa bergerak. Utamanya memperbaiki segala kerusakan yang menimpa museum.

Terlebih, berdasarkan informasi yang ia peroleh, tahun depan TACB di level Kalsel akan dibentuk. "Kami berharap dengan hadirnya TACB provinsi mampu memberikan titik terang untuk masalah ini. Karena Makam Sultan Suriansyah menjadi tonggak pertama Kesultanan Banjar," harapnya.

Senada dengan sejarawan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Mansyur. Yang juga merupakan anggota TACB Banjarmasin.

Melihat kondisi museum yang kumuh, malah mengundang para pencuri dan penjarah. Alhasil, tak ada pilihan selain mengamankan barang-barang penting di sana. Mansyur menekankan, museum menuntut perawatan ekstra. Salah satunya fumigasi (metode pengendalian hama). Bukan sekadar untuk mengusir rayap, tapi juga untuk mengapresiasi koleksi museum.

"Fumigasi membuat museum terlihat lebih segar. Perlu demi keberlangsungan museum untuk menjaga sejarah lokal kita," sarannya.

Ditanya terkait keadaan museum itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku sudah meninjau langsung. Dia menjamin bakal ada perbaikan.  "Karena museum itu pelengkap, bahkan simbol peradaban sebuah kota. Makanya museum harus dibenahi," ujarnya.

Ibnu tak menampik, betapa memprihatiannya kondisi museum itu. "Koleksi museum memang sudah disimpan pengurus, karena tak bisa dipajang. Takut hilang dan rusak," tambahnya.

Tapi ia meminta bantuan kepada pemprov, jangan cuma pemko yang turun tangan. "Karena kompleks makam itu cagar budaya Kalsel. Jadi saya harap pemko dan pemprov bisa sama-sama menanganinya," tutupnya. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers