MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 05 Juli 2021 14:24
Kalsel Deflasi 0,35 Persen

BANJARBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, telah merilis Indeks Harga Konsumen (IHK). Dari catatan mereka, pada Juni 2021 di Kalsel terjadi deflasi 0,35 persen atau adanya penurunan IHK dari 108,01 pada Mei 2021 menjadi 107,63 pada bulan berikutnya.

Kepala BPS Kalsel Yos Rusdiansyah mengatakan, Kalsel mengalami deflasi pada Juni 2021 dikarenakan adanya penurunan harga pada beberapa indeks pengeluaran. Salah satunya, kelompok transportasi sebesar 3,30 persen.

"Kemudian kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami penurunan harga sebesar 0,21 persen. Serta, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen," katanya melalui channel Youtube BPS Kalsel, baru-baru tadi.

Ditambahkannya, selain lantaran penurunan harga yang signifikan pada beberapa indeks pengeluaran, deflasi juga terjadi dikarenakan ada sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga.

"Komoditas yang memberikan andil deflasi tertinggi antara lain, angkutan udara, cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan daging ayam ras," tambahnya.

Yos mengungkapkan, selama Juni 2021 sebenarnya ada beberapa kelompok yang mengalami kenaikan indeks harga. Namun tidak memberikan andil besar untuk menghindarkan Kalsel dari deflasi. "Salah satunya, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,62 persen," ungkapnya.

Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga naik sebesar 0,59 persen. Lalu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,21 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,11 persen; serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangam sebesar 0,03 persen. "Lalu kelompok kesehatan juga naik, sebesar 0,02 persen," beber Yos.

Dari kelompok yang mengalami kenaikan indeks harga, kata dia ada beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi. Antara lain, ikan gabus, telur ayam ras, mangga, ikan peda dan kacang panjang. "Sedangkan kelompok pendidikan, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan indeks harga dibanding Mei 2021," katanya.

Sementara itu, menanggapi rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) dari BPS Kalsel. Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani menjelaskan bahwa ada banyak hal yang mempengaruhi terjadinya deflasi di Banua.

Di antaranya, menurutnya lantaran masyarakat menahan diri untuk bepergian ke luar daerah. Khususnya dengan pesawat udara karena biaya rapid antigen yang cukup tinggi.

"Dan tentunya atas kekhawatiran pendemi Covid-19, serta penerapan PPKM juga membuat masyarakat tidak melakukan perjalanan. Kecuali sangat penting. Ini berpengaruh pada tingkat perputaran uang atau omzet para pedagang, sehingga tingkat belanja menjadi turun," jelasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers