MANAGED BY:
KAMIS
02 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Rabu, 07 Juli 2021 10:06
Tukang Jagal Dilatih, Tak Bisa Sembarangan
PENATARAN: Medik veteriner DKP3, drh Annang Dwijatmiko menjelaskan tentang titik pemotongan di leher hewan kurban. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Menjelang Idul Adha, panitia kurban di sejumlah masjid di lima kecamatan di Banjarmasin ditatar terkait cara menyembelih hewan kurban, kemarin (7/6).

Digagas Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin melalui bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Dikomando medik veteriner DKP3, drh Annang Dwijatmiko bersama Sekretaris Komisi Fatwa MUI Banjarmasin, H Uria Hasnan.

Tujuannya, agar para panitia kurban bisa menyembelih hewan kurban sesuai syariat. Salah satu tuntunan agama, yakni memperlakukan hewan secara pantas.

Agar mereka tak tersakiti. Meliputi teknik merebahkan hewan hingga posisi meletakkan pisau.

"Jadi tak sembarangan," kata Hasnan. Selama ini ia melihat, di lapangan masih ada tukang jagal yang kurang teredukasi.

Contoh, pisau harus diasah. Ketajamannya harus diperhatikan. Lalu, penyembelihan harus sekali tarik atau dorong.

"Saluran tenggorokan, aliran darah dan aliran makanan bisa terpotong sepenuhnya," tegasnya.

"Kekurangan inilah yang harus diperhatikan takmir masjid. Agar mereka memiliki panitia kurban yang benar-benar paham," pungkas Hasnan.

Sementara drh Annang lebih fokus pada protokol penyembelihan di tengah pandemi. "Kami menyarankan, panitia kurban jangan dari orang luar masjid. Demi mencegah penyebaran covid," sarannya.

Lantas, bagaimana respons panitia kurban yang menjadi peserta pelatihan? Salah seorang pengurus masjid, H Haitami Hatta mengaku terbantu.

Meski sudah bertahun-tahun menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban, tapi ia mengakui, ilmunya masih kurang.

Perihal penularan virus corona yang masih mengkhawatirkan, ia menjamin akan menerapkan prokes ketat di tempatnya.

"Selain panitia tidak boleh masuk ke lokasi pemotongan," ujar pengurus Masjid Mujahidin tersebut.

"Ada sedikit perbedaan. Tahun lalu, dagingnya kami antarkan ke rumah warga. Tahun ini, karena kasus covid mulai menurun, kami panggil saja penerima daging kurban. Tapi diatur agar tak menimbulkan kerumunan," jamin Hatt. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Kamis, 02 Desember 2021 09:02

Musik Panting Hibur ASN Setiap Hari

RANTAU – Panggung kecil berbentuk segi empat berdiri dekat pintu…

Selasa, 30 November 2021 12:40
LITERASI

Pagi Ini, Kurnia Effendi di Palnam

BANJARMASIN - Sastrawan nasional Kurnia Effendi akan mengisi acara literasi…

Senin, 29 November 2021 17:45

Terhibur Lalu Merenung, Teater Himasindo Angkat Isu Feminisme

BANJARMASIN - Di kancah nasional, membicarakan isu feminisme adalah hal…

Sabtu, 27 November 2021 09:07

Siap Menyelamatkan Korban di Ketinggian

BANJARBARU - Belasan personel UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota…

Senin, 22 November 2021 18:05

Bamula Welum, Budaya Tradisional Dayak

PARINGIN – Sudah hampir tiga tahun Pesona Dayak Meratus yang…

Kamis, 18 November 2021 13:38

Tumbuhkan Minat Baca Anak Sejak Dini

BANJARMASIN – Puluhan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/ Taman…

Kamis, 18 November 2021 11:52

Minta Dukung Pembangunan Majelis Taklim

RANTAU – Kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Tapi…

Rabu, 17 November 2021 14:48

UAS Letakan Batu Pertama di Attazkiah

RANTAU – Ustad Abdul Somad (UAS) akan berkunjung ke Majelis…

Senin, 15 November 2021 14:03

Aruh Sastra Berakhir, Sampai Jumpa di Tanah Laut

PARINGIN – Gelaran Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) XVIII di…

Senin, 15 November 2021 13:46

Sekarang, Humas Juga Menghadapi Netizen

BANJARMASIN - Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan public relation yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers