MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 08 Juli 2021 13:11
Baru Lahir Sudah Tertular Covid-19, RSD Idaman Tambah Ruang Cadangan
TAMBAH RUANGAN: Petugas RSD Idaman Banjarbaru menyiapkan kamar di ruang Kasuari. Ruangan kembali difungsikan untuk merawat pasien Covid-19 di RSD Idaman yang mengalami lonjakan. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

BANJARBARU - Beberapa waktu terakhir. Eskalasi kasus positif Covid-19 di Banjarbaru mulai merangkak. Meski dinamis, namun kasus terkonfirmasi positif setiap harinya selalu bertambah.

Bahkan menilik dari data Satgas Covid-19 Kota Banjarbaru. Dua hari yang lalu lonjakan sampai tembus di angka 53 kasus. Angka yang lumayan tinggi dibanding rata-rata kenaikan biasanya.

Naiknya angka kasus ini juga otomatis membuat pasien Covid-19 yang harus dirawat di RSD Idaman Banjarbaru turut membengkak. Bahkan berdasarkan pembaharuan kemarin, ruangan khusus penanganan pasien Covid-19 sudah kewalahan.

Menurut Kepala Bagian Tata Usaha RSD Idaman, M Firmansyah ruangan perawatan Covid-19 sudah tak mampu menampung pasien. Yang mana sejumlah pasien sampai harus antri di IGD.

"Ruangan khusus pasien Covid-19 kita sudah penuh. Terakhir ada lima pasien yang sempat antri di IGD. Terkait kenaikan ini, kita putuskan memfungsikan ruangan lain," ujarnya.

Ruang perawatan khusus Covid-19 sendiri kata Firman mampu menampung 50 pasien. Sekarang katanya ada 41 pasien Covid-19 yang dirawat karena bergejala kronis.

"Kenapa cuman 41 sedangkan kapasitasnya 50 bed, ini dikarenakan ada klasifikasi pasien yang tidak bisa digabung satu ruang. Misalnya ada khusus untuk balita, anak ataupun perempuan dan laki-laki, jadi idealnya hanya bisa menampung 41 saja," ceritanya.

Ruangan Kasuari kini kata Firman sudah difungsikan untuk menampung pasien Covid-19 tambahan. Yang mana sebelumnya, ruangan ini difungsikan untuk merawat pasien umum non Covid-19.

"Terakhir kita memfungsikan ruangan Kasuari ini untuk pasien Covid-19 ketika ada lonjakan saat momen libur Nataru lalu. Ini artinya sudah ketiga kali kita jadikan ruangan Covid-19," katanya.

Kasus Covid-19 ini aku Firman memang mengkhawatirkan. Bahkan dari data teranyar pihak rumah sakit, dari 41 pasien Covid-19 yang sedang dirawat, tiga di antaranya berusia anak-anak.

"Ada tiga anak yakni kategori dari usia 0-1 tahun, salah satunya bahkan bayi baru lahir yang tertular dari ibunya ketika proses bersalin. Untuk pasien lain diusia 20-40 ada 12 orang sedangkan sisanya ada di usia 40-70 tahun yang jumlahnya 26 orang," beber Firman.

Disinggung bagaimana jika lonjakan membuat ruang tambahan juga tak mampu menampung. Firman menjawab jika nanti ruang kasuari penuh maka pihaknya kemungkinan besar akan menambah ruang cadangan.

"Kita belum tau kondisi ini akan terus berlanjut atau tidak. Namun jika akhirnya ruang Kasuari penuh, maka kita terpaksa membuka ruangan lain, semisal ruang Murai," tuturnya.

Terakhir, Firman mengimbau kepada masyarakat untuk tetap selalu mematuhi protokol kesehatan. Terlebih lagi saat ini masih berlangsung masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Banjarbaru.

"Tetap patuhi protokol kesehatan 5M. Pemko telah memberlakukan PPKM Mikro yang bertujuan membatasi mobilitas masyarakat. Aturan yang ditegakkan harus dipatuhi. Jangan kita anggap enteng pandemi ini, karena buktinya masih ada pasien yang meninggal dunia akibat tertular virus," pesannya. 

Wali Kota Siapkan Rumah Sakit Alternatif

Sementara, terkait melonjaknya pasien Covid-19 yang dirawat di RSD Idaman baru-baru ini. Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin memastikan pemerintah telah memprediksi lonjakan ini bakal terjadi.

Menurut Ovie -panggilan akrabnya-, penuhnya ruangan di RSD Idaman sangat berkaitan erat dengan mulai meningkatnya angka kasus positif Covid-19 di Kota Banjarbaru.

"Betul, pagi tadi (kemarin, red) kita sudah mendapatkan informasi dari pihak RSD Idaman bahwa ruang khusus untuk perawatan pasien Covid-19 telah dinyatakan penuh," ujar Wali Kota.

Melihat kejadian ini, ia menyebut jika sudah menyiapkan langkah-langkah khusus dalam menghadapi kondisi ini. Salah satu yang katanya bisa cepat dan kongkrit dilakukan adalah menyiapkan rumah sakit alternatif lain untuk perawatan penyintas Covid-19.

"Kita telah berkoordinasi dengan beberapa rumah sakit yang ada di Banjarbaru sebagai tempat alternatif perawatan para pasien Covid-19. Alhamdulillah, sejumlah rumah sakit telah menyatakan kesanggupannya," jawabnya.

Disambungnya, setidaknya ada tiga rumah sakit alternatif yang berstatus bukan rumah sakit daerah (RSD) siap mengakomodir lonjakan pasien ke depannya.

Adapun tiga RS ini sebut Wali Kota yaini RS Islam Sultan Agung Banjarbaru di komplek KCG Liang Anggang, lalu ada RS AURI Landasan Ulin dan RS TK IV Guntung Payung.

"Oleh karenaya kita mengimbau jika ada pasien yang tertular virus corona dan membutuhkan perawatan, agar bisa dirujuk ke tiga rumah sakit tersebut. Tidak perlu harus ke RSD Idaman," pesannya. (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 14:35

Jembatan Basit Baru Ditutup Langsung Macet, Demi Jokowi Lubang Jalan pun Ditambal

BANJARMASIN - Pasca ditutupnya satu lajur di Jembatan Basit, kemarin…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:31

SMA/SMK Perdana Belajar Tatap Muka, Tidak Ada Istirahat, Makan pun di Kelas

BANJARBARU - Sejumlah SMA/SMK piloting di Kalsel, kemarin (18/10) akhirnya…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:29

Pandemi Melandai, Festival Budaya Terapung Bisa Terlaksana

Pandemi yang melandai membuat sektor pariwisata akhirnya bergeliat lagi. Festival…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:12

Al Jihad Sudah Cabut Stiker Pembatas Saf, Sabilal Muhtadin Belum

BANJARMASIN - Tidak hanya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi saja…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:07

Waga Heran, Jalan Amblas Dekat Galian PDAM, Pekerja Menduga Gara-gara ini

BANJARMASIN - Warga Kampung Melayu Darat, Randin mengaku heran. Lubang…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:59

Ibnu Sina - Rusian Bersaing Ketat Dibursa Calon Ketua Demokrat Kalsel

BANJARMASIN - Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat  Kalsel digelar…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:54

Jembatan Antasari Bakal Ditutup Total, ini Alasannya

BANJARMASIN - Sudah berusia tua dan tak lagi mulus, Jembatan…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:47

Antisipasi Banjir, Longsor dan Putting Beliung, ini yang Dilakukan BPBD HSS

KANDANGAN – Untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor sampai…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:45

Harga Batubara Melonjak, Tambang Liar di Tanah Bumbu Makin Marak

TANBU - Penambangan batu bara ilegal kembali marak terjadi. Hal…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:38

Akses Darat di Kuripan Marabahan Akhirnya Terbuka

MARABAHAN - Program prioritas jalan Kutabamara (Kuripan-Tabukan-Bakumpai-Marabahan) terus digenjot.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers