MANAGED BY:
KAMIS
09 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 08 Juli 2021 13:32
Kisah Masrani, Santi Melati dan Sepedanya: Berhenti Mengayuh Jika Santi Sudah Sembuh
BUKTI CINTA: Masrani dan putrinya Santi Melati di halaman Balai Kota kemarin (7/7). Keduanya hendak bersilaturahmi dengan Wali Kota Ibnu Sina. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Awal milenium lalu, Masrani mulai mengayuh sepedanya untuk mengelilingi Indonesia. Tujuannya, demi cintanya kepada sang anak.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin --

Di wajahnya peluh mengucur. Sorot matanya ramah, menyapa siapa saja yang melintas. Duduk di samping sepedanya, sesekali ia mengelus kepala putrinya, Santi Melati. Rabu (7/7) pagi, Masrani mampir ke Balai Kota. Niatnya bersilaturahmi dengan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

"Saya belum pernah bertemu beliau. Sekaligus meminta izin untuk melanjutkan perjalanan," ucapnya. Sayang, pertemuannya dengan orang nomor satu di Pemko Banjarmasin itu harus tertunda. Ibnu sedang bertolak ke Jakarta.

Masrani warga Sampit, Kalimantan Tengah. Ia tiba di Banjarmasin sejak Selasa (6/7) lalu. Tapi ia pernah tinggal di Banjarmasin. Menetap di Jalan Gunung Sari, Kelurahan Teluk Dalam.

Semenjak ditinggal wafat sang istri, ia pun menetap di Sampit dan menjadi buruh sawit. Pria 52 tahun itu memiliki dua orang anak. Anak pertamanya sudah bekerja dan berkeluarga. Lantaran bungsu tak mau tinggal bersama kakaknya, maka ia pun merawatnya sendiri.

Masrani juga enggan merepotkan anak sulungnya, lantaran sejak usia dua tahun, Santi sudah mengidap epilepsi. Dengan penghasilan pas-pasan, Masrani masih mengupayakan pengobatan Santi. Dibawa ke dokter hingga paranormal.

Sayang, tanda-tanda kesembuhan tak kunjung muncul. Justru sebaliknya, penyakit yang diidap Santi kian menjadi-jadi. Tak berputus asa, tahun 2000 silam, Masrani memutuskan berkeliling Indonesia. Mengayuh sepeda sambil membonceng putrinya yang masih kecil (sekarang Santi sudah 24 tahun). Tujuannya hanya satu. Mencari obat atau mendatangi orang yang bisa menyembuhkan penyakit Santi.

Sebelum menjelajah, ia terlebih dahulu memodifikasi sepedanya. Agar mudah membawa barang bawaan yang banyak. Komplet dengan bendera Indonesia, lampu, aki dan pengeras suara. Gunanya sebagai hiburan perjalanan.

Dituturkannya, selama perjalanan, cukup sering penyakit Santi kambuh. Kalau sudah begitu, Masrani hanya bisa menenangkannya dengan membacakan selawat. Pernah ada orang yang menjamin bisa mengobati Santi, tapi tawaran itu ia tolak. Alasannya, syarat yang dimintanya bertentangan dengan keyakinan Masrani.

Bagaimana tidak, Masrani diminta mengencingi kepala anaknya sendiri. Lalu Santi diharuskan memakan daging babi. "Saya Muslim. Saya tidak mungkin melakukannya," tegasnya. Masrani lebih tertarik mencari obat herbal. Atau bila ada sedikit uang, dibawa ke dokter. "Lebih sering ke pengobatan alternatif, karena bayarnya sukarela," jelasnya.

Pulau Kalimantan, Jawa, Sumatera, Bali hingga Papua sudah dijelajahinya. Sejauh itu, bukan berarti pengobatannya tak ada perkembangan. "Kalau dihitung-hitung, proses penyembuhannya sudah mencapai 80 persen. Alhamdulillah, tersisa 20 persen lagi," ungkapnya.

Selama perjalanan, untuk urusan makan dan minum, mereka mengandalkan belas kasihan dermawan.  "Saya tidak meminta-minta. Tapi kalau dikasih, tentu saya ambil. Kalau capek, tinggal mencari musala atau masjid untuk beristirahat. Kalau malam, saya lebih memilih menumpang beristirahat di pos polisi agar aman," kisahnya.

Masrani kapok bermalam sembarangan. Saat ia terlelap, barang-barangnya selalu diincar maling. "Aki di sepeda, sudah tak terhitung berapa kali dicuri," ujarnya terkekeh. Kisah Masrani, sudah pasti menarik perhatian media. Keduanya pernah diundang Deddy Corbuzier untuk tampil di acara Hitam Putih. "Masuk televisi, lebih dari sekali," kata Santi.

Keduanya kemudian diberangkatkan umrah. Bareng almarhum seniman Kalsel, M Arsyad alias Kai Api. Tentu tak semua orang sebaik Deddy. Sudah sering Masrani dicap orang aneh, bahkan kurang waras. Tapi hinaan itu hanya dianggapnya angin lalu.

"Mereka hanya tidak tahu kalau saya melakukan ini demi putri saya. Seorang ayah pasti mencintai anaknya," tutupnya. Setelah Nusantara terjelajahi, Masrani pengin mengunjungi Malaysia, Singapura, dan Vietnam. Siapa tahu, pada akhirnya, penyakit gangguan saraf yang diderita Santi bisa disembuhkan. "Sebelum anak saya sembuh total, saya takkan berhenti," tutupnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 07:44

Pohon Natal dari 5.000 Botol Plastik Bekas

Kreasi unik ini dipajang di lobi Galaxy Hotel sejak kemarin…

Rabu, 01 Desember 2021 07:09

Nekat Merantau ke Pemalang, Sukses Cetak Sejarah

  Keterbatasan fisik bukan alasan bagi Sabran (44) untuk berhenti…

Rabu, 01 Desember 2021 07:06

Modal Awal 30 Juta, Untung Ratusan Juta Sebulan

Menjadi anggota TNI bukan melulu soal senjata. Babinsa Koramil -05/Karang…

Sabtu, 20 November 2021 16:37

Dijuluki Monster dari Cemara, Tangkapan Terbesar Tim Animal Rescue BPBD

Ini tangkapan besar yang bakal membuat semua pawang ular level…

Kamis, 18 November 2021 09:31

Tak Ada Perhatian, Pemda Berdalih Refocusing Anggaran

Salasiah (66) warga Desa Masiraan RT 2, Kecamatan Pandawan, Hulu…

Rabu, 17 November 2021 15:23

Lobi-Lobi di Atas Panggung

Akhir pekan tadi, Kadispersip Kalsel Nurliani mengirim undangan ke penulis,…

Rabu, 17 November 2021 14:57

Berbincang dengan Pengusaha Mini Trail di Siring

Sejak SMP, Fahrul sudah menggandrungi segala yang berbau otomotif. Ketika…

Selasa, 16 November 2021 08:56

ULM Laksanakan Pengabdian pada Masyarakat di Kalteng

Akar bajakah saat ini mampu menjadi peluang usaha yang menjanjikan.…

Senin, 15 November 2021 21:22

Asa Pedagang Taman 10 K Pertamina Tanjung Melawan Pandemi

Pandemi memukul hampir setiap sendi kehidupan, tapi tetap ada asa…

Senin, 15 November 2021 14:06

Bangun Jejaring dan Belajar Bahasa Asing

Baru 25 tahun, Kesuma Anugerah Yanti sudah beberapa kali mengikuti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers