MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 10 Juli 2021 04:49
Tabung Langka, Kapasitas RS Masih Cukup
MULAI LANGKA: Karyawan UD HMR memuat tabung oksigen ukuran 5 kubik ke atas mobil pikap untuk diantar ke rumah sakit di Pelaihari, Tanah Laut (Tala). | FOTO: ENDANG SYARIFUDIN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Di Pulau Jawa, oksigen saat ini menjadi barang mahal bahkan langka. Banyak pasien Covid-19 yang meninggal dunia karena tak sempat diberikan oksigen saat perawatan.

Faktor tingginya kasus Covid-19, berimbas dengan susahnya oksigen dicari. Bagaimana dengan di Banjarmasin yang tren kasusnya mulai meningkat? Ternyata kondisinya tak berbeda jauh.

Salah satu pedagang alat kesehatan di Pasar Niaga Banjarmasin, Enal mengaku, oksigen tabung sudah mulai langka sejak empat hari lalu. “Di tempat saya sudah kosong sejak beberapa hari ini,” sebutnya kemarin.

Dia mengakui, penyebab kosongnya tabung oksigen ini lantaran tak masuknya pasokan dari distributor. “Tak ada pasokan, jadi tak ada yang dijual,” tukasnya.

Selain oksigen dengan ukuran tabung kecil, oksigen dengan ukuran 1 meter kubik yang ramai dicari pembeli, saat ini sudah kosong stok. "Sekarang dari ukuran kecil hingga besar tak ada masuk dari distributor,” tambahnya.

Presidium Nasional Farmasis Indonesia Bersatu Hasan Ismail mengatakan pemerintah daerah sudah harus mengambil kebijakan penting sebelum terjadinya kasus seperti di Pulau Jawa.

Kelangkaan oksigen di Pulau Jawa terangnya harus menjadi pelajaran bagi Kalsel. Jangan sampai pasien Covid-19 di Kalsel yang mengalami sesak napas tak tertangani karena tak adanya oksigen. “Kasus di Pulau Jawa soal kelangkaan oksigen ini, kita jangan tutup mata. Harus ada upaya awal agar tak terjadi kelangkaan,” katanya.

Sebelum terjadi kelangkaan, dia meminta agar pemerintah daerah segera membentuk Satgas oksigen. Hal ini sebut Hasan, sudah dilakukan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk mengatasi kelangkaan oksigen di sana. “Ini harus segera dilakukan sebelum kejadian seperti di Jakarta,” cetusnya.

Dengan adanya Satgas nanti menurutnya, distribusi oksigen dari sumber awal seperti pabrik hingga ke distributor dan penjual, dapat diawasi agar tak disalahgunakan penyalurannya. “Tak bisa dipungkiri. Kondisi saat ini banyak spekulan yang ingin mengambil untung. Ini harus ditangani secara dini,” ujar mantan Ketua KNPI Kalsel itu.

Sementara itu, Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Suciati mengklarifikasi banyak isu yang beredar tentang ruangan di RSUD Ulin yang disebut tak lagi cukup. "Ruangan kita masih cukup," kata Suci, Jumat (9/7) pagi.

Di RSUD Ulin memang terjadi peningkatan pasien, tapi tidak seperti di rumah sakit daerah lain di Indonesia. Pada 20 Juni lalu jumlah pasien COVID-19 yang dirawat 19 orang, namun 21 Juni 2021 naik tiga kali lipat, menjadi 61 orang.

Kemudian pada Kamis (8/7), lanjut Suci, ada penambahan dua orang pasien yang harus dirawat. Tapi sekarang sudah kembali turun menjadi 61, karena ada dua orang yang sudah diperbolehkan pulang. "Alhamdulillah masih terkendali," ucapnya.

Sejumlah skenario sudah disiapkan jika mendadak terjadi lonjakan. Sementara ini yang sudah dilakukan adalah menambah jumlah tempat tidur. Jika sebelumnya hanya 206 ditambah hampir dua kali lipat menjadi 400 tempat tidur.

Tak ada lonjakan drastis ditengarai karena RSUD Ulin tidak lagi menjadi rujukan utama pasien. Banyak rumah sakit yang sudah melayani pasien COVID-19. Di Banjarmasin sudah banyak terdapat rumah sakit, diantaranya, Rumah Sakit Umum Ansari Saleh, Rumah Sakit Siloam.

"Rumah sakit sekarang tidak hanya Ulin saja yang menerima pasien COVID-19, banyak," ucapnya. (mof/gmp/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 18:56

Abdul Karim Resmi Dipecat dari KPU Banjar

BANJARMASIN - Abdul Karim Omar resmi dipecat sebagai Komisioner KPU…

Sabtu, 18 September 2021 18:49

Ratusan Sopir Bus Divaksin

BANJARBARU - Vaksinasi di Kalimantan Selatan mulai menyasar ke sejumlah…

Sabtu, 18 September 2021 18:12
Pemkab Tanah Bumbu

Penyegaran Kembali Dilakukan

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kembali melakukan penyegaran di…

Sabtu, 18 September 2021 17:48
Pemkab Tanah Bumbu

Posyandu Widuri Dinilai

BATULICIN – Posyandu Widuri Desa Ringkit, Kecamatan Kuranji, mewakili Kabupaten…

Sabtu, 18 September 2021 09:45
Pemkab Tanah Laut

3000 Vaksin Untuk Ponpes dan Madrasah Di Tanah Laut

PELAIHARI - Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mencapai herd…

Sabtu, 18 September 2021 09:40
Pemkab Tanah Laut

PKM Bumi Makmur Akan Menjadi PKM Rawat Inap

PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut sedang menyusun perencanaan…

Sabtu, 18 September 2021 09:38
Pemkab Tanah Laut

Tim Wastib Beraksi Lagi

PELAIHARI – Sempat berjalan lancar, keluhan akan kelangkaan Liquid Petroleum…

Jumat, 17 September 2021 18:43

Mesti Rampung Tahun ini, Jalan Mesjid Jami Bakal Dilebarkan Sampai 12 Meter

BANJARMASIN – Proyek pelebaran jalan di kawasan Masjid Jami Sungai…

Jumat, 17 September 2021 18:30

Banjarmasin Seleksi 1.516 Calon Guru PPPK, Jangan Tunggu Kesempatan Ketiga

BANJARMASIN – Sebanyak 1.851 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja…

Jumat, 17 September 2021 15:39

Yatim karena Covid-19 dapat Bantuan, Langsung dari Menteri Risma

BANJARMASIN – Anak-anak di Banjarmasin yang menjadi yatim setelah ditinggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers