MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 13 Juli 2021 13:27
Menyambut PTM di Tengah Pandemi, Ibnu: Ini Perkara Pilihan
MASKERNYA MANA: Staf keamanan sekolah membenarkan tali sepatu siswa SDN Karang Mekar 5. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Sekalipun Pemprov Kalsel meminta ditunda, Pemko Banjarmasin kukuh melaksanakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka). Banyak siswa dan orang tua yang mendukung.

---

BANJARMASIN - Kemarin (12/7), sekolah di Banjarmasin dibuka serentak. Dari PAUD, SD dan SMP.

Di SDN Karang Mekar 5 di Jalan S Parman, siswa-siswi baru tampak antusias. Sementara para orang tua dengan sabar menunggu kepulangan mereka di halaman parkir sekolah.

Murid kelas I sampai kelas III dibolehkan mengikuti pelajaran sedari jam 8 pagi hingga jam 11 siang. Sedangkan murid kelas IV sampai kelas VI, sedikit lebih lama, ditambah setengah jam.

Sudah termasuk jeda istirahat selama 15 menit. Tapi, istirahatnya hanya di dalam kelas. Anak-anak tidak diperkenankan berada di luar ruangan.

Kepala SDN Karang Mekar 5, Siti Atini menjelaskan, tiap rombongan belajar (rombel) hanya diisi 15 siswa. Gunanya untuk memudahkan menjaga jarak.

Kemudian, baik siswa baru maupun siswa lama, sejak kemarin (12/7) hingga hari ini (13/7) hanya diberikan materi berupa edukasi prokes COVID-19.

"Orientasi prokes selama dua hari. Ditambah materi pengenalan lingkungan sekolah yang juga selama dua hari," ucapnya.

Pengajar yang juga menjabat sebagai Plt Kepala SDN Karang Mekar 1 itu menambahkan, siswa atau guru yang sakit dilarang kembali ke kelas. Demikian pula dengan siswa atau guru yang tinggal di zona oranye.

"Alhamdulillah tidak ada siswa yang sakit. Tapi untuk guru SDN Karang Mekar 5, ada satu yang sakit. Dan dua guru dari SDN Karang Mekar 1. Artinya, tidak diperkenankan mengikuti PTM (Pembelajaran Tatap Muka)," jelasnya.

Disinggung fasilitas PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), ditegaskannya tetap disediakan. Mengingat masih ada orang tua yang khawatir dengan kesehatan anaknya.

"Sedangkan bagi siswa yang mengikuti PTM, orang tuanya kami ingatkan untuk menjemput tepat waktu," tambahnya. Tujuannya, agar anak-anak tak sempat bermain berkerumun atau berkeluyuran.

Salah seorang orang tua murid di sana, Amas Mulia mengaku tak khawatir. Sekalipun pandemi masih mengancam.

"Kalau daring, sulit mengawasinya. Bisa sambil menonton televisi lah, bermain lah... Pokoknya sulit," ungkapnya.

Senada dengan Irawaty. Bahkan, ia menginginkan agar sekolah tidak perlu memberikan waktu istirahat.

"Jadi, setelah selesai jam pelajaran, anak-anak bisa langsung pulang ke rumah. Dan kami para ibu bisa kembali mengerjakan pekerjaan rumah," ujarnya.

Sementara itu, kasus terkonfirmasi positif kian merangkak naik. Data Dinas Kesehatan Kalsel per 11 dan 12 Juli menunjukkan Banjarmasin masih menjadi penyumbang kasus covid terbanyak.

Dengan tambahan 40 kasus positif, 44 kesembuhan dan tiga kasus kematian.

Namun, pemko kukuh melaksanakan kebijakan PTM. Padahal, Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA enggan mebuka SMA, SMK dan SLB yang berada di bawah naungan pemprov.

Kota tetangga seperti Banjarbaru juga sudah memilih untuk menunda PTM. Lantas, bagaimana tanggapan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina?

Mengenakan seragam pamong praja, Ibnu memantau langsung PTM di SMPN 1 Banjarmasin di Kompleks Mulawarman.

Kepada wartawan, Ibnu mengaku sudah meminta izin penjabat gubernur. "Beliau meminta per pekan ada laporan evaluasi," ujarnya.

Ia tak menampik, penjabat gubernur sempat meminta pemko menunda PTM. Tapi Ibnu menegaskan, setelah sekian simulasi, PTM berkali-kali tertunda.

"Di surat keputusan bersama empat menteri, PTM boleh asalkan berada di zona hijau," imbuhnya.

Kembali, ia menyitir strategi kepal gas dan rem darurat. Maksudnya, bila kasus melandai, maka perekonomian dan pendidikan digas. Bila kasus melonjak, tuas rem ditarik.

"Artinya kalau posisinya zona hijau dan kuning, secara aturan masih boleh. Tapi bagi zona oranye apalagi merah, maka harus diliburkan," jelasnya.

Ibnu yakin, dengan prokes ketat, tak ada yang perlu dikhawatirkan murid dan guru.

"Agar anak-anak tak perlu khawatir. Naik kelas tapi tak bisa baca tulis. Naik kelas tapi tak mengenal teman-temannya. Karena berinteraksi juga adalah proses pendidikan," lanjutnya.

Ia berharap, kebiasaan berprokes di sekolah bisa dibawa pulang ke rumah. "Kami sangat menghargai orang tua yang mengizinkan anaknya turun PTM. Di sisi lain, kami juga memfasilitasi orang tua yang menginginkan anaknya tetap belajar daring. Saya rasa itu perkara pilihan," tutupnya.

Dipulangkan karena Tidak Tahu

MENGACU surat edaran Disdik dan satgas covid, sekolah yang berada di zona oranye dilarang untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Demikian pula dengan siswa yang tinggal di zona oranye, tak dibolehkan kembali ke sekolah. Meskipun sekolahnya berada di zona hijau atau kuning.

Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin pada di hari pertama PTM kemarin (12/7), sejumlah siswa yang tinggal di zona oranye dipulangkan. Mereka disuruh kembali belajar daring.

Terjadi di SMPN 2 Banjarmasin, Kompleks Mulawarman, Banjarmasin Tengah.

Kepala sekolah, Satoli menyebut ada dua siswanya dipulangkan. Mereka berasal dari Kelurahan Surgi Mufti dan Tanjung Pagar yang penularan covidnya masih mengkhawatirkan.

"Mereka cukup belajar dari rumah saja. Tak perlu ke sekolah," tegas Satoli.

Diketahui, ada 279 siswa baru yang diterima SMPN 2. Pada hari pertama, hanya diberikan materi pengenalan lingkungan sekolah dan edukasi prokes.

Dibagi dua shift, diterapkan sistem ganjil dan genap, mengadu pada nomor absen siswa.

Untuk siswa ganjil, belajar pada pukul 07.30-09.30 Wita. Sedangkan siswa genap, belajar pukul 10.00-11.30 Wita.

Bagi siswa kelas VII, masuk sekolah pada Senin dan Selasa. Dilanjutkan siswa kelas VIII pada Rabu dan Kamis. Kemudian siswa kelas IX pada Jumat dan Sabtu.

"Untuk menjaga jarak, satu kelas hanya diisi 18 orang," sebutnya.

Satoli mengakui, masih ada orang tua yang khawatir anaknya kembali ke sekolah. "Masih ragu, wajar saja. Jadi diganti dengan belajar daring," jelasnya.

Perihal zonasi juga agak menimbulkan kebingungan. Misalkan di SMPN 1 Banjarmasin.

Kepseknya, Gusti Khairur Rahman mengaku baru mengetahui bahwa siswa dari zona oranye dilarang kembali ke sekolah. "Jujur saya baru tahu. Makanya kami belum mendata siswa baru ini dari mana saja," ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, per 9 Juli, satgas merilis peta zona oranye di Banjarmasin. Yaitu RT 14, RT 26 dan RT 27 di Kelurahan Sungai Miai. Lalu RT 9, RT 15 dan RT 68 di Kelurahan Sungai Andai. Kemudian RT 31 di Kelurahan Surgi Mufti. Disusul RT 34 di Kelurahan Pekapuran Raya. Terakhir RT 23 di Kelurahan Tanjung Pagar.

Total, ada tujuh sekolah yang berada di zona oranye dan batal dibuka. Yakni SDN Benua Anyar 9, SMPN 35, SMPN 24, SMPN 23, SMPN 19, SMPN 8 dan SMPN 18 Banjarmasin.

PTM Membahayakan Kesehatan Anak

BANJARMASIN - Sikap ngotot pemko untuk membuka sekolah disoroti anggota Tim Pakar COVID-19 Universitas Lambung Mangkurat, Hidayatullah Muttaqin.

Diingatkannya, Kalsel sedang memasuki gelombang ketiga. Sekaligus diancam virus varian delta yang lebih menular. Maka kebijakan PTM membahayakan kesehatan anak, orang tua dan gurunya.

Mengutip hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS), di situ disebutkan, kelompok masyarakat yang lebih muda justru yang paling sulit untuk diajak mematuhi prokes.

Penyebabnya, tingkat kematangan berpikir yang kurang bila dibandingkan orang dewasa. Apa lagi bagi anak-anak usia sekolah dasar.

"Sulit memahamkan mereka. Betul saja, baru hari pertama, sudah banyak terdengar informasi tentang longgaranya penerapan prokes," keluh dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.

Diingatkannya, ketika penularan begitu masif, disiplin prokes saja tidak cukup. Apalagi dengan mutasi delta, yang menaikkan risiko penderita dilarikan ke rumah sakit.

"Delta menyasar kelompok masyarakat yang sering berinteraksi langsung dan belum menjalani vaksinasi," tegas Muttaqin.

PTM memang tak semata-mata belajar. Tapi juga mendorong anak-anak untuk meningkatkan mobilitasnya di luar rumah. Minimal untuk pergi dan pulang sekolah.

"Sementara Disdik tak bisa menjamin, sepulang sekolah anak-anak akan langsung pulang ke rumah. Mungkin ada yang ke pasar, mal atau tempat bermain," kritiknya.

Apalagi, capaian vaksinasi di ibu kota Provinsi Kalsel ini masih rendah. Dengan efikasi (tingkat kemanjuran) vaksin hanya 65 persen, maka untuk mencapai kekebalan komunitas, populasi yang divaksin lebih besar dari 60 persen.

"Dalam situasi ini, PTM hanya meningkatkan risiko untuk keluarga siswa dan guru di rumah," lanjutnya.

Situasi yang ia maksud, pada 5-11 Juli, ada penambahan 138 kasus positif dan tujuh kasus kematian di Banjarmasin. Jumlah pasien covid di rumah sakit juga terus bertambah.

"Pada 1 Juli ada 170 pasien yang rawat inap baik di ruang isolasi maupun perawatan intensif dengan BOR (tingkat pemakaian tempat tidur rumah sakit) 31,2 persen. Maka sepuluh haru kemudian, melonjak menjadi 309 pasien dan BOR-nya naik drastis hingga 61,3 persen," tutupnya. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 18:56

Abdul Karim Resmi Dipecat dari KPU Banjar

BANJARMASIN - Abdul Karim Omar resmi dipecat sebagai Komisioner KPU…

Sabtu, 18 September 2021 18:49

Ratusan Sopir Bus Divaksin

BANJARBARU - Vaksinasi di Kalimantan Selatan mulai menyasar ke sejumlah…

Sabtu, 18 September 2021 18:12
Pemkab Tanah Bumbu

Penyegaran Kembali Dilakukan

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kembali melakukan penyegaran di…

Sabtu, 18 September 2021 17:48
Pemkab Tanah Bumbu

Posyandu Widuri Dinilai

BATULICIN – Posyandu Widuri Desa Ringkit, Kecamatan Kuranji, mewakili Kabupaten…

Sabtu, 18 September 2021 09:45
Pemkab Tanah Laut

3000 Vaksin Untuk Ponpes dan Madrasah Di Tanah Laut

PELAIHARI - Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mencapai herd…

Sabtu, 18 September 2021 09:40
Pemkab Tanah Laut

PKM Bumi Makmur Akan Menjadi PKM Rawat Inap

PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut sedang menyusun perencanaan…

Sabtu, 18 September 2021 09:38
Pemkab Tanah Laut

Tim Wastib Beraksi Lagi

PELAIHARI – Sempat berjalan lancar, keluhan akan kelangkaan Liquid Petroleum…

Jumat, 17 September 2021 18:43

Mesti Rampung Tahun ini, Jalan Mesjid Jami Bakal Dilebarkan Sampai 12 Meter

BANJARMASIN – Proyek pelebaran jalan di kawasan Masjid Jami Sungai…

Jumat, 17 September 2021 18:30

Banjarmasin Seleksi 1.516 Calon Guru PPPK, Jangan Tunggu Kesempatan Ketiga

BANJARMASIN – Sebanyak 1.851 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja…

Jumat, 17 September 2021 15:39

Yatim karena Covid-19 dapat Bantuan, Langsung dari Menteri Risma

BANJARMASIN – Anak-anak di Banjarmasin yang menjadi yatim setelah ditinggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers