MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 15 Juli 2021 15:57
Pasokan Vitamin Berkurang: Harga Normal, Tapi Stok Kosong
SUSAH DICARI: Vitamin Becomzet paling banyak dicari, sementara pasokan dari distributor dikurangi.

BANJARMASIN - Sejak beberapa hari ini, vitamin mulai susah dicari. Beberapa pemilik toko obat mengaku tak banyak dapat pasokan dari distributor. Bahkan ada yang kehabisan stok, khususnya vitamin Becomzet.

Vitamin ini memang paling banyak dicari oleh pembeli saat pandemi Covid-19 saat ini. Selain komposisinya lengkap, Becomzet memiliki mineral zinc yang tak dimiliki oleh vitamin lain. “Di tempat saya sudah beberapa hari ini tak ada lagi barangnya,” ungkap Amin, pemilik Apotek Firdaus di Pasar Niaga Banjarmasin, kemarin.

Menurutnya, pemberlakuan PPKM darurat di Jakarta dan Pulau Jawa dan naiknya angka kasus Covid-19 di Kalsel, menjadi faktor mulai susahnya beberapa vitamin dicari. “Sebelumnya tak seperti ini. Dulu distributor normal saja mengirim. Baru beberapa pekan ini mulai berkurang,” ujarnya.

Padahal, permintaan Becomzet dalam sehari sangat tinggi. Pembeli yang datang ke tempatnya bahkan lebih dari 10 orang sehari. “Permintaan tinggi, tapi barangnya sering tak ada. Saat ini saja kosong. Mau bagaimana lagi,” ucap Amin.

Memang ada beberapa vitamin atau suplemen yang masih tersedia. Namun, orang yang datang ke tokonya selalu mencari Becomzet ini. “Sebelum PPKM darurat di Pulau Jawa permintaan banyak. Tapi sekarang bertambah dua kali lipatnya,” imbuhnya.

Diungkapkannya, beberapa hari lalu saat terakhir dia menerima barang dari distributor, jumlahnya pun tak banyak. Hanya 5 boks. Dalam 1 boks berisi 10 keping. “Tak banyak juga saya dapat. Kawan-kawan yang lain kabarnya seperti itu juga. Sebelum sekarang, 10 boks bisa dapat,” terangnya.

Bagaimana dengan harga? Harga Becomzet sendiri dijualnya Rp30 ribu per keping berisi 10 butir. Amin menerangkan, dirinya tak berani menaikkan harga. Selain karena sudah ada harga eceran tertinggi, ia juga takut kena razia. “Untungnya harga dari distibutor tak naik, hanya jumlahnya yang berkurang,” sebutnya.

Selain vitamin, dia mengungkapkan, obat antivirus juga sering dicari, yakni Osiltamivir. Sama seperti Becomzet, obat ini juga tengah kosong. “Osiltamivir ini juga sering dicari orang. Tapi kosong juga,” katanya.

Hal yang sama dituturkan Arif Hidayatullah, pemilik Apotek Arif di kawasan yang sama. Meski stok Becomzet ditempatnya masih ada, namun jumlahnya tak banyak. “Tinggal beberapa boks saja lagi. Itu pun kiriman sekitar satu minggu lalu,” terangnya.

Selain Becomzet, suplemen atau vitamin lain yang ramai dicari seperti Zegafit, C2 Fit dan Imbost. “Tapi Becomzet ini yang permintaanya sangat tinggi. Sehari bisa 20 keping laku,” bebernya.

Peningkatan permintaan vitamin ini terangnya, setelah naiknya kasus Covid-19 di Kalsel dan diterapkannya PPKM di Jakarta dan Pulau Jawa. “Kami dapat dari distributor tak banyak juga. Dari kabar yang kami dapat penyalurannya lebih banyak ke Pulau Jawa,” ujar Arif.

Mulai susahnya mencari vitamin dicari di pasaran, menurut Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani tak serta merta dikatakan ada dugaan penimbunan. Bisa saja sebutnya karena memang tingginya permintaan.

Meski tak memiliki kewenangan besar terkait obat, karena ditangani secara khusus oleh BPOM, namun pihaknya akan berkoordinasi menyikapi kelangkaan ini. “Izin edar ada di Dinas Kesehatan, sementara pengawasan ada di BPOM. Kami bisa saja dilibatkan, ini akan saya koordinasikan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Balai Besar POM Kalsel, Leonard Duma menuturkan, yang terjadi saat ini bukan kekosongan stok. Tetapi memang dibatasi penyalurannya atau disesuaikan dari agen ke outlet untuk menghindari penyalahgunaan. “Kami pastikan aman. Tak ada kekosongan. Hanya disesuaikan saja kebutuhannya tiap outlet,” ujarnya kemarin.

Dia mengimbau kepada pedagang besar farmasi agar tetap menyalurkan obat-obatan sesuai ketentuan dengan mempertimbangkan kapasitas atau jumlah pasien dari masing-masing apotek. “Sekali lagi, di Kalsel untuk obat-obatan belum ada kelangkaan,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin Kompol Mars Suryo Kartiko mengungkapkan, sejuah ini belum ada ditemukan penjualan harga di atas Harga Eceren Tertinggi (HET). Begitu pula pihaknya tak ada menemukan enumpukan atau penyetokan obat maupun vitamin.

"Sejak Operasi Aman Nusa II, kami sudah bergerak melakukan pemantauan toko obat dan apotek yang ada di Banjarmasin. Belum ada ditemukan kelangkaan maupun harga di luar HET," jelas Mars Suryo kemarin (14/7). Dijelaskannya, pihaknya telah membuat tim untuk selalu memantau pergerakan harga di apotek maupun toko obat. "Kita selalu memantau, dan setiap hari kita laporkan ke pimpinan," jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi menambahkan, kendati kelangkaan oksigen banyak terjadi di daerah di Jawa dan Jakarta, tapi di Banjarmasin hal itu tak terjadi dan masih aman. "Belum ada temuan atau laporan terkait kelangkaan. Sejauh ini kami terus melakukan pemantauan distributor atau penyedia oksigen, ketersedian juga masih aman," imbuh Alfian. (mof/lan/tof/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers