MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 16 Juli 2021 10:38
Subuh Membara di Al Falah karena "Cucukan" Dispenser Korslet, Begini Kronologinya
TINGGAL PUING: Seorang santri melihat kitab dan buku yang terbakar tak sempat diselamatkan. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

BANJARBARU – Kekhusyukan wirid selepas salat Subuh, Kamis (15/7) kemarin tiba-tiba pecah oleh teriakan para santri Pondok Pesantren Al Falah Putra. Mereka bergegas keluar dari masjid untuk memadamkan api yang sudah membesar di kompleks ponpes di Jalan A Yani Km 23, Landasan Ulin Tengah, Liang Anggang, Kota Banjarbaru tersebut.

Api pun dengan cepat membakar 4 bangunan di area Ponpes Al Falah Putra yang terdiri dari belasan ruang kelas dan asrama. Satu toko kitab dan ruang warung telekomunikasi (wartel) yang biasa digunakan para santri juga terbakar.

Ketua Yayasan Ponpes Al Falah, Ustaz H Nur Syahid Ramli mengatakan, api diketahui muncul pada pukul 05.20 Wita ketika seluruh warga ponpes masih wiridan di masjid usai melaksanakan salat Subuh berjemaah. "Setelah selesai wirid, tiba-tiba para santri berteriak ada api," katanya.

Mendengar teriakan itu, semua jemaah di dalam masjid ucap langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi. "Ternyata api sudah sangat besar. Kami berupaya memadamkan, tapi sudah tidak mampu," katanya.

Karena tak mampu memadamkan, para santri memilih untuk menyelamatkan barang-barang mereka yang masih sempat diambil. "Mungkin tidak banyak barang yang bisa diselamatkan," ujar Ustaz Syahid.

Beruntung kata dia, anggota pemadam kebakaran datang untuk membantu memadamkan api. Sehingga, api tidak semakin membesar dan bisa dipadamkan. "Jadi ada empat bangunan yang terbakar," katanya.

Dia mengungkapkan, empat bangunan tersebut dua diantaranya merupakan gedung bertingkat dengan luas masing-masing 50 x 6 meter. "Dua bangunan ini di lantai atas masing-masing ada 6 ruang kelas. Sedangkan lantai bawahnya asrama santri aliyah dan tsanawiyah. Ada juga wartel dan toko kitab," ungkapnya.

Sedangkan dua bangunan lagi ukurannya lebih kecil, yakni 1 unit asrama yang terbagi dua seluas sekitar 6 x 18 meter. Kemudian 1 buah bangunan yang juga difungsikan sebagai asrama dengan luas sekitar 6 x 9 meter.

Syahid menyampaikan, api cepat membesar karena konstruksi bangunan dari kayu sehingga mudah terbakar. "Apalagi dua bangunan yang paling besar semua dari kayu. Usianya pun sudah tua, sekitar 40 tahun," ucapnya.

Disinggung terkait kerugian yang dialami, dia menuturkan, berdasarkan hitungan sementara total kerugian sekitar Rp2,4 miliar. "Karena untuk bangunannya saja Rp1,7 miliar. Kemudian kitab yang terbakar di toko kalau dihitung mencapai Rp700 juta," tuturnya.

Disampaikan Syahid, kitab yang ada di toko merupakan stok yang dijual oleh pihak ponpes kepada para santri. "Daripada santri beli ke Martapura, jadi kami sediakan di sini," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang santri, Syarifil Anam, 18, mengaku bersyukur tidak ada korban dalam kebakaran tersebut. "Karena asrama kebetulan kosong. Kami semua di masjid, salat Subuh," katanya.

Santri kelas 3 aliyah ini menceritakan, ketika keluar masjid mereka melihat api sudah membakar asrama. "Masing-masing santri hanya bisa menyelamatkan barang mereka yang bisa dibawa cepat. Kalau saya cuma bisa mengambil ATM dan baju di tas. Sedangkan baju di lemari dan kitab-kitab terbakar," katanya.

Di sisi lain, Kapolsek Banjarbaru Barat, Kompol Andri Hutagalung melalui Kasi Humas Aiptu Kardi Gunadi menyampaikan hasil olah TKP mereka di lokasi kebakaran. Dari hasil olah TKP, kata dia, kuat dugaan api muncul akibat adanya korsleting di terminal listrik yang digunakan untuk dispenser, alat pemanas air dan kipas angin di salah satu ruang asrama.

"Korsleting itu menimbulkan percikan api, kemudian dengan cepat membesar dan membakar ruang asrama yang terbuat dari kayu," beber Kardi. 

Kronologi Kejadian

1. Api diketahui muncul pukul 05.20 Wita ketika seluruh warga ponpes masih wiridan di masjid usai melaksanakan salat Subuh berjemaah.

2. Selesai wirid, para santri berteriak ada api. Semua jemaah di dalam masjid langsung keluar, ternyata api sudah sangat besar.

3. Para santri menyelamatkan barang yang masih sempat diambil.

4. Anggota pemadam kebakaran berdatangan dan api berhasil dipadamkan tak lama kemudian.

Kerugian:
- 4 bangunan asrama dan ruang kelas ditaksir senilai Rp1,7 miliar
- 562 set meja kursi santri 
- 12 set meja kursi ustaz 
- 12 buah lemari kelas 
- 12 buah papan tulis
- 4 set perlengkapan wartel santri
- 1 toko kitab dengan seluruh kitab yang tersedia di toko senilai Rp700 juta
- Perlengkapan 277 santri, dengan rincian alat tidur (ranjang, kasur, bantal), lemari santri, kitab, perlengkapan mandi dan pakaian.

Bantuan bisa dikirimkan ke rekening BNI Syariah 1117771985 atas nama Yayasan Pondok Pesantren Al Falah.

(ris/tof/ema)

 


BACA JUGA

Kamis, 16 September 2021 19:11

Geram, Risma Sampai Pukul Meja karena Banyak Program Bantuan Tidak Tersalur

BANJARBARU - Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini marah besar ketika…

Kamis, 16 September 2021 19:08

Warga Minta Jembatan Alalak Dibuka Sebelum Diresmikan

BANJARMASIN - Kontrak kerja pekerjaan Jembatan Sungai Alalak resmi berakhir…

Kamis, 16 September 2021 18:58

Pelaku Usaha Minta Jangan Diketati Lagi   BANJARMASIN - Turunnya…

Kamis, 16 September 2021 18:57

Suka-Duka Bank Sampah Sekumpul yang Mampu Bertahan Hingga 10 Tahun

Katanya sampah bernilai ekonomis. Namun retorika itu sangat sulit. Terlebih…

Kamis, 16 September 2021 16:02

Wali Kota Banjarbaru Belum Keluarkan Edaran, Meski Pusat Sudah Umumkan PPKM Turun Level

BANJARBARU - Pemerintah pusat melalui Sekretariat Kabinet menginformasikan ada penurunan…

Kamis, 16 September 2021 16:00

Mengobati Rindu Siswa, Penilaian Tengah Semester Dilakukan Tatap Muka

Wajah siswa-siswi SMP di Banjarmasin kemarin (15/9) terlihat berseri-seri. Sekian…

Kamis, 16 September 2021 15:56

Banjarmasin Pasang Status Waspada Banjir

BANJARMASIN – Hasil koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel…

Kamis, 16 September 2021 15:47

Soal Data Covid-19, Banjarmasin dan Pusat Kini Sudah Sepaham

BANJARMASIN – Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi diutus wali…

Kamis, 16 September 2021 14:22

Tes Pertama, 19 Orang Tidak Hadir, Ruangan Suhu Tinggi Tidak Terpakai

KANDANGAN – Hari pertama pelaksanaan tes seleksi kemampuan bidang (SKB)…

Kamis, 16 September 2021 14:19

Punya KTP dan Kartu Ujian, Bisa Gratis Swab

MARABAHAN - Pemkab Batola memastikan gratis swab antigen untuk peserta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers