MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 16 Juli 2021 16:21
Warga Masih Was-Was, Penanganan Kampung Iwak Terkendala Batas Wilayah
MASIH TERANCAM: Sejumlah tambak budidaya ikan milik warga di Kampung Iwak masih rawan terdampak luapan jika debit air meninggi. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

BANJARBARU - Sejumlah petambak atau pembudidaya ikan di wilayah Kampung Iwak Mentaos Banjarbaru masih was-was. Musabab, sebagian wilayah kampung tematik ini masih berpotensi besar tergenang banjir.

Genangan banjir yang sebelumnya menerjang kawasan Kampung Iwak menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi petambak. Sebab, luberan banjir yang menerobos ke tambak ikan membuat ikan-ikan jadi lepas tersapu banjir hingga merugi puluhan juta rupiah.

Menurut pengakuan sejumlah warga disana, air masih terpantau hampir meluber dan masuk ke tambak ketika hujan deras tiba. Meskipun diakui bahwa tak separah tahun-tahun sebelumnya.

"Kita khawatirnya ketika hujan deras sekali. Memang sekarang ini tak sampai separah tahun-tahun sebelumnya, namun kita melihat di bagian hilir aliran sungai itu masih meluber dan hampir menggenangi kawasan pemukiman hingga tambak," kata Abdillah.

Menurutnya, upaya penyiringan Sungai Durian yang dilakukan Dinas PUPR Banjarbaru di tahun 2020 lalu memang cukup efektif. Hanya saja penyiringan ini ujarnya tak sampai menyeluruh di aliran sungai.

"Setahu kita tidak sepanjang sungai, hanya beberapa ratus meter saja. Nah sisa aliran yang belum disiring ini di bagian hilirnya, ini yang rawan sekali meluber, apalagi kalau hujan deras dan lama," ceritanya.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaam Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru, Subrianto mencoba menjelaskan. Diterangkan bahwa penyiringan memang tak bisa menyeluruh.

"Jadi program peningkatan Sungai Durian ini kita usulkan dari tahun 2019 dan dilaksanakan tahun 2020 lalu. Itu berdasarkan permintaan warga juga agar ada penyiringan supaya air tidak meluber," ceritanya.

Soal mengala penyiringan tidak menyeluruh, Subri menjawab jika hal ini terkendala batas wilayah. Yang mana diketahui bahwa aliran Sungai Durian ini dan wilayah Kampung Iwak Mentaos berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar.

"Program kita ada sekitar 300 meter untuk peningkatan aliran sungai, termasuk penyiringannya. Nah sungai ini berada di dua wilayah, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Ini yang jadi kendala kita tidak bisa menyeluruh," jelasnya.

Penyiringan di wilayah sungai Durian yang masuk Kabupaten Banjar kata Subrianto tak bisa dilakukan. Sebab secara aturan, penganggaran dan kegiatan di wilayah lain tidak diperbolehkan.

"Ini sudah kita koordinasikan dengan pihak Kabupaten Banjar agar hendaknya penyiringan diteruskan sehingga tidak memicu limpasan lagi. Menurut pihak mereka, ini akan diusahakan," ujar Subrianto.

Diakui Subrianto, bahwa penyiringan yang hanya bisa di batas wilayah Banjarbaru ini memang bisa memicu limpasan ketika debit air di sungai naik. Penyebabnya menurut Subri bahwa aliran sungai di bagian hilir tidak ada alur pembuangannya.

"Di bagian hilirnya itu aliran sungainya jadi bias, tidak ada alirannya. Nah makanya kalau debit tinggi maka air di bagian hilirnya yang masuk wilayah Kabupaten Banjar bakal bisa meluber dan memicu masuk ke tambak warga," bebernya.

Untuk saat ini, Pemko Banjarbaru sendiri kata Subrianto hanya bisa menjalin komunikasi dengan pihak Kabupaten Banjar terkait hal ini. "Kita akan coba komunikasi lagi terkait ini," pungkasnya. (rvn/bin/ema)


BACA JUGA

Jumat, 17 September 2021 08:32
Pemkab Tanah Laut

Bupati Terima Bantuan Korban Banjir

PELAIHARI - Kepedulian dari berbagai kalangan terhadap bencana banjir yang…

Jumat, 17 September 2021 08:31
Pemkab Tanah Laut

Atlet PON Resmi Dilepas

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut HM Sukamta bersama Ketua Komite…

Jumat, 17 September 2021 08:25
Pemkab Tanah Bumbu

Ahli Waris Menerima Santunan

BATULICIN – Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagri) Kabupaten Tanah Bumbu…

Jumat, 17 September 2021 08:23
Pemkab Tanah Bumbu

Petani Gunung Tinggi Gelar Syukuran

BATULICIN – Kelompok Tani Sejahtera di Kelurahan Gunung Tinggi menggelar…

Kamis, 16 September 2021 19:11

Geram, Risma Sampai Pukul Meja karena Banyak Program Bantuan Tidak Tersalur

BANJARBARU - Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini marah besar ketika…

Kamis, 16 September 2021 19:08

Warga Minta Jembatan Alalak Dibuka Sebelum Diresmikan

BANJARMASIN - Kontrak kerja pekerjaan Jembatan Sungai Alalak resmi berakhir…

Kamis, 16 September 2021 18:57

Suka-Duka Bank Sampah Sekumpul yang Mampu Bertahan Hingga 10 Tahun

Katanya sampah bernilai ekonomis. Namun retorika itu sangat sulit. Terlebih…

Kamis, 16 September 2021 16:02

Wali Kota Banjarbaru Belum Keluarkan Edaran, Meski Pusat Sudah Umumkan PPKM Turun Level

BANJARBARU - Pemerintah pusat melalui Sekretariat Kabinet menginformasikan ada penurunan…

Kamis, 16 September 2021 16:00

Mengobati Rindu Siswa, Penilaian Tengah Semester Dilakukan Tatap Muka

Wajah siswa-siswi SMP di Banjarmasin kemarin (15/9) terlihat berseri-seri. Sekian…

Kamis, 16 September 2021 15:56

Banjarmasin Pasang Status Waspada Banjir

BANJARMASIN – Hasil koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers