MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 19 Juli 2021 16:22
Pengangguran Turun, Warga Miskin Naik

BANJARMASIN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, bulan ini merilis angka kemiskinan di Kalsel. Berdasarkan data terakhir mereka, penduduk miskin di Banua pada periode Maret 2021 mencapai 208,11 ribu. Angka ini bertambah 20,24 ribu dibandingkan Maret 2020.

Kepala BPS Kalsel Kepala BPS Kalsel, Yos Rusdiansyah mengatakan, jika dibandingkan dengan September 2020 penduduk miskin juga bertambah. Dari 206,92 ribu, menjadi 208,11 ribu orang.

Dia mengungkapkan, jika berdasarkan tempat tinggal pada periode September 2020 - Maret 2021 jumlah penduduk miskin di perkotaan meningkat 2,28 ribu. "Sedangkan di perdesaan mengalami penurunan sebanyak 1,09 ribu," ungkapnya.

Meski setahun terakhir warga miskin di Banua meningkat. Namun, secara umum menurut Yos selama 2016 - 2021 tingkat kemiskinan di Kalsel, baik sisi jumlah maupun persentase terus mengalami penurunan.

"Karena pada Maret 2016 angka kemiskinan sempat 195,70 ribu, lalu pada Maret 2020 turun sampai di angka 187,87 ribu. Baru setahun terakhir kembali naik," ungkapnya.

Menurutnya, tingkat kemiskinan Kalsel pada September 2020 sampai Maret 2021 mengalami peningkatan secara tidak langsung dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020.

Yos mengungkapkan, untuk mengukur angka kemiskinan, BPS Kalsel melihat dari pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.

"Dengan pendekatan ini, kemiskinan dilihat dari ketidakmampuan sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran," ungkapnya.

Metode pengukuran yang dilakukan sendiri ialah dengan menghitung Garis Kemiskinan (GK) penduduk, yang terdiri dari dua komponen; Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). "Penghitungan garis kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan," ujarnya.

Dijelaskan Yos, jika penduduk memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan maka dikategorikan sebagai warga miskin. "Garis kemiskinan Kalsel pada Maret 2021 sendiri sebesar Rp503.686 per kapita per bulan," jelasnya.

Sementara itu, meski warga miskin Kalsel meningkat, namun Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel mencatat, angka pengangguran periode Agustus 2020 - Februari 2021 ternyata mengalami penurunan.

Yos mengatakan, pada Agustus 2020 jumlah pengangguran di Banua mencapai 103.648 orang, sedangkan Februari 2021 turun menjadi 95.001. "Jadi ada penurunan sekitar 8.647 orang," katanya.

Diungkapkannya, pengangguran yang mereka catat merupakan masyarakat yang masuk dalam penduduk usia kerja berusia di atas 15 tahun. "Karena usia ini memiliki potensi untuk masuk ke pasar kerja," ungkapnya.

Yos menambahkan, penduduk usia kerja di Kalsel dalam setahun terakhir mengalami kenaikan: dari 3,13 juta orang pada Februari 2020, menjadi 3,18 juta di Februari 2021. "Penduduk usia kerja cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Kalsel," tambahnya.

Terkait turunnya angka pengangguran di Banua, dia menyampaikan, ini dikarenakan semua lapangan pekerjaan mengalami kenaikan dalam menyerap tenaga kerja. "Kecuali sektor pertanian, perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi yang mengalami penurunan," ucapnya.

Sektor pertanian sendiri kata dia, saat ini masih menjadi lapangan pekerjaan yang memiliki distribusi tenaga kerja terbesar. "Pada Februari 2021 ada 30,64 persen penduduk Kalsel yang bekerja di sektor pertanian. Turun dibandingkan Agustus 2021 yang mencapai 33,33 persen," katanya.

Sedangkan, perdagangan, rumah makan dan akomodasi menurut Yos, menjadi sektor terbesar kedua dalam menyerap tenaga kerja. Februari 2021, ada 26,61 persen penduduk Banua bekerja di sektor ini. Sedangkan Agustus 2020 sebanyak 26,65 persen.

Sementara lapangan kerja yang mengalami kenaikan dalam menyerap tenaga kerja, dia menyebut, salah satunya sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan. "Sektor ini Agustus 2020 cuma menyerap 15,65 persen tenaga kerja. Pada Februari 2021 mampu menyerap 17,43 persen tenaga kerja," sebutnya.

Sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi juga mengalami kenaikan penyerapan tenaga kerja: dari 4,60 persen menjadi 4,87 persen. "Sektor industri juga naik, dari 8,79 persen pada Agustus 2020, menjadi 8,89 persen pada Februari 2021," ucap Yos.

Memasuki 2021 dunia kerja di Kalsel memang mulai menggeliat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya perusahaan yang kembali memanggil karyawannya, setelah sebelumnya dirumahkan.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Siswansyah mengatakan, lantaran terdampak Covid-19 pada 2020 ada 11 ribu tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan. Baik itu dirumahkan, maupun di PHK. Sekarang, angka tersebut tersisa 6 ribu orang.

"Karena sejak Januari 2021 dunia usaha mulai menggeliat. Yang dirumahkan, dipanggil perusahaannya untuk bekerja lagi," katanya.

Disampaikannya, pekerja yang mulai dipanggil perusahaan paling banyak di sektor pariwisata. Seperti, restoran, mal dan lain-lain. "Kalau yang masih belum kerja kebanyakan para buruh harian lepas di pelabuhan," ucapnya.

Walaupun belum semua tenaga kerja kembali bekerja, namun dia optimis dunia usaha bisa stabil lagi. "Hal itu ditandai dengan patuhnya perusahaan membayar THR. Tahun lalu banyak perusahaan yang menyicil THR, sementara tahun ini sebagian besar tepat waktu," ujarnya.

Disampaikan Siswansyah, tahun ini dari sekitar 4 ribu perusahaan cuma 14 yang digugat karena tidak membayar THR. Namun, setelah diproses sudah ada 11 yang menyelesaikannya. "Jadi hanya sisa 3 perusahaan yang bermasalah dengan THR. Artinya, perusahaan di Kalsel sudah membaik," ucapnya.

Lalu apakah ada bantuan sosial (bansos) bagi pekerja yang terdampak pandemi Covid-19? Siswansyah menuturkan, sejauh ini belum ada. Sebab, Pemprov Kalsel lebih fokus menangani wabah virusnya.

Dia berharap, wabah virus corona segera berlalu. Sehingga, dunia usaha bisa semakin menggeliat. "Sebenarnya, setelah menuju new normal ini ekonomi mulai menggeliat. Sebab, hotel, rumah makan, mal dan hiburan sudah mulai memanggil karyawannya kembali," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel, Siti Nuryani saat ditanya melalui pesan WhatsApp (WA) terkait program apa saja yang mereka jalankan tahun ini untuk meminimalisir angka kemiskinan, memilih tidak merespons.

Padahal, pesan WA yang dikirimkan wartawan ini telah dibacanya Sabtu (17/7). Namun, hingga kemarin (18/7) belum juga dibalas oleh Siti Nuryani. (ris/tof/ema)

Pertumbuhan Angka Kemiskinan di Kalsel

- Maret 2017 = 193, 92 Ribu
- September 2017 = 194, 56 Ribu
- Maret 2018 = 189, 03 Ribu
- September 2018 = 195, 01 Ribu
- Maret 2019 = 192, 48 Ribu
- September 2019 = 190, 29 Ribu
- Maret 2020 = 187, 87 Ribu
- September 2020 = 206,92 Ribu
- Maret 2021 = 208,11 Ribu

Angka Pengangguran di Kalsel
- Agustus 2019 = 89.270 Orang
- Februari 2020 = 83.336 Orang
- Agustus 2020 = 103.648 Orang
- Februari 2021 = 95.001 Orang
*Sumber BPS Kalsel


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:00

Ingin Buka, Museum Tunggu Izin

BANJARBARU - Hampir dua tahun sudah Museum Lambung Mangkurat di…

Jumat, 17 September 2021 21:01
PLN Kalselteng

PLN Kalselteng Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Kalteng

PALANGKA RAYA - Tidak hanya fokus melakukan memulihkan pasokan listrik,…

Jumat, 17 September 2021 13:32

Belum Pasti Kapan Bioskop Buka

BANJARBARU - Mulai kemarin (16/9) bioskop di seluruh Indonesia dibuka…

Kamis, 16 September 2021 18:58

Pelaku Usaha Minta Jangan Diketati Lagi

BANJARMASIN - Turunnya level PPKM di Banjarmasin dan Banjarbaru disambut…

Kamis, 16 September 2021 15:39

Ada Wacana Kenaikan Tarif Air Leding, PDAM: Pemprov Lebih Tahu

BANJARMASIN – Wacana kenaikan tarif air leding menghebohkan media sosial.…

Kamis, 16 September 2021 15:34

Harga Elpiji Ingin Dinaikkan, Momennya yang Tidak Tepat

BANJARMASIN – Usulan Hiswana Migas Kalsel untuk menaikkan harga eceran…

Rabu, 15 September 2021 09:44

Pandemi, Baayun Maulid di Masjid Banua Halat Kembali Ditiadakan

RANTAU – Pelaksanaan Baayun Maulid belum bisa di gelar pada…

Selasa, 14 September 2021 17:46

Ternyata Bukan Cuma Isu, Hiswana Minta HET Gas 3 Kg Dinaikkan

BANJARMASIN - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Kalsel…

Selasa, 14 September 2021 16:21

Kumuh, Los Ikan Pasar Keramat Barabai Ditinggal Pedagang

BARABAI – Setelah diterjang banjir, tak ada upaya serius Pemerintah…

Selasa, 14 September 2021 15:46

PPKM Picu Deflasi

BANJARBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, telah merilis Indeks…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers