MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 23 Juli 2021 10:51
Bertahun-tahun Limbah PDAM Cemari Sungai, Masalah Keuangan Jadi Alasan
SUSU COKLAT: Anak Sungai Kuripan di Jalan Cempaka Putih, foto diambil kemarin (22/7). Saat banjir, lumpur sungai meluap ke permukiman warga. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Selama bertahun-tahun, anak Sungai Kuripan di Banjarmasin Timur dicemari lumpur sisa pengolahan air milik PDAM Bandarmasih. Dan PDAM mengajak masyarakat bersahabat dengan alam.

---

“PALING parah ketika banjir awal tahun tadi. Sungainya meluap dan lumpurnya masuk rumah,” kata Suhadi, (22/7).

Pria 72 tahun itu tinggal di Jalan Cempaka Putih RT 5 Kelurahan Kebun Bunga. “Pembuangannya tak terurus. Lumpurnya pun mengalir terus ke sungai ini,” tambahnya.

Saluran pembuangan dari IPA (Instalasi Pengolahan Air) I PDAM di Jalan Ahmad Yani km 2,5 itu hanya berjarak sekitar 20 meter dari sungai. Posisinya berada di RT 9.

Bukan hanya membuat dangkal, lumpur itu juga berbau. “Bila masuk selokan, kami keruk sendiri. Dimasukkan ke dalam karung untuk dibuang,” tambah Suhadi seraya menunjuk deretan karung berisi lumpur kering yang ditumpuk di tepi jalan.

Warga biasanya gotong royong mengeruknya. Sepekan sekali dikeruk secara manual. “Kalau dibiarkan, bisa tambah bau,” tukas mantan pegawai PDAM yang pension pada tahun 2000 itu.

Cerita itu dibenarkan Ketua RT 9, Syarif Jalaluddin. Setidaknya, sudah lima tahun pencemaran itu terjadi. “Sempat ada pembersihan, tapi itu dulu sekali,” ujarnya.

Endapan lumpur akan membuat sungai semakin dangkal. Artinya, menambah risiko banjir. “Kalau sudah banjir, imbasnya lumpur masuk rumah warga,” tekannya.

Ketua RT 5, H Majedi menambahkan, dulu air sungai bisa dipakai untuk mandi dan mencuci. Sekarang tak bisa lagi. “Bertahun-tahun warga mengeluh dan mengadu, tak kunjung digubris. Kami harap masalah ini segera diatasi,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Manajer Senior Produksi dan Distribusi PDAM Bandarmasih, Walino membantah pihaknya sengaja membuang limbah lumpur itu ke sungai. Ditegaskannya, lumpur itu merupakan limpasan dari tempat penampungan di instalasi PDAM.

“Seiring meningkatnya jumlah produksi, baknya jadi meluber. Penampungan itu sudah dua kali dibenahi, tapi belum mampu menangani luberannya," jelasnya kepada Radar Banjarmasin.

Sekali lagi, tak ada niat untuk mencemari sungai itu. Karena saat mengambil air baku, PDAM dikenai pajak Rp10 per meter kubik. Luberan itu disayangkan karena sebenarnya masih bisa diolah lagi.

Senada dengan Humas PDAM Bandarmasih, Nor Wakhid. Bahwa PDAM sudah memiliki instalasi pengolahan lumpur.

Senada dengan Nor Wakhid. Ia mengklaim sebenarnya tidak ada permasalahan pada sisa limbah lumpur itu. Pasalnya, di PDAM Bandarmasih sendiri sudah ada instalasi pengolah untuk lumpur atau sisa air buangan.

"Kalau produksi air bersih kami turunkan, yang teriak masyarakat juga. Sementara bila dinaikkan, luberan lumpur akan muncul," tekannya.

Diklaimnya, dua jam sekali, luberan lumpur di instalasi dibuang menggunakan mobil tangki.

Wakhid juga membantah dua hal lain. Pertama, bahwa lumpur itu berbau.

Kedua, bahwa PDAM tak pernah turun membersihkan sungai. Apalagi PDAM menyisihkan dana CSR untuk program normalisasi sungai.

"Disebut lima tahun tanpa tindakan, rasanya kurang tepat. Karena pada tahun ini saja, di bulan Juli ada pengerukan. Nanti di bulan Desember juga dijadwalkan. Satu lagi, lumpur PDAM tidak berbau. Yang membuatnya berbau adalah sampah yang sudah ada di sungai,” jelasnya.

Lebih jauh, Wakhid mengingatkan, PDAM menghadapi masalah keuangan. Tanpa penyertaan modal dari APBD, tak ada anggaran untuk mengatasi masalah luberan lumpur.

“Teknologinya ada, dananya yang tidak ada. Kalau tahun ini ada, kami bisa menambah decanter, alat untuk mengurangi luberan lumpur ke sungai," jelasnya.

Ditanya nominal, ia menyebutkan, sekurangnya PDAM membutuhkan Rp4 miliar.

Sebagai penutup, diingatkannya, semakin buruk kualitas air baku yang diolah, semakin banyak pula lumpur yang muncul selama produksi air bersih. “Makanya kami mengajak masyarakat untuk bersahabat dengan alam,” tutupnya.

Tinggal Selangkah Lagi

Anggota Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah menyesalkan pencemaran lumpur PDAM Bandarmasih di anak Sungai Kuripan, Banjarmasin Timur.

Menurutnya, harus ada solusi jangka pendek. Mengingat pencemaran itu sudah lama terjadi, sudah bertahun-tahun.

"Sebagai bukti dan tanggung jawab, PDAM mesti menurunkan tim untuk bergotong royong bersama warga, membersihkan luberan limbah di sungai," ujarnya kepada Radar Banjarmasin melalui sambungan telepon, kemarin (22/7) sore.

Dia juga menuntut evaluasi dari pemko. Jangan-jangan tak ada manajemen penanganan limbah di BUMD tersebut.

“Jadi solusinya dicari bersama-sama. Intinya jangan sampai menimbulkan pencemaran sungai,” tambahnya.
Perihal solusi jangka panjang, PDAM harus menunjukkan perencanaan pengelolaan limbahnya kepada pemko dan dewan.

Soal sindiran PDAM atas penyertaan modal yang tak kunjung disuntikkan, Awan berkomitmen, DPRD akan membantu. Tapi sekali lagi, harus menunggu perubahan status PDAM menjadi perseroda (perusahaan perseroan daerah).

"Kami sudah rapat bareng PDAM. Tinggal selangkah lagi agar bisa terwujud. Yakni, mendata aset apa saja yang merupakan hibah dari pemerintah pusat. Kami berharap bisa cepat dituntaskan,” tutup politikus PKS tersebut. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Jumat, 17 September 2021 08:32
Pemkab Tanah Laut

Bupati Terima Bantuan Korban Banjir

PELAIHARI - Kepedulian dari berbagai kalangan terhadap bencana banjir yang…

Jumat, 17 September 2021 08:31
Pemkab Tanah Laut

Atlet PON Resmi Dilepas

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut HM Sukamta bersama Ketua Komite…

Jumat, 17 September 2021 08:25
Pemkab Tanah Bumbu

Ahli Waris Menerima Santunan

BATULICIN – Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagri) Kabupaten Tanah Bumbu…

Jumat, 17 September 2021 08:23
Pemkab Tanah Bumbu

Petani Gunung Tinggi Gelar Syukuran

BATULICIN – Kelompok Tani Sejahtera di Kelurahan Gunung Tinggi menggelar…

Kamis, 16 September 2021 19:11

Geram, Risma Sampai Pukul Meja karena Banyak Program Bantuan Tidak Tersalur

BANJARBARU - Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini marah besar ketika…

Kamis, 16 September 2021 19:08

Warga Minta Jembatan Alalak Dibuka Sebelum Diresmikan

BANJARMASIN - Kontrak kerja pekerjaan Jembatan Sungai Alalak resmi berakhir…

Kamis, 16 September 2021 18:57

Suka-Duka Bank Sampah Sekumpul yang Mampu Bertahan Hingga 10 Tahun

Katanya sampah bernilai ekonomis. Namun retorika itu sangat sulit. Terlebih…

Kamis, 16 September 2021 16:02

Wali Kota Banjarbaru Belum Keluarkan Edaran, Meski Pusat Sudah Umumkan PPKM Turun Level

BANJARBARU - Pemerintah pusat melalui Sekretariat Kabinet menginformasikan ada penurunan…

Kamis, 16 September 2021 16:00

Mengobati Rindu Siswa, Penilaian Tengah Semester Dilakukan Tatap Muka

Wajah siswa-siswi SMP di Banjarmasin kemarin (15/9) terlihat berseri-seri. Sekian…

Kamis, 16 September 2021 15:56

Banjarmasin Pasang Status Waspada Banjir

BANJARMASIN – Hasil koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers