MANAGED BY:
RABU
29 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 23 Juli 2021 11:00
Jalan Gubernur Syarkawi Kembali Macet
BIKIN MACET: Sebuah truk angkutan patah as roda di titik pekerjaan penanganan kerusakan Jalan Gubernur Syarkawi, kemarin. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Antrean panjang tak bisa dihindari di Jalan Gubernur Syarkawi kemarin. Sebuah truk mengalami kerusakan persis di lokasi perbaikan jalan yang saat ini dikerjakan. Pengendara pun harus rela menunggu berjam-jam usai truk tersebut dipindah ke sisi jalan. 

Setelah mengalami kerusakan dan diperparah pasca dilanda banjir awal tahun lalu, ruas jalan ini tengah dilakukan perbaikan. Ada 7 titik ruas jalan yang rusak berat dan harus ditangani optimal. Karena kebanjiran, perbaikan sempat tertunda.

Belum lagi jalan alternatif menuju ke Kalteng ini menjadi satu-satunya bagi angkutan besar, setelah dibangunnya Jembatan Sungai Alalak. “Ada kerusakan as truk di tengan jalan. Padahal selama ini meski dilakukan perbaikan jalan sudah normal,” terang Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasiona (BPJN) Banjarmasin, Syauqi Kamal kemarin.

Parahnya, ketika kejadian itu, banyak pengendara yang tak sabar dengan melintas di lajur yang tak seharusnya. “Penendara berebut. Apalagi intensitas hujan tinggi saat itu,” tambahnya.

Hujan yang turun beberapa hari belakangan, sedikit banyak mempengaruhi pekerjaan. Padahal sebelumnya, di cuaca yang lumayan terik, penanganan jalan ini tak membuat pengendara kemacetan. Hanya antre saat melintasi di titik-titik ruas jalan yang ditangani.

Di sisi lain, Syauqi menyayangkan, dengan kondisi jalan yang belum selesai ditangani tersebut, masih banyak angkutan yang melintas dengan muatan yang melebihi batas. “Ini yang masih terjadi juga, over dimensi dan over load masih banyak. Padahal jalan belum maksimal,” tukasnya.

Progres penanganan ruas jalan ini disebutkannya baru sekitar 20 persen. Beratnya pekerjaan lantaran kontur tanah rawa, ditambah sempat terhambat banjir, membuat progresnya sedikit lamban. Kontrak pekerjaan sendiri sampai tahun 2022 mendatang.

Syauqi menerangkan, tahapan penanganan jalan ini baru dikerjakan cerucuk galam. Dari 7 titik jalan yang mengalami rusak berat ini, membutuhkan ratusan galam. Seperti diketahui penanganan jalan ini akan dibuat dengan standar kelas jalan nasional.

Penanganan Jalan Gubernur Syarkawi ini nilainya mencapai Rp174 miliar dengan konsep pekerjaan multi years hingga tahun 2022 mendatang. “Kalau hanya diaspal dan diuruk saja, akan rusak kembali. Harus dibongkar dulu, sama seperti membuat jalan baru,” sebutnya.

Dia mencontohkan, sebelum ditangani maksimal, beberapa titik jalan pernah diuruk dengan semen. Namun, karena kontur tanah lembek, akhirnya rusak kembali. “Itu hanya penanganan sementara,” tandasnya.

Di sisi lain, salah seorang sopir angkutan, Hendy mengaku, kerusakan jalan di beberapa titik lain juga mulai terlihat. Menurutnya, jangan sampai titik lain tersebut mengalami kerusakan yang lebih parah sehingga perlu perbaikan yang lebih besar. “Kalau rusak parah juga. Akhirnya sama dengan yang ada. Akan macet kembali jika ada angkutan yang nahas,” ujarnya. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers