MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 23 Juli 2021 21:04
Kota Banjarmasin Disebut Berada di Level IV, Satgas Covid-19 Banjarmasin Membantah

Rapat Evaluasi Digelar Besok

Juru Bicara Tim Satgas COVID-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi

BANJARMASIN - Juru Bicara Tim Satgas COVID-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi dengan tegas menyatakan bahwa Kota Banjarmasin, belum berada di level IV.

Bahkan ia meragukan informasi yang dikeluarkan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) RI.

"Tidak benar itu," tegasnya, ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin, kemarin (23/7) malam

Bukan tanpa alasan mengapa ia berani menepis data yang dikeluarkan oleh KPC-PEN RI. Alasannya, lantaran
pihaknya lah yang berhak menentukan atau menilai apakah Kota Banjarmasin, berada di level IV atau tidak.

"Tidak buru-buru lah mengatakan bahwa Kota Banjarmasin berada di level IV tanpa menganalisa. Kami perlu mengevaluasi yerlebih dahulu," ucapnya.

"Boleh saja KPC-PEN menyebut begitu. Tapi kan harus ada analisanya. Yang tahu persis data kita kan kita sendiri," timpalnya.

Menurut Machli, penetapan level IV pada sebuah daerah tak bisa sembarangan. Mesti memenuhi tiga unsur.

Pertama, terkait berapa jumlah kasus perpekan. Kedua, berapa banyak pasien yang dirawat dalam sepekan. Dan yang ketiga, berapa Bed Occupance Rate (BOR) di rumah sakit.

Tiga indikator tersebut lah yang menurut Machli menjadi penentu level PPKM.

"Kita sendiri belum menghitung kok orang lain menghitung. Sekali lagi, yang tahu dengan keadaan Kota Banjarmasin kan kita sendiri," jelasnya.

Machli pun lantas mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar evaluasi hari ini. Di situ, nantinya menurut Machli akan ditentukan. Apakah Kota Banjarmasin berada di level IV atau level III.

"Karena Sabtu (16/7) lalu, Banjarmasin masih berada di level II menuju level III," timpalnya.

Machli merasa heran, mengapa Banjarmasin bisa langsung melonjak ke level IV. Di sisi lain ia pun tidak mengetahui, bahwa ada informasi dari KPC-PEN yang menjelaskan bahwa Kota Banjarmasin berada di level IV.

"Saya saja tahu dari kalian (wartawan, red)," ungkapnya.

Dari hasil analisa yang dilakukan pihaknya, ia menekankan bahwa Kota Banjarmasin berada di level II menuju ke level III.

"Evaluasi kami lakukan perpekan. Lagi pula ini belum sepekan kok. Memang ini ada indikasi level III, cuma belum kami tetapkan. Harus ditetapkan dulu," tambahnya.

Sedangkan apabila langsung tiba-tiba ditetapkan berada di level IV, Machli menilai itu justru mengorbankan sektor ekonomi masyarakat.

"Kasihan orang-orang. Psikologi masyarakat kita bagaimana kalau tahu bahwa Kota Banjarmasin berada di level IV. Sekali lagi kami akan mengevaluasi dan menganalisa dahulu," janjinya.

Sementara itu. bila KPC-PEN RI mengambil data Kota Banjarmasin dari pihak Pemerintah Provinsi, maka menurut Machli itu di luar dari kewenangannya. Pasalnya, data yang ada di Pemerintah Provinsi merupakan data global.

Ambil contoh. Ketika orang luar daerah datang ke Kota Banjarmasin dan diagnosanya ditegakkan di Banjarmasin, apakah disebut orang Kota Banjarmasin? Menurut Machli itu tidak bisa dikatakan berasal dari Banjarmasin.

"Tapi kebetulan saja ia dirawat rumah sakit yang ada  di sini (Kota Banjarmasin, red). Alias, rumah sakit rujukan dari Kabupaten/Kota. Kan mereka (pasein, red) rujukan. Jadi tak bisa dikatakan berasal dari Kota Banjarmasin. Ini yang perlu di-clearkan," jelasnya.

Untuk itu, Machli pun menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pemilahan.

"Mana saja orang asal Banjarmasin atau bukan. Sebagai contoh, misalnya kita pernah menembus angka sampai 1.022 terkonfiemasi positif COVID-19. Setelah dipilah-pilah, ternyata cuma 360. Ini misalnya ya. Selebihnya kan artinya dari luar daerah," tegasnya.

Itu pula yang menjadi alasan menurutnya mengapa selama ini data yang ada di Pemerintah Provinsi kerap tak sinkron dengan data yang ada di Pemerintah Kota Banjarmasin.

Ia pun lantas mengatakan, bahwa data yang ada di pihaknya merupakan kebenaran.

"Kami tidak akan pernah mendustai publik. Yang kami sampaikan adalah kebenaran. Kami menyajikan data yang benar. Dan kami akan mengevaluasinya," tutupnya. (war)


BACA JUGA

Kamis, 16 September 2021 19:11

Geram, Risma Sampai Pukul Meja karena Banyak Program Bantuan Tidak Tersalur

BANJARBARU - Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini marah besar ketika…

Kamis, 16 September 2021 19:08

Warga Minta Jembatan Alalak Dibuka Sebelum Diresmikan

BANJARMASIN - Kontrak kerja pekerjaan Jembatan Sungai Alalak resmi berakhir…

Kamis, 16 September 2021 18:58

Pelaku Usaha Minta Jangan Diketati Lagi   BANJARMASIN - Turunnya…

Kamis, 16 September 2021 18:57

Suka-Duka Bank Sampah Sekumpul yang Mampu Bertahan Hingga 10 Tahun

Katanya sampah bernilai ekonomis. Namun retorika itu sangat sulit. Terlebih…

Kamis, 16 September 2021 16:02

Wali Kota Banjarbaru Belum Keluarkan Edaran, Meski Pusat Sudah Umumkan PPKM Turun Level

BANJARBARU - Pemerintah pusat melalui Sekretariat Kabinet menginformasikan ada penurunan…

Kamis, 16 September 2021 16:00

Mengobati Rindu Siswa, Penilaian Tengah Semester Dilakukan Tatap Muka

Wajah siswa-siswi SMP di Banjarmasin kemarin (15/9) terlihat berseri-seri. Sekian…

Kamis, 16 September 2021 15:56

Banjarmasin Pasang Status Waspada Banjir

BANJARMASIN – Hasil koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel…

Kamis, 16 September 2021 15:47

Soal Data Covid-19, Banjarmasin dan Pusat Kini Sudah Sepaham

BANJARMASIN – Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi diutus wali…

Kamis, 16 September 2021 14:22

Tes Pertama, 19 Orang Tidak Hadir, Ruangan Suhu Tinggi Tidak Terpakai

KANDANGAN – Hari pertama pelaksanaan tes seleksi kemampuan bidang (SKB)…

Kamis, 16 September 2021 14:19

Punya KTP dan Kartu Ujian, Bisa Gratis Swab

MARABAHAN - Pemkab Batola memastikan gratis swab antigen untuk peserta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers