MANAGED BY:
RABU
29 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 24 Juli 2021 09:59
Jangan Menunggu Sponsor, Inspirasi dari Warga Kompleks A Yani 1
HASIL URUNAN: Warga Kompleks A Yani 1 di RT 22 bareng-bareng melukis badan jalan lingkungan. Setelah ini, jalan lingkungan itu bakal dipasangi lampu hias. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Bosan melihat suasana kampung yang begitu-begitu saja? Di sini, jalan lingkungan dipercantik dengan lukisan-lukisan karya warga.

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin --

Sesekali, Aufa melirik layar gawainya. Kuas di tangan kanan dipoleskan ke permukaan jalan. Hasilnya, emotikon tersenyum selesai dibuat.

Kemarin (23/7) siang, Kompleks A Yani 1 RT 22 RW 1, Banjarmasin Timur tampak riuh. Anak kecil hingga dewasa, bahu-membahu melukis badan jalan.

Hasilnya, jalan bercor semen itu tampil warna-warni. Gambarnya beragam. Dari tokoh kartun hingga lukisan tiga dimensi, salah satunya menggambarkan jembatan gantung.

"Asyik kan, om? Semoga kampung kami bisa lebih bersih dan enak dipandang," kata Aufa.

Sebenarnya, upaya warga cukup sederhana, bisa ditiru kampung mana saja. Tanpa harus menunggu bantuan sponsor.

Ketua RT 22, Sri Wahyuningsih mengungkap, ini murni hasil urunan masyarakat. Sudah sepekan mereka sibuk melukis.

Yang pertama dilukis adalah emotikon yang menampilkan beragam mimik wajah. Kemudian, lukisan tiga dimensi.
Belum rampung, sudah keburu diserbu pengunjung. “Mereka datang untuk foto-foto selfie di sini,” kata Yuyun, sapaannya.

Tentu jangan sampai mengganggu kesibukan harian warga. "Gotong royong pas waktu senggang. Biasanya kami mulai siang hari, terkadang sampai larut malam," tuturnya.

Tak ada patokan waktu, tapi karena keasyikan, warga tak keberatan bekerja sampai malam hari.

Yang tak bisa melukis, membantu dengan memasak makanan atau menyumbang kudapan untuk teman bergotong royong. "Semuanya murni oleh warga. Sukarela, seikhlasnya," timpalnya.

Di kompleks itu, ada enam jalur. Yuyun berharap, semuanya bisa dipercantik. Tentu harus dikerjakan bertahap dengan bersabar.

“Nanti juga mau dipasangi lampu hias. Sehingga ketika malam hari, tambah semarak. Setelah itu, baru menyasar jalur lain,” ujarnya optimis.

Soal ongkos, setidaknya sudah habis Rp2 juta. "Yang mahal membeli cat lukisnya. Karena perlu cat khusus agar tak mudah terkelupas. Apalagi cuaca kian tidak menentu," tambahnya.

Benar saja, tak sedikit lukisan yang kelirnya tampak memudar. Lantaran cat belum kering keburu diguyur hujan.

"Tak apa-apa, nanti ditebalin lagi. Semoga apa yang kami lakukan bisa ditiru oleh kampung sekitar," harapnya.

Sementara itu, sesepuh warga setempat, Sudarmaji bersyukur melihat tempat tinggalnya mengalami banyak kemajuan.

"Dahulu kondisinya perih. Sekarang sudah ada gregetnya, ada semangat agar kampung menjadi semakin baik. Semoga bisa dipertahankan," tutup lelaki 80 tahun itu. (fud/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers