MANAGED BY:
KAMIS
23 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 24 Juli 2021 10:40
Ditetapkan Level 4: Banjarmasin Menolak, Banjarbaru Masih Menunggu, Kalsel Bersiap
PERIKSA: Seorang pengendara diperiksa maskernya saat pembatasan PSBB lalu. Kota Banjarbaru menunggu instruksi pusat terkait penerapan PPKM.

BANJARMASIN - Karena angka kasus Covid-19 mulai meningkat, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan bersiap untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA memberi sinyal, jika kasus baru Covid-19 terus tinggi hingga sampai status PPKM Mikro di Kalsel berakhir, siap-siap akan dinaikkan statusnya menjadi PPKM Level 3. Status PPKM Mikro akan berakhir pada 25 Juli mendatang.

“Kalau masih tinggi. Dan tanggal 25 Juli nanti saat evaluasi tak bisa menahan laju kasus, kita naik status ke Level 3. Saya harus batasi mall, tempat ibadah, restoran dan sebagainya,” ujarnya.

Jika hal itu harus terjadi, dia meminta kepada masyarakat harus memahami. Pasalnya, jika angka kasus tinggi, rumah sakit pun akan kolaps. “Hal ini yang haris kita antisipasi dan hindari sejak dini,” tukasnya.

 Pihaknya sendiri akan menyiapkan rumah sakit darurat jika rumah sakit rujukan nantinya sudah tak bisa menampung pasien. Termasuk gedung yang tak terpakai akan dimaksimalkan untuk perawatan ringan. “Saya juga sudah meminta ruang ICU kepada bupati dan walikota untuk ditambah,” terang Safrizal. 

Tak hanya mempersiapkan sarana demi mengantisipaso lonjakan pasien, dia menegaskan pihaknya sudah membentuk satgas oksigen untuk memastikan ketersediaan dan distribusi. “Besok akan datang 20 ton isotank untuk oksigen. Ini untuk cadangan ketika krisis oksigen di Kalsel,” sebutnya.

Dia mewanti-wanti, tingginya angka kasus ini lantaran menurunnya kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan. Khususnya pemakaian masker. “Tambahlah protokol kesehatan, tambahlah kepatuhannya. Ini yang paling penting untuk bisa mengerem angka kasus Covid-19,” tekan Wasatagas Covid-19 Nasional itu.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim mengatakan, keputusan menaikkan status ke PPKM Level 3 akan ditetapkan oleh pemerintah pusat. Keputusan tersebut seiring angka kasus di daerah. “Kalau melihat angka kasus kita (Kalsel), bisa saja pemerintah menaikkan status. Kita lihat dan tunggu tanggal 26 Juli nanti. Sekarang kebijakan ini kan di pusat,” ujarnya kemarin.

Menaikkan status dari PPKM Mikro ke PPKM Level 3 terangnya, berdasarkan indikator. Antara lain peningkatan kasus dan kemampuan respon. “Di dua indikator itu ada parameter penting, seperti seberapa tinggi penularan kasusnya hingga kesiapan dan daya tampung rumah sakit,” terang Muslim.

Untuk diketahui, sejak awal pekan (19/7) tadi hingga kemarin, penambahan kasus baru totalnya mencapai 2.498 kasus. Khusus kemarin, penambahan kasus tertinggi ada di Kota Banjarmasin sebanyak 234 orang disusul Kota Banjarbaru sebanyak 224 orang dan Kabupaten Banjar sebanyak 130 orang.

Banjarbaru Bakal Terapkan PPKM Level 4

SEMENTARA ITU, Kota Banjarbaru diputuskan oleh pemerintah pusat masuk dalam kab/kota di luar Jawa-Bali yang melaksanakan PPKM Level 4. Keputusan ini terbit pada Jumat (23/7) petang sekira pukul 19.00 Wita.

Dalam informasi yang dirilis oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) RI, Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin masuk dalam daftar tersebut bersama 37 daerah lainnya.

Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin tak menampik soal kabar ini. Dijelaskannya bahwa memang Kota Banjarbaru masuk dalam daftar tersebut.

"Baru saja disampaikan oleh Mentri Koordinator Perekonomian secara daring dan didampingi beberapa lembaga dan badan, bahwa disampaikan beberapa kab/kota yang diputuskan melaksanakan PPKM level 4," konfirmasi Aditya.

Kendati demikian, keputusan finalnya katanya masih menunggu instruksi dari pusat. Termasuk soal seperti apa penetapan aturan dalam skema PPKM level 4 tersebut.

"Pada intinya kita masih menunggu instruksi menteri terkait penerapan ini. Insya Allah tanggal 25 atau 26 sudah ada hasil finalnya (terkait penerapan PPKM Level 4)," tuntas Aditya.

PPKM Level 4 sendiri menerapkan pengetatan ekstra. Bahkan, tingkatan level ini setara dengan PPKM Darurat yang sebelumnya digelar di Jawa-Bali. Dalam keterangan KPC PEN, PPKM Level 4 dihelat per tanggal 26 Juli 2021 sampai 8 Agustus 2021.

Ada sejumlah pengetatan hingga larangan dalam aturan tersebut. Setidaknya ada 13 sektor atau kegiatan yang akan diatur. Termasuk di antaranya jika level 4 diberlakukan maka pusat perbelanjaan atau mal bakal ditutup sementara.

Banjarmasin sendiri menepis kabar pihaknya bakal memberlakukan PPKM level 4. Juru Bicara Tim Satgas COVID-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi dengan tegas menyatakan bahwa Kota Banjarmasin, belum berada di level IV.

 

Bahkan ia meragukan informasi yang dikeluarkan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) RI.

 

"Tidak benar itu," tegasnya, ketika dikonfirmasi Radar Banjarmasin, kemarin (23/7) malam

 

Bukan tanpa alasan mengapa ia berani menepis data yang dikeluarkan oleh KPC-PEN RI. Alasannya, lantaran
pihaknya lah yang berhak menentukan atau menilai apakah Kota Banjarmasin, berada di level IV atau tidak.

 

"Tidak buru-buru lah mengatakan bahwa Kota Banjarmasin berada di level IV tanpa menganalisa. Kami perlu mengevaluasi yerlebih dahulu," ucapnya.

 

"Boleh saja KPC-PEN menyebut begitu. Tapi kan harus ada analisanya. Yang tahu persis data kita kan kita sendiri," timpalnya.

 

Menurut Machli, penetapan level IV pada sebuah daerah tak bisa sembarangan. Mesti memenuhi tiga unsur.

 

Pertama, terkait berapa jumlah kasus perpekan. Kedua, berapa banyak pasien yang dirawat dalam sepekan. Dan yang ketiga, berapa Bed Occupance Rate (BOR) di rumah sakit.

 

Tiga indikator tersebut lah yang menurut Machli menjadi penentu level PPKM.

 

"Kita sendiri belum menghitung kok orang lain menghitung. Sekali lagi, yang tahu dengan keadaan Kota Banjarmasin kan kita sendiri," jelasnya.

 

Machli pun lantas mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar evaluasi hari ini. Di situ, nantinya menurut Machli akan ditentukan. Apakah Kota Banjarmasin berada di level IV atau level III.

 

"Karena Sabtu (16/7) lalu, Banjarmasin masih berada di level II menuju level III," timpalnya.

 

Machli merasa heran, mengapa Banjarmasin bisa langsung melonjak ke level IV. Di sisi lain ia pun tidak mengetahui, bahwa ada informasi dari KPC-PEN yang menjelaskan bahwa Kota Banjarmasin berada di level IV.

 

"Saya saja tahu dari kalian (wartawan, red)," ungkapnya.

 

Dari hasil analisa yang dilakukan pihaknya, ia menekankan bahwa Kota Banjarmasin berada di level II menuju ke level III.

 

"Evaluasi kami lakukan perpekan. Lagi pula ini belum sepekan kok. Memang ini ada indikasi level III, cuma belum kami tetapkan. Harus ditetapkan dulu," tambahnya.

 

Sedangkan apabila langsung tiba-tiba ditetapkan berada di level IV, Machli menilai itu justru mengorbankan sektor ekonomi masyarakat.

 

"Kasihan orang-orang. Psikologi masyarakat kita bagaimana kalau tahu bahwa Kota Banjarmasin berada di level IV. Sekali lagi kami akan mengevaluasi dan menganalisa dahulu," janjinya.

 

Sementara itu. bila KPC-PEN RI mengambil data Kota Banjarmasin dari pihak Pemerintah Provinsi, maka menurut Machli itu di luar dari kewenangannya. Pasalnya, data yang ada di Pemerintah Provinsi merupakan data global.

 

Ambil contoh. Ketika orang luar daerah datang ke Kota Banjarmasin dan diagnosanya ditegakkan di Banjarmasin, apakah disebut orang Kota Banjarmasin? Menurut Machli itu tidak bisa dikatakan berasal dari Banjarmasin.

 

"Tapi kebetulan saja ia dirawat rumah sakit yang ada  di sini (Kota Banjarmasin, red). Alias, rumah sakit rujukan dari Kabupaten/Kota. Kan mereka (pasein, red) rujukan. Jadi tak bisa dikatakan berasal dari Kota Banjarmasin. Ini yang perlu di-clearkan," jelasnya.

 

Untuk itu, Machli pun menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pemilahan.

 

"Mana saja orang asal Banjarmasin atau bukan. Sebagai contoh, misalnya kita pernah menembus angka sampai 1.022 terkonfiemasi positif COVID-19. Setelah dipilah-pilah, ternyata cuma 360. Ini misalnya ya. Selebihnya kan artinya dari luar daerah," tegasnya.

 

Itu pula yang menjadi alasan menurutnya mengapa selama ini data yang ada di Pemerintah Provinsi kerap tak sinkron dengan data yang ada di Pemerintah Kota Banjarmasin.

 

Ia pun lantas mengatakan, bahwa data yang ada di pihaknya merupakan kebenaran.

 

"Kami tidak akan pernah mendustai publik. Yang kami sampaikan adalah kebenaran. Kami menyajikan data yang benar. Dan kami akan mengevaluasinya," tutupnya.

 

Gunakan Gedung Nganggur untuk RS Darurat

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Karena, dalam beberapa hari terakhir angka kasus virus corona di Banua meningkat cukup signifikan.

Salah satu antisipasi yang akan dilakukan Pemprov Kalsel yakni segera menyiapkan rumah sakit darurat, untuk jaga-jaga apabila rumah sakit rujukan tidak mampu lagi menampung pasien Covid-19.

Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengatakan, rumah sakit darurat yang disiapkan nanti akan menggunakan gedung-gedung milik Pemprov Kalsel yang tak terpakai.

Karena menurutnya, banyak aset gedung yang terbengkalai milik Pemprov Kalsel yang bisa dijadikan alternatif untuk merawat pasien Covid-19. "Terutama untuk perawatan ringan," ujarnya.

Akan tetapi, Safrizal belum memastikan gedung mana saja yang akan difungsikan menjadi RS darurat khusus Covid-19. Saat ini, Pemerintah Provinsi Kalsel masih mendata gedung-gedung yang masih layak digunakan.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Banua kemarin (23/7) kembali melonjak. Satgas Covid-19 Kalsel melaporkan ada 876 kasus baru yang ditemukan. Dengan tambahan itu, total terkonfirmasi positif menjadi 42.527. Rinciannya, dirawat 5.279, sembuh 36.079 dan meninggal dunia 1.178.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muslim menuturkan, meningginya kasus Covid-19 di Kalsel dikarenakan masih banyaknya kegiatan yang mengumpulkan masyarakat. "Seperti kegiatan agama dan sosial masyarakat," tuturnya.

Disampaikannya, untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19, pemerintah juga akan menambah 30 persen kapasitas tempat tidur di rumah sakit. "Selain itu, kita juga bakal menyiapkan tempat tidur di lapangan berupa tenda untuk mengantisipasi lonjakan pasien," ucapnya.

Di samping itu, dia mengungkapkan, Pemprov Kalsel bersama pemerintah kabupaten/kota juga ingin mengaktifkan kembali gedung isolasi khusus di sejumlah daerah. "Untuk kewenangan Kalsel, Gedung Bapelkes dan Kampus II BPSDMD Ambulung di Banjarbaru sedang dipersiapkan untuk lokasi isolasi lagi," ungkapnya.

Kalau kapasitas rumah sakit ditambah, tenda terbangun dan isolasi khusus di semua daerah dibuka, Muslim menyebut, maka total tempat tidur yang disiapkan mencapai 4 ribu. "Bahkan bisa lebih," sebut Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel ini.

Selain menambah kapasitas di rumah sakit rujukan Covid-19, disampaikan Muslim bahwa pemerintah juga mewajibkan semua rumah sakit di Kalsel memberikan pelayanan Covid-19. "Sudah kami sampaikan ke semua rumah sakit, bahkan rumah sakit yang baru buka pun wajib melayani pasien Covid-19,"ucapnya.

Pemerintah sendiri kata dia akan memberikan dukungan berupa obat-obatan khusus Covid-19 secara gratis bagi rumah sakit yang melayani pasien yang terpapar virus corona. "Terutama obat-obatan program bagi pasien Covid-19," kata Muslim. (mof/rvn/war/ris/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 22 September 2021 14:08

Beasiswa Beres Asalkan Dicium? Ada Dugaan Pelecehan Mahasiswi Uniska

  Tak semua korban pelecehan seksual mau membuka diri. Maka…

Rabu, 22 September 2021 13:47

Indikator Berganti Tanpa Dikabari, Masuk Level 4 Karena Vaksinasi Masih Rendah

BANJARMASIN - Rendahnya angka vaksinasi Covid-19 di Banjarmasin dan Banjarbaru…

Rabu, 22 September 2021 13:44

Demi Atmosfer Ilmiah Kampus, ULM Bakal Bangun Lab Senilai 50 Miliar

BANJARMASIN - Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin berusia 63 tahun kemarin.…

Rabu, 22 September 2021 13:42

Harus Belanja, Jangan Sampai Ada Dana Mengendap

BANJARMASIN - Menggerakkan sektor ekonomi di tengah pandemi, Presiden Joko…

Rabu, 22 September 2021 13:03

Banjarmasin Masuk Level 4, Nasib PTM Ditentukan Sepekan Lagi

BANJARMASIN - Pemerintah pusat mengumumkan, Banjarmasin termasuk kota di luar…

Rabu, 22 September 2021 10:56

6 Orang Lapor Swab Antigen Positif, Sudah 117 yang Tak Ikut SKD di HSS

KANDANGAN – Selalu saja ada peserta yang tidak ikut ujian…

Rabu, 22 September 2021 10:55

Jalan Raya Sungai Buluh Rusak Lagi, Makin Bahaya karena Tak Ada Rambu Peringatan

BARABAI - Kondisi jalan raya di Sungai Buluh, Kecamatan Labuan…

Rabu, 22 September 2021 10:51

Indikator PPKM Ditambah Lagi, Wali Kota pun Bingung

BANJARBARU - Lagi, Kota Banjarbaru diberi harapan palsu (PHP) oleh…

Rabu, 22 September 2021 10:46

Karhutla di Jalur A Yani Arah Pelaihari: 300 Meter Lagi Sampai Rumah Warga

BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah…

Rabu, 22 September 2021 08:51
Pemkab Tanah Laut

10 Penyuluh KB Tala Terima Penghargaan dari Presiden

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut HM Sukamta menyerahkan secara simbolis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers