MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 26 Juli 2021 12:00
Level Empat Sampai 8 Agustus, Epidemiolog: Efektif Jika Konsisten, Adil dan Tanpa Kompromi
KOORDINASI: Rapat Koordinasi yang dipimpin Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto secara virtual yang diikuti Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA di kediaman dinas di Banjarmasin, Sabtu (24/7). | FOTO: BIRO ADPIM PEMPROV KALSEL

BANJARMASIN - Lantaran tingginya kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, terhitung mulai hari ini (26/7) sampai 8 Agustus 2021 dua kota di Kalimantan Selatan: Banjarmasin dan Banjarbaru menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto secara virtual yang diikuti Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA di kediaman dinas di Banjarmasin, Sabtu (24/7).

Dalam kesempatan itu, Airlangga menerangkan, pada minggu ke-3 Juli, sejumlah provinsi termasuk Kalimantan Selatan mengalami peningkatan kasus Covid-19 lebih dari 150 persen. Maka, perlu pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan laju kenaikan.

Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA dalam laporannya menyatakan kesiapan untuk memberlakukan PPKM Level IV mulai Senin (26/7), sesuai indikator yang ditetapkan. "Dari dua hari yang lalu sudah kami siapkan, namun memang menunggu instruksi secara formal," ujarnya didampingi Kapolda Kalsel dan Danrem Kalsel.

Safrizal menyampaikan dua hal yang menjadi perhatian saat ini, yakni ketersediaan oksigen dan jatah vaksin. "Oksigen mulai menipis. Kami kemarin berkoordinasi dengan SKK Migas dan kami dapat iso tank 20 ton. Untuk isinya, kami mohon untuk dibantu," ucapnya.

Lanjutnya, terkait vaksinasi di Kalsel terus gencar dilakukan. Namun, dia berharap pemerintah pusat bisa mendatangkan jatah lebih banyak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, HM Muslim menjelaskan, indikator PPKM level IV didasari oleh laju penularan dan kemampuan merespons laju tersebut.

Untuk wilayah lainnya di Kalsel, ujarnya juga terjadi peningkatan kasus positif meski tidak setinggi Banjarbaru dan Banjarmasin. "Yang meningkat ada Tanah Laut dan Kabupaten Banjar," jelasnya, ditemui usai Rapat Koordinasi.

Berdasarkan data mereka, kemarin (25/7) kasus baru lagi-lagi berada di atas 500. Yakni, 619 kasus dan 12 meninggal dunia. Dengan tambahan ini, maka total kasus di Banua menjadi 43.836. Rinciannya, sembuh 36.331, dirawat 6.305 dan meninggal 1.200.

Terkait kebutuhan oksigen, Muslim mengungkapkan ada peningkatan sebanyak dua sampai tiga kali lipat. Kendati begitu, pemprov terus berupaya untuk melakukan koordinasi guna menambah ketersediaannya."Kita minta kepada pihak industri agar (oksigen) khusus disalurkan ke medis," pungkas Muslim.

Secara terpisah, Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin meminta masyarakat jangan panik terkait penerapan PPKM level IV. "Karena kebijakan yang akan dilaksanakan sesuai ketentuan pemerintah dan semua harus taat demi mencegah penyebaran Covid-19 di Banjarbaru," ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya masih menunggu instruksi Mendagri atas penerapan PPKM level IV bagi Kota Banjarbaru. Meski sesuai data KPC-PEN Banjarbaru masuk kategori tertinggi penyebaran Covid-19.

Pemko juga kata dia berupaya mencari formulasi terbaik, sehingga penerapan PPKM level IV diharapkan tidak membawa dampak buruk bagi masyarakat walaupun dipastikan semua sektor terdampak. "Memang semua pasti terdampak, tetapi akan diupayakan agar dampak itu tidak terlalu besar merugikan," tambah Aditya.

Ditekankan Aditya, selama penerapan PPKM level IV, seluruh sektor diminta taat aturan sehingga tidak kena sanksi petugas. Di samping itu, setiap individu diminta menjalankan protokol kesehatan demi mencegah penularan virus corona.

Di sisi lain, Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso menegaskan ketika PPKM level IV berlaku, akan ada penyekatan di empat pintu masuk Banjarbaru. "Setiap orang yang masuk diperiksa kelengkapan surat maupun tujuannya," tegasnya.

Disampaikannya, empat titik penyekatan dijaga petugas gabungan TNI/Polri, dibantu Satpol PP, Dishub dan petugas lainnya. "Pesan kami, lengkapi surat dari pimpinan kantor dan juga surat sudah divaksin, jika tidak diputar balik," ucapnya.

Lanjutnya, empat titik penyekatan yang dijaga personel gabungan yakni di depan Kota Citra Graha, pos titik Liang Anggang arah Pelaihari, depan Q mall Banjarnaru dan pos jalan di Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka.

Sementara itu, Pemko Banjarmasin kemarin (25/7) telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 440/02-P2P/DISKES tentang penetapan PPKM level IV. Dalam SE ini ada beberapa aturan selama masa PPKM.

Di antaranya, sekolah hanya boleh dilaksanakan secara online. Kemudian untuk perkantoran sektor non esensial, dibatasi hanya 50 persen yang masuk kantor atau work from office (WFO). Sedangkan esensial 75 persen WFO dan kritikal boleh 100 persen WFO.

Lalu, untuk supermarket (termasuk di dalam mal), pasar tradisional, toko kelontong hanya boleh buka sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas 50 persen dan menerapkan prokes ketat.

Kemudian, mal ditutup sementara. Kecuali tenant di dalamnya yang menjual kebutuhan sehari-hari dan obat-obatan masih boleh buka.

Untuk tempat hiburan malam (THM) di Banjarmasin semuanya tutup. Sementara, restoran, rumah makan, kafe dan lain-lain hanya diperbolehkan menerapkan take away.

Selain itu, ibadah berjemaah juga hanya boleh 25 persen dari kapasitas tempat ibadah. Lalu, kegiatan konstruksi cuma untuk PSN (pembangunan sarana negara) dan infrastruktur publik.

Selanjutnya, kegiatan sosial, budaya, keagaman diliburkan. Lalu, resepsi pernikahan dilarang dan semua fasilitas umum ditutup.

Untuk transportasi umum, kapasitas maksimal 70 persen. Lalu, pelaku perjalanan disyaratkan memiliki kartu vaksin. Serta hasil tes PCR untuk penumpang pesawat dan tes antigen bagi transportasi lainnya.

Efektif Asal Konsisten, Adil dan Tanpa Kompromi

Sementara itu, Ahli Epidemiologi dr IBG Dharma Putra menanggapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan efektif menekan laju penularan Covid-19 asalkan dilaksanakan secara konsisten, adil dan tanpa kompromi. "Lalu disertai dengan self assesment tentang kredibilitas data," katanya.

Dia menyarankan, PPKM level IV hendaknya dipakai juga untuk melakukan pembenahan data. Sebab, data yang dipakai sebagai dasar penentuan kebijakan adalah data yang baik

"Saat ini, karena testing tak sesuai perintah minimal WHO, ada kecurigaan datanya tak kredibel. Ini terbukti dari adanya kesan bahwa naik turunnya kasus sangat tergantung dari ada dan tidak adanya testing," bebernya.

"Jika ada kegiatan testing, kasusnya naik. Namun, apabila kegiatan testingnya berhenti maka kasusnya seolah turun," tambah mantan Direktur RSJ Sambang Lihum ini.

Lanjutnya, apabila asumsi tersebut tak terjadi, lalu PPKM terlalu banyak kompromi dan tak dijadikan momentum perbaikan kinerja survailans. Maka menurutnya kebijakan ini tak bisa diharapkan untuk memperbaiki keadaan.

"Dan kita harus bersiap mengalami strategi pencapaian herd immunity secara alami atau mirip dengan pembiaran," pungkasnya.

Tim pakar Satgas Covid-19 Kalsel Hidayatullah Muttaqin mengatakan jika masyarakat masih masih menganggap sepele dan tak mematuhi protokol kesehatan, angka kasus akan tetap tinggi. “Kalau mobilitias tetap tinggi, sama saja tak ada PPKM. Ini yang harus ditekankan,” cetusnya.

Secara teoritis, jika mobilitas penduduk dapat diturunkan secara signifikan dalam dua pekan, sehingga lebih banyak dan lebih lama keberadaan penduduk di rumahnya, maka laju penularan dapat ditekan lebih rendah.

Diberlakukannya PPKM level 4 ini, selain mobilitas masyarakat di tempat umum dapat ditekan. Juga aktivitas perkantoran yang dengan tegas mengatur kehadiran karyawan. Tak bisa dipungkiri, penularan tak hanya terjadi di tempat publik, juga di perkantoran. Sayangnya, di PPKM mikro lalu, pembatasan jumlah pekerja ini masih saja ada yang mengabaikan.

Seperti diketahui, di PPKM level 4, diatur dengan tegas hal ini. Di mana perkantoran non esensial jumlah pekerja yang masuk harus setangah atau 50 persen dari jumlah pekerja yang ada. Sedangkan esensial jumlah pekerja harus 70 persen yang masuk. Sementara di sektor kritikal atau lingkungan kerja yang paling penting bisa 100 persen. Ketiganya pun harus dengan protokol kesehatan ketat.

Hidayat menyebut, masuknya Banjarmasin dan Banjarbaru dalam PPKM level 4 tidaklah mengejutkan. Berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan, Banjarmasin sudah berada pada situasi penularan virus Corona yang tidak terkontrol dengan kapasitas respon tidak memadai sejak 9 Juli 2021. Banjarbaru sendiri mulai 17 Juli.

Meningkatnya penularan dan kasus Covid-19 di Kalsel sebutnya sudah terjadi sejak pertengahan bulan Juni. Dan kecepatannya semakin tinggi memasuki bulan Juli. “Sayangnya tanda-tanda akan meledaknya kasus dan potensi penyebaran varian Delta, tidak mendorong upaya mitigasi atau pencegahan terjadinya keadaan yang lebih buruk,” katanya.

Dia mencontohkan seperti Pemko Banjarmasin yang dengan berani tetap membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk SD dan SMP atau yang sederajat. “Daerah bukannya berupaya menurunkan laju transmisi dengan melakukan restriksi mobilitas penduduk dan pengetatan prokes tapi membiarkan saja keadaan yang sedang terjadi,” imbuhnya.

Lalu seberapa jauh keberhasilan PPKM level 4 dapat menurunkan penularan dan meningkatkan kapasitas respon kesehatan? Hidayat berpendapat, keberhasilan sekali lagi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam menerapkan berbagai pembatasan, kemampuan mengkomunikasikannya ke masyarakat, dan pendekatan persuasif yang dilakukan. “Pada saat penularan Covid-19 sudah melambat, maka kapasitas respon sistem kesehatan dapat meningkat secara lebih cepat. Perbaikan pada kedua sisi ini akan sangat menopang keberhasilan pelaksanaan PPKM Level 4,” sebutnya.

Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Melihat situasi pandemi Covid-19 saat ini, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (24/7) malam menggelar doa bersama lintas agama secara daring.

Giliran pertama, doa dipandu KH Husin Nafarin Lc MA untuk yang beragama Islam. Kemudian dilanjutkan pemuka agama lain dari Kristen Khatolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Budha.

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA dalam sambutannya menyambut baik inisiatif Kemenag Kalsel tersebut. Menurutnya, memanjatkan doa bersama mencerminkan adanya keinginan dan harapan yang sama di Banua.

"Doa bersama ini diharapkan menjadi doa yang dikabulkan Allah, sehingga wabah virus corona segera dilenyapkan dari bumi ini," ujarnya.

Safrizal lalu menyampaikan rasa belasungkawa dan duka mendalam kepada mereka yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona ini.

"Dari ribuan yang meninggal, mungkin ada kerabat, keluarga, petugas kesehatan, pejabat, ulama maupun tokoh agama. Ini membuktikan bahwa virus ini memang benar adanya," ucapnya.

Karenanya, dia menyerukan kepada semua pihak, agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan jangan sampai sikap abai membahayakan orang lain. "Mari kita saling menjaga," ajaknya.

Dikatakan juga, pemerintah sudah melakukan berbagai kebijakan demi melenyapkan penyakit mematikan ini. Namun tanpa dukungan masyarakat, apa yang dilakukan pemerintah tidak akan cukup.

"Kita lakukan ikhtiar sebaiknya apa yang bisa dilakukan," ujarnya.

Safrizal menyebut, beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus covid-19. Tertinggi di Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan sekitarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK juga mengapresiasi kegiatan doa bersama lintas agama yang dianggap bagian ikhtiar agar terhindar dari bahaya Covid-19.

Dia berharap para tokoh agama di Kalsel, terus turut memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan, sosialisasi vaksinasi serta upaya-upaya lain yang bisa dilakukan bersama.

"Saya mohon dukungan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, menyosialisasikan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan," pintanya.

Di awal kegiatan, Kepala Kanwil Kemenang Kalsel, Noor Fahmi mengatakan, menyikapi masih banyak korban yang diakibatkan Covid - 19, maka sesuai hasil koordinasi dengan Pj Gubernur Kalsel dan Forkopimda digelarlah doa bersama lintas agama.

"Ini untuk memohon keselamatan masyarakat dari pandemi Covid-19 yang masih tejadi," ujarnya.

Disebutkannya, kegiatan doa bersama diikuti sekitar 500 orang dari kalangan ASN, Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota se-Kalsel, kepala daerah, dan sejumlah elemen masyarakat. (ris/mof/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 17 September 2021 08:32
Pemkab Tanah Laut

Bupati Terima Bantuan Korban Banjir

PELAIHARI - Kepedulian dari berbagai kalangan terhadap bencana banjir yang…

Jumat, 17 September 2021 08:31
Pemkab Tanah Laut

Atlet PON Resmi Dilepas

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut HM Sukamta bersama Ketua Komite…

Jumat, 17 September 2021 08:25
Pemkab Tanah Bumbu

Ahli Waris Menerima Santunan

BATULICIN – Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagri) Kabupaten Tanah Bumbu…

Jumat, 17 September 2021 08:23
Pemkab Tanah Bumbu

Petani Gunung Tinggi Gelar Syukuran

BATULICIN – Kelompok Tani Sejahtera di Kelurahan Gunung Tinggi menggelar…

Kamis, 16 September 2021 19:11

Geram, Risma Sampai Pukul Meja karena Banyak Program Bantuan Tidak Tersalur

BANJARBARU - Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini marah besar ketika…

Kamis, 16 September 2021 19:08

Warga Minta Jembatan Alalak Dibuka Sebelum Diresmikan

BANJARMASIN - Kontrak kerja pekerjaan Jembatan Sungai Alalak resmi berakhir…

Kamis, 16 September 2021 18:57

Suka-Duka Bank Sampah Sekumpul yang Mampu Bertahan Hingga 10 Tahun

Katanya sampah bernilai ekonomis. Namun retorika itu sangat sulit. Terlebih…

Kamis, 16 September 2021 16:02

Wali Kota Banjarbaru Belum Keluarkan Edaran, Meski Pusat Sudah Umumkan PPKM Turun Level

BANJARBARU - Pemerintah pusat melalui Sekretariat Kabinet menginformasikan ada penurunan…

Kamis, 16 September 2021 16:00

Mengobati Rindu Siswa, Penilaian Tengah Semester Dilakukan Tatap Muka

Wajah siswa-siswi SMP di Banjarmasin kemarin (15/9) terlihat berseri-seri. Sekian…

Kamis, 16 September 2021 15:56

Banjarmasin Pasang Status Waspada Banjir

BANJARMASIN – Hasil koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers