MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 26 Juli 2021 12:09
Tidak Seperti di Pulau Seberang, PPKM Level 4 Ala Banjarmasin dengan Banyak Modifikasi
UMUMKAN PPKM: Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina diapit wakilnya Arifi n Noor dan Kepala Dinas Kesehatan, Machli Riyadi di rumah dinas wali kota, kemarin (25/7). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Pemko memodifikasi konsep PPKM level 4. Tidak ada pembatasan mobilitas masyarakat. Wali kota juga belum memastikan pembagian bansos.

---

BANJARMASIN - Pemko mengumumkan PPKM level 4 diberlakukan di Banjarmasin sejak hari ini (26/7) sampai 8 Agustus nanti.

Diumumkan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina kemarin (25/7) siang di rumah dinasnya di Kompleks Dharma Praja.
Penjelasan Ibnu berkutat pada hal-hal teknis. Misalkan menambah kapasitas tempat tidur rumah sakit dan merekut tambahan tenaga kesehatan.

Selebihnya, pengetatan perekonomian. Contoh, tempat hiburan malam dan mal ditutup, lalu sekolah kembali belajar daring. Sisanya, edukasi prokes.

Jadi, tidak ada pembatasan mobilitas penduduk. Atau penyekatan di perbatasan seperti yang tampak di Pulau Jawa dan Bali.

Disinggung soal itu, Ibnu mengaku sudah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Skenarionya sudah ada, tapi belum kami putuskan. Yang pasti, hari pertama PPKM level 4 diawali dengan sosialisasi secara humanis," jelasnya didampingi Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor.

Ibnu berharap ini sudah cukup menekan penambahan kasus harian.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi berjanji akan menggalakkan testing, tracing, treatment dan vaksinasi. “Pasti. Kami akan perkuat tes, lacak dan isolasi. Vaksinasi massal juga terus berjalan,” jaminnya.

Dari pengalaman PSBB dan PPKM yang berjilid-jilid, pemko telah menggelontorkan anggaran yang tak sedikit.
Kali ini, mencapai Rp34 miliar untuk PPKM level 4 selama dua pekan. Memang tak sebanyak PSBB pada awal pandemi 2020 yang mencapai Rp51 miliar.

Kembali pada Ibnu, puluhan miliar itu berasal dari refocusing anggaran seluruh SKPD. “Yang masuk ke Bakeuda (Badan Keuangan Daerah) sekitar Rp34 miliar,” sebutnya.

“Paling besar untuk tiga SKPD, yakni Dinkes, Dinsos dan BPBD. Termasuk juga untuk membiayai operasi yustisi Satpol PP,” jelasnya.

Ditanya apakah bakal ada bantuan sosial, Ibnu mengaku belum bisa menjamin. Tapi ia mengetahui Dinsos Banjarmasin sudah diminta menyampaikan data calon penerima bansos kepada Pemprov Kalsel.

“Apakah data itu kemudian dipakai untuk pengucuran bantuan dari Kemensos, kami belum tahu,” tukasnya.

Yang pasti, jumlahnya takkan sedikit. Pada PSBB lalu, hampir Rp20 miliar dialokasikan untuk bansos saja. “Disalurkan untuk 52 ribu keluarga,” tutupnya.

WFO dan WFH

Bekerja di kantor (WFO) akan dibatasi selama PPKM level 4. Ada yang diharuskan bekerja dari rumah (WFH).

Perlu dijelaskan, sektor esensial mencakup keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi yang meliputi operator seluler, data center, internet, pos dan media.

Kemudian, perhotelan non penanganan karantina covid, industri orientasi ekspor, kantor pemerintah yang memberikan pelayanan publik, kantor notaris, supermarket, pasar tradisional dan toko kelontong.

Ada pun sektor kritikal yakni kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, perbengkelan, logistik, transportasi dan distribusi barang kebutuhan pokok. Kemudian objek vital nasional hingga proyek strategis.

Sedangkan sektor non esensial, diasumsikan sebagai wilayah usaha yang sifatnya rekreasi. Termasuk sarana olahraga dan kantor pemerintah yang tidak ada pelayanan publik.

Tracing Hampir Nol

ANGGOTA Tim Pakar COVID-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin meminta Pemko Banjarmasin belajar dari pembatasan sebelumnya.

Karena PPKM level IV merujuk pada situasi di mana pandemi sudah tidak terkendali. Artinya, penularan virus sangat tinggi, dengan respons dan kapasitas sistem kesehatan amat terbatas.

Dalam penilaian Kementerian Kesehatan per tanggal 9 Juli, ibu kota Kalsel ini sudah dinyatakan berada di level IV.
Jadi, pemko tak bisa berpura-pura kaget ketika terjadi lonjakan dari level II ke level IV.

"Sejak awal kebijakannya sudah keliru. Hingga penularannya sangat parah. Imbasnya pasien ngantre dan stok oksigen menipis," kritiknya.

Maka, penanganannya harus mencakup hulu dan hilir. Di hilir, meningkatkan kapasitas dan respons terhadap lonjakan kasus.

Seperti menambah ketersediaan tempat tidur untuk pasien di fasilitas covid. Baik di pusat isolasi maupun di rumah sakit. Kemudian, menyiapkan tambahan nakes.

"Lalu mengatasi keterbatasan stok obat-obatan, vitamin, oksigen dan sarana kesehatan lainnya," saran Muttaqin.
Sedangkan di hulu, menekan laju penularan virus di tengah masyarakat. Bila angka kasus tidak diturunkan, rumah sakit bakal kolaps.

Di Banjarmasin, rata-rata per pekan dari per 100 ribu penduduk setidaknya ada 65 pasien yang dirawat. “Idealnya di bawah 5 pasien," sebut Muttaqin.

Lalu, menekan jumlah kasus. Idealnya di bawah 20 kasus dari per 100 ribu penduduk. “Saat ini sudah mencapai 140 kasus,” sambungnya.

Ditanya caranya, Muttaqin menegaskan, mau tak mau harus ada pembatasan mobilitas penduduk.

Ia memuji testing yang sudah melebihi standar minimal satu orang per 1.000 penduduk per pekan.

Sayangnya, bila melihat tingkat positivitas, ternyata masih sangat tinggi. Artinya testing yang sekarang masih belum cukup. Perlu ditambah.

Ia mencontohkan, per 23 Juli, tingkat positivitas di Banjarmasin sudah 40 persen. Artinya, dari 100 sampel tes, 40 orang dinyatakan positif terinfeksi. "Pandemi baru dikatakan terkendali jika tingkat positivitasnya berada di bawah lima persen," jelasnya.

Kemudian, kenaikan testing juga harus disertai tracing atau pelacakan. Dan Muttaqin berani menyebut tracing di Banjarmasin hampir nol persen.

"Data terakhir, rasio kontak per pekan pada 23 Juli hanya mencapai 0,11. Artinya dari rata-rata setiap orang yang terkonfirmasi positif, pelacakannya nihil. Pemko hanya duduk menunggu warga melapor untuk dites," kritiknya.

Menurut standar WHO, tracing baru memadai jika jumlah kontak erat yang diperiksa mencapai 15 orang per satu pasien.

Terakhir, ini bukan semata-mata soal kesehatan. "Persiapkan pula strategi untuk mengatasi dampak sosial dan ekonomi akibat pelaksanaan PPKM level IV," tutupnya. (war/fud/ema)

ATURAN MAIN PPKM LEVEL 4 DI BANJARMASIN

Dirangkum dari Surat Edaran Nomor 440/02/-P2P/Diskes yang diteken Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

- Sektor non esensial 50 persen WFH. Sektor esensial 25 persen WFH. Sektor kritikal 100 persen WFO.

- Ritel, toko kelontong dan pasar tradisional buka sampai pukul 20.00 Wita.

- Mall ditutup, terkecuali tenan-tenan yang menjual kebutuhan pangan dan obat-obatan.

- Tempat hiburan malam (bar, karaoke, bioskop, pub dan biliar) tutup 100 persen.

- Restoran, warung makan dan kafe hanya untuk take away.

- Sekolah ditutup, kembali belajar daring.

- Tempat ibadah dibuka untuk 25 persen dari kapasitas.

- Fasum dan objek wisata ditutup.

- Acara seni, olahraga dan agama (majelis taklim) diliburkan.

- Resepsi pernikahan dilarang.

- Kartu vaksin dan tes PCR untuk bepergian dengan pesawat dan tes antigen untuk jalur darat.

- Jasa konstruksi yang beroperasi hanya untuk pembangunan sarana negara.


BACA JUGA

Jumat, 17 September 2021 08:32
Pemkab Tanah Laut

Bupati Terima Bantuan Korban Banjir

PELAIHARI - Kepedulian dari berbagai kalangan terhadap bencana banjir yang…

Jumat, 17 September 2021 08:31
Pemkab Tanah Laut

Atlet PON Resmi Dilepas

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut HM Sukamta bersama Ketua Komite…

Jumat, 17 September 2021 08:25
Pemkab Tanah Bumbu

Ahli Waris Menerima Santunan

BATULICIN – Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagri) Kabupaten Tanah Bumbu…

Jumat, 17 September 2021 08:23
Pemkab Tanah Bumbu

Petani Gunung Tinggi Gelar Syukuran

BATULICIN – Kelompok Tani Sejahtera di Kelurahan Gunung Tinggi menggelar…

Kamis, 16 September 2021 19:11

Geram, Risma Sampai Pukul Meja karena Banyak Program Bantuan Tidak Tersalur

BANJARBARU - Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini marah besar ketika…

Kamis, 16 September 2021 19:08

Warga Minta Jembatan Alalak Dibuka Sebelum Diresmikan

BANJARMASIN - Kontrak kerja pekerjaan Jembatan Sungai Alalak resmi berakhir…

Kamis, 16 September 2021 18:57

Suka-Duka Bank Sampah Sekumpul yang Mampu Bertahan Hingga 10 Tahun

Katanya sampah bernilai ekonomis. Namun retorika itu sangat sulit. Terlebih…

Kamis, 16 September 2021 16:02

Wali Kota Banjarbaru Belum Keluarkan Edaran, Meski Pusat Sudah Umumkan PPKM Turun Level

BANJARBARU - Pemerintah pusat melalui Sekretariat Kabinet menginformasikan ada penurunan…

Kamis, 16 September 2021 16:00

Mengobati Rindu Siswa, Penilaian Tengah Semester Dilakukan Tatap Muka

Wajah siswa-siswi SMP di Banjarmasin kemarin (15/9) terlihat berseri-seri. Sekian…

Kamis, 16 September 2021 15:56

Banjarmasin Pasang Status Waspada Banjir

BANJARMASIN – Hasil koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers