MANAGED BY:
JUMAT
17 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 28 Juli 2021 10:39
Bisnis Kreatif Florist Banjarmasin: Pandemi Berarti Ekstra Marketing
BUNGA KERING: Selama WFH, banyak yang membeli dried flowers untuk menghiasi interior ruang kerja di rumahnya. | FOTO: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN

Berbisnis di bidang non kebutuhan primer, Poppy Florist sudah pasti merasakan dampak ekonomi dari pandemi. (Baca dulu part 1: Bisnis Kreatif Florist Banjarmasin: Mawar dan Baby's Breath Jadi Primadona)

-- Oleh: TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin --

Setahun lebih, virus COVID-19 tak menunjukkan tanda-tanda hendak berdamai. Malah Banjarmasin harus memasuki masa darurat lewat PPKM level 4.

Jelas bukan masa yang mudah bagi toko bunga di Jalan Kampung Melayu Darat dan Jalan Anang Adenansi ini. Penurunan omzet jelas dirasakan.

Apalagi untuk penjualan buket khusus wedding dan papan ucapan. Dua varian produk yang menjadi andalan sebelum pandemi.

"Selama covid, pesanan dua jenis produk ini menurun drastis. Mungkin sampai 50 persen," tutur Nur Fatimah, karyawan marketing Poppy Florist.

Tak heran, sebab pesta atau hajatan pernikahan memang dibatasi selama pandemi. Lantas, bagaimana triknya untuk bertahan?

Beruntung pesanan rangkaian bunga jenis lainnya tetap berjalan normal. Seperti buket original, flower vas, standing flowers dan sebagainya.

Perbedaan buket original dan wedding ada di bagian penataan. Buket original menggunakan tambahan kertas motif, kertas tisu, jaring kertas, mika dan pita. Sementara buket wedding dirangkai lebih sederhana dengan diikat pita.

"Pesanan buket biasa tetap normal selama pandemi," ujar Fatimah. Bunga ini kerap dijadikan hadiah untuk orang-orang spesial.

Sementara standing flower dan vas kerap dipesan untuk ucapan selamat kepada kolega bisnis. "Dominan buat ucapan selamat pembukaan perusahaan atau semacamnya," jelasnya.

Selama pandemi, Poppy Florist lebih mengandalkan penjualan online. Menjangkau tak hanya pembeli dalam kota, tetapi hingga luar kota. Tersedia di berbagai platform, toko ini kerap menerima orderan dari luar pulau.

Mereka harus bekerja ekstra, terutama tim pemasaran. Dengan membagikan brosur, menawarkan produk ke sejumlah perkantoran, bank, perusahaan dan ritel. "Jadi memang harus berpikir ekstra," ucap Fatimah.

Selain itu media promosi seperti Instagram juga sangat diandalkan. Selain rutin membuat postingan, mereka juga memanfaatkan kekuatan influenser Banua dalam promosi.

"Aktif bikin endorsement, bahkan kami menunjuk Princess Keket sebagai brand ambassador untuk produk Poppy Florist," beber Fatimah.

Influenser berpengikut 45 ribu itu rutin membuat postingan promosi di Instagram setiap pekannya. Membuat Poppy Florist semakin dikenal.

Dalam sepekan, toko ini menghasilkan setidaknya 20 hingga 30 produk rangkaian bunga aneka ukuran dan varian. Cukup banyak untuk masa sulit ini.

Salah seorang florist toko ini, Ade Syahida (21) mengaku optimis dengan bisnis ini. Meski bukan kebutuhan primer, bunga tetap dibutuhkan saat momen-momen tertentu. Apalagi bisnis ini tak banyak dilakoni, saingannya masih sedikit.

Cara lain agar tetap bertahan adalah dengan menyesuaikan tren. Sebagai contoh, selama pandemi tren bunga kering memang sedang "in". Selama WFH, orang berlomba menghias ruang menjadi lebih estetis. Salah satunya dengan menyematkan bunga kering di sudut ruangan.

"Di toko kami juga menjual dried flower," ujar Ade. Jenisnya beragam. Seperti bunga pampas, phalaris, ranting ceker ayam, veronia, bunga jagung, palm leaf dan sebagainya.

Bunga-bunga kering ini tak hanya disukai oleh penikmat ruang estetis. Tetapi juga sejumlah pebisnis. Karena bunga kering cocok dijadika ornamen tambahan untuk foto produk. Baik makanan, kosmetik, aksesori dan lain-lain. "Dried flower juga kerap dibeli oleh pasangan prewedding," tambah Ade.

Poppy florist juga merambah ke crafting. Seperti merangkai buket flannel, buket uang, kembang palsu dan banyak lagi. "Saya tetap optimis dengan bisnis ini," tuntas Ade. (fud/ema)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…

Jumat, 03 September 2021 15:42

Kisah dari Tempat Pembuangan Akhir: Karena Tuhan Maha Adil

Gunungan sampah berarti gunungan rezeki. Hidung mereka sudah berhenti mengeluh.…

Selasa, 31 Agustus 2021 12:19

2.021 Nasi Bungkus Dimasak, PPKM yang Malah Disambut Gembira

PPKM yang satu ini memang beda. Singkatan dari Polisi, Pers…

Rabu, 18 Agustus 2021 08:26

Rayakan 17-an di Tengah PPKM, Remaja Kelayan: Tahun ini Lomba Bertahan Hidup

Kabar duka di tengah perayaan hari kemerdekaan. Data per tanggal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers