MANAGED BY:
RABU
29 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 29 Juli 2021 13:04
Permintaan Pemprov Kalsel Ditolak, PPKM di Banjarbaru Tetap Sampai 2 Agustus
BERBEDA DENGAN PEMPROV: Aditya Mufti Ariffin (kiri) dan Wartono (kanan), Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru. Pemko Banjarbaru menolak permintaan Pemprov Kalsel yang ingin PPKM Level 4 sampai 8 Agustus 2021.

BANJARBARU - Meski Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA meminta pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dan 3 sampai 8 Agustus 2021, namun Pemko Banjarbaru tetap akan melaksanakannya hingga 2 Agustus 2021.

"Kita mengikuti arahan dari pemerintah pusat, sampai 2 Agustus," kata Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono kepada sejumlah awak media, kemarin (28/7).

Dia mengungkapkan, awalnya Pemko Banjarbaru memang akan melaksanakan PPKM Level 4 hingga 8 Agustus 2021. Namun setelah ada arahan dari pemerintah pusat, jadwal diputuskan hanya sampai 2 Agustus.

"Kita pada hari Minggu (25/7) menunggu keputusan dari pusat sampai malam. Dan hasil putusannya PPKM ditetapkan sampai 2 Agustus," ungkapnya.

Dalam penerapan PPKM Level 4 sendiri kata Wartono, tidak ada penyekatan keluar masuk kendaraan di Banjarbaru. Namun, hanya dilakukan pemeriksaan. "Ditanya tujuannya ke Banjarbaru apa. Kalau tidak terlalu penting diminta kembali," bebernya.

Karena menurutnya, percuma dilakukan penyekatan apabila tidak dilakukan serentak dengan kabupaten/kota tetangga. Yakni, Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin. "Karena Kota Banjarbaru ini daerah perlintasan. Seketat apa pun kita, kalau daerah tetangga tidak ketat maka percuma," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, pemeriksaan bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Banjarbaru masih secara situasional atau tidak berjadwal. "Melihat situasi, kalau kendaraan padat baru akan ada pemeriksaan. Dan ini terus kita evaluasi," ucapnya.

Titik pemeriksaan kata dia hanya ada dua, yakni di Bundaran Simpang 4 Banjarbaru dan Bundaran di Landasan Ulin. "Nanti dievaluasi. Kalau memang banyak pelanggaran dan lain-lain, mungkin akan ditambah," katanya.

Aditya berharap, PPKM level 4 di Banjarbaru bisa menekan angka kasus Covid-19, jumlah meninggal dunia dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit. "Sehingga, level kita turun dan PPKM level 4 tidak diperpanjang," harapnya.

Sebelumnya, Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA menyatakan, sesuai instruksi pusat pelaksanaan PPKM 3 dan 4 di Kalsel diubah menjadi sampai 8 Agustus. "Karena yang sampai 2 Agustus itu untuk daerah Jawa dan Bali. Di luar itu sampai 8 Agustus," bebernya.

Lanjutnya, apabila ada kabupaten atau kota di Kalsel yang terlanjur menetapkan PPKM hanya sampai 2 Agustus, pihaknya meminta nantinya diperpanjang. "Sampai kita sekurang-kurangnya BOR (bed occupancy rate) di bawah 50 persen, baru kita bisa rilis. Tapi kalau masih 75 persen, sangat riskan," ujarnya.

Perbedaan kebijakan antar provinsi dan kota ini kemudian disayangkan pejabat asal Aceh tersebut. Dia mengatakan, pada tanggal 1 Agustus nanti akan dilihat hasil evaluasinya. “Buat apa sekarang dibatal-batalkan, karena sedang dilaksanakan. Kalau nanti tanggal 1 Agustus, kita sudah beres. Kita hentikan tanggal 2 Agustus. Gubernur akan menghentikan tanggal 8 Agustus,” tegasnya kemarin.

Akan tetapi, jika pada tanggal 2 Agustus belum beres, dalam artian angka kasus masih tinggi, dia akan meminta wali kota memperpanjang PPKM Level IV. “Tidak usah dipertentangkan, kita fokus dulu ke penanganan. Apalagi masih banyak yang abai dengan protokol kesehatan,” tuturnya.

Dia menambahkan, evaluasi PPKM dilakukan tiap pekan. Safrizal sendiri berharap pada evaluasi nanti tak hanya soal waktu. Namun, turunnya level PPKM ke level terendah. “Kita lihat kinerja kita semua. Kalau kasusnya tak melandai, wali kota bisa memperpanjang sampai tanggal 8 atau bahkan lebih sampai betul-betul tertangani,” tambahnya.

Perbedaan penetapan waktu PPKM ini membuat warga bingung. Terlebih mereka yang terdampak terhadap kegiatan pekerjaan. “Lebih cepat lebih bagus. Kalau diperpanjang bisa usaha kami mati,” tutur Fahmi, pemilik warung kopi di Jalan Sutoyo Banjarmasin.

Kebijakan PPKM Level 4 sebutnya membuat pihaknya tak leluasa berdagang. Orang yang datang tak mau dibungkus. Berbeda sebutnya warung makanan yang jualannya bisa dibungkus. “Kalau bisa tanggal 2 Agustus sudah selesai, jangan lama-lama,” tukasnya.

Penerapan pembatasan ini sebutnya, sangat memukul usaha seperti dirinya. Pengunjung yang datang kerap banyak karena ingin sekaligus duduk-duduk, sekarang tak diperbolehkan. “Mau bagaimana lagi. Saya juga takut buka dan menyediakan minum di tempat kalau kena razia,” keluhnya.

Hal serupa dikatakan Halimah, pedagang nasi kuning di Jalan Pekapuran Banjarmasin itu menuturkan, pembatasan melayani pembeli untuk makan di tempat sangat memukul usahanya. “Padahal saya bisa membatasi pengunjung yang datang. Kalau dilarang belum tentu orang mau bungkus semua,” ucapnya. (ris/mof/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 28 September 2021 15:44

Dinkes Banjarmasin Usulkan Penolak Vaksin Bisa Dihukum

Dinas Kesehatan Banjarmasin hendak mengusulkan kepada wali kota agar warga…

Selasa, 28 September 2021 15:37

Digarap Selama Sebulan, Angkat Kisah Pengrajin Purun

Siswa-siswa SMKN 1 Marabahan mengukir prestasi yang membanggakan di dunia…

Selasa, 28 September 2021 15:35

Dilarang Lintasi Jembatan Baru, Banyak Truk yang Melanggar

BANJARMASIN - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XI Banjarmasin…

Selasa, 28 September 2021 15:33

Kapan SMA-SMK Boleh Buka? Tinggal Tunggu Tanda Tangan Gubernur

BANJARBARU - Walaupun sejumlah kabupaten di Kalsel sudah membuka sekolah…

Selasa, 28 September 2021 15:14

Pasokan Air Baku Banjarbakula Seret, Ribuan Pelanggan PDAM Terdampak

BANJARBARU - Setidaknya empat hari terakhir banyak masyarakat Banjarbaru dibuat…

Selasa, 28 September 2021 15:09
Pemkab Tanah Bumbu

Palangka Raya Belajar Tangani Covid-19 ke Tanah Bumbu

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar dan Sekda…

Selasa, 28 September 2021 15:08
Pemkab Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Terima Penghargaan APE

BATULICIN – Kabupaten Tanah Bumbu meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya…

Selasa, 28 September 2021 14:00
Pemkab Balangan

Bappelitbangda Susun Site Plan Wisata Desa

PARINGIN – Sebagai tindak lanjut dari pengembangan sektor pariwisata di…

Selasa, 28 September 2021 12:38

PPKM Banjarmasin Turun ke Level 2

BANJARMASIN - Banjarmasin dan Banjarbaru yang masih berstatus PPKM level…

Selasa, 28 September 2021 12:21

Penuh Haru, Pelepasan Pasung ODGJ di Halong Berlangsung Dramatis

PARINGIN – Pembebasan Als (40), warga Desa Buntu Pilanduk Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers