MANAGED BY:
RABU
29 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 31 Juli 2021 08:41
Keselamatan Urusan Masing-Masing, Penggali Kubur Tuntut Vitamin dan APD
PEMAKAMAN: TPU milik Pemko Banjarmasin di Jalan Ahmad Yani km 22 Landasan Ulin. Di sini jenazah covid dimakamkan. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Penggali kubur untuk pemakaman jenazah covid di lahan pemko mengeluhkan ketiadaan asupan vitamin dan alat pelindung diri (APD).

---

BANJARMASIN - Padahal, dalam sehari ada tiga hingga empat jenazah yang harus dikuburkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Banjarmasin di Jalan Ahmad Yani km 22 Landasan Ulin tersebut.

"Dulu, pada awal-awal pandemi ada bantuan vitamin dan APD. Sekarang tidak ada lagi,” keluh Ketua TPU Pemko Banjarmasin, Sabirin lewat sambungan telepon kemarin (30/7).

“Sekarang, masalah kesehatan, masing-masing tanggung sendiri,” tambah pria 42 tahun itu.

Selama ini, mereka berbagi tugas, ada yang menggali dan menutup makam. Menjadi semakin berisiko lantaran mereka juga yang diminta menurunkan peti jenazah dari ambulans.

“Risikonya bertambah karena tidak memakai APD. Selama ini kami hanya mengandalkan masker,” tukasnya.

Semakin rumit karena dulu biaya pemakaman ditanggung pemko. Sekarang ditanggung pihak keluarga. Mereka kini mematok tarif Rp800 ribu menutupi biaya pemakaman.

“Kalau tak begitu, bagaimana kami makan dan minum? Kami kan cuma diupah pemko untuk memelihara makam. Bukan untuk menggali kuburan," tambahnya.

Uang tersebut dibagi untuk tiga orang, terkadang dibagi berlima. “Ada kawan-kawan yang menganggur juga ikut siaga di sini. Saya tak mengajak-ajak. Mereka sendiri yang ikut. Urusan keselamatan, tanggung masing-masing,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana harian (Plh) Sekdako Banjarmasin, Mukhyar membenarkan bantuan vitamin dan APD kepada penggali kubur di TPU pemko sudah disetop.

Ia berjanji akan memintakannya kepada Dinas Kesehatan. "Nanti dipintakan. Akan kami hitung berapa keperluannya. Karena kalau kebanyakan, khawatirnya tak terpakai," ujarnya di Balai Kota.

Ditanya soal kesejahteraan, ditekankannya, ada saja keluarga jenazah yang memberikan uang tambahan kepada mereka.

“Mereka digaji Rp1,8 juta per bulan. Tapi untuk pemeliharaan TPU saja, belum termasuk pemulasaran. Akan kami pikirkan lagi. Selama ini memang tak ada keluhan, karena memang dianggap bagian ibadah,” lanjutnya.

Ditambahkannya, penggalian kuburan di sana sudah tak seramai dulu. Karena banyak jenazah covid yang dikuburkan di alkah keluarga.

“Kalau di situ semua, tidak tertampung. Karena lahan itu tak hanya disediakan untuk jenazah covid, tapi juga untuk warga miskin,” tutupnya.

Mukhyar memperkirakan, sudah 300 liang lahat yang digali. Setidaknya, TPU itu masih mampu menampung tambahan sekitar seribu jenazah.

Kasus Kematian Naik 4 Kali Lipat

ANTARA 1 sampai 29 Juli, kasus kematian akibat COVID-19 di Kalsel sudah mencapai 211 kasus.

Anggota tim pakar COVID-19 Universitas Lambung Mangkurat, Hidayatullah Muttaqin menyebut terjadi kenaikan tingkat kematian hingga empat kali lipat.

Sebab, pada Juni lalu hanya terdata sebanyak 51 kasus kematian. Bahkan, bila mengacu sepekan terakhir, rekor kematian dalam sejarah pandemi Banua sudah terpecahkan.

“Mencapai 109 kasus. Itu 2,4 kali lipat dari kasus kematian sepekan sebelumnya,” ujarnya kemarin (30/7).

Penyebabnya, penularan virus yang terkendali di Banjarmasin dan Banjarbaru. Lalu, banyaknya pasien yang dirawat di rumah sakit.

“Sepanjang Juli, sudah 10.247 orang yang terkonfirmasi positif covid. Ini tidak terkontrol. Akibatnya, respons sistem kesehatan kita menjadi terbatas,” ulasnya.

Mengutip data sensus penduduk 2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS), artinya infeksi menimpa 252 orang per 100 ribu penduduk.

Tak ada cara selain menuntut pembatasan mobilitas penduduk dan pengetatan prokes yang lebih serius. 

“Jadi tidak bisa main-main lagi. Kalau masih tak serius, penderitaan yang lebih besar akan menimpa masyarakat Kalsel," tekannya. (war/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 28 September 2021 15:44

Dinkes Banjarmasin Usulkan Penolak Vaksin Bisa Dihukum

Dinas Kesehatan Banjarmasin hendak mengusulkan kepada wali kota agar warga…

Selasa, 28 September 2021 15:37

Digarap Selama Sebulan, Angkat Kisah Pengrajin Purun

Siswa-siswa SMKN 1 Marabahan mengukir prestasi yang membanggakan di dunia…

Selasa, 28 September 2021 15:35

Dilarang Lintasi Jembatan Baru, Banyak Truk yang Melanggar

BANJARMASIN - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XI Banjarmasin…

Selasa, 28 September 2021 15:33

Kapan SMA-SMK Boleh Buka? Tinggal Tunggu Tanda Tangan Gubernur

BANJARBARU - Walaupun sejumlah kabupaten di Kalsel sudah membuka sekolah…

Selasa, 28 September 2021 15:14

Pasokan Air Baku Banjarbakula Seret, Ribuan Pelanggan PDAM Terdampak

BANJARBARU - Setidaknya empat hari terakhir banyak masyarakat Banjarbaru dibuat…

Selasa, 28 September 2021 15:09
Pemkab Tanah Bumbu

Palangka Raya Belajar Tangani Covid-19 ke Tanah Bumbu

BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar dan Sekda…

Selasa, 28 September 2021 15:08
Pemkab Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Terima Penghargaan APE

BATULICIN – Kabupaten Tanah Bumbu meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya…

Selasa, 28 September 2021 14:00
Pemkab Balangan

Bappelitbangda Susun Site Plan Wisata Desa

PARINGIN – Sebagai tindak lanjut dari pengembangan sektor pariwisata di…

Selasa, 28 September 2021 12:38

PPKM Banjarmasin Turun ke Level 2

BANJARMASIN - Banjarmasin dan Banjarbaru yang masih berstatus PPKM level…

Selasa, 28 September 2021 12:21

Penuh Haru, Pelepasan Pasung ODGJ di Halong Berlangsung Dramatis

PARINGIN – Pembebasan Als (40), warga Desa Buntu Pilanduk Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers